Rabu, 30 Oktober 2019 Matius 21:28-32 DUA SIFAT MANUSIA (Duanguluan tu sipa’na To lino)
Rabu, 30 Oktober 2019 Matius 21:28-32
DUA SIFAT MANUSIA
(Duanguluan tu sipa’na To lino)
Anak pertama dalam perumpaan ini adalah para pemimpin-pemimpin Yahudi, yang mengaku bahwa mereka akan menaati TUHAN dan melakukan kehendak-Nya. Anak kedua, yang diumpakan seperti para pelacur dan pemungut cukai adalah kelompok orang yang pada awalnya ingin membuat dan mengikuti jalannya sendiri, namun pada akhirnya, mereka taat juga melakukan perintah-perintah Tuhan.
Dalam kehidupan komunitas orang beriman, hal ini jelas. Ada orang yang dengan mulutnya mengaku beriman, saleh, dan merasa memiliki moralitas yang baik, tapi perbuatannya jauh dari nyata. Di sisi lain, ada orang yang tidak mengaku-aku saleh, tapi mampu mempraktikkan nilai-nilai kemanusiaan, melakukan kebaikan tanpa membangga-banggakannya. Dari dua kelompok ini, adakah yang lebih sempurna satu dari yang lain? Tidak! Keduanya ingin menunjukkan bahwa di dunia yang ada hanyalah kelompok-kelompok manusia yang tidak sempurna. Kedua anak dalam cerita kita sama-sama tidak memuaskan kehendak ayahnya. Walau demikian, Yesus memperingatkan orang-orang Yahudi, “...para pemungut cukai dan pelacur akan mendahului kamu masuk ke dalam kerajaan surga...” Kelompok yang disebutkan Yesus ini adalah kelompok-kelompok yang selalu mengundang rasa sinis orang-orang yang merasa dirinya saleh.
Tapi sering kali, kelompok inilah dan kelompok-kelompok marjinal lainnya yang perbuatan baiknya lebih nyata. Sering kali kebaikan-kebaikan itu bahkan dilakukan dengan diam-diam, saking merasa dirinya malu akan pekerjaannya. Idealnya, manusia yang sempurna adalah yang mengaku percaya kepada Tuhan dan menunjukkannya dalam perbuatan. Pertanyaannya, adakah yang mau mengusahakannya?. Amin
Diposting tanggal 21 Oct 2019
