Senin, 4 Juni 2018 Roma 9:19-29 TUHAN BERDAULAT MENETAPKAN
Senin, 4 Juni 2018 Roma 9:19-29
TUHAN BERDAULAT MENETAPKAN
Pernahkah kita merasa sedih dan bahkan memiliki semangat yang kendor dalam pekerjaan atau tanggung jawab yang diberikan oleh pimpinan? Tentu saja “kesedihan” (rasa kecewa) sering muncul dalam pekerjaan, oleh karena menemukan kesulitan atau tidak berjalan sesuai dengan harapan. Hal seperti ini pun dialami oleh Rasul Paulus dalam menyampaikan Injil Yesus Kristus kepada kaum sebangsanya (Rm. 9:2-3).
Rasul Paulus mendapatkan perlawanan dari sesama orang Yahudi dalam mengatakan Kebenaran Kristus, “Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? (ayat 20). Pernyataan ini merupakan teguran dan sekaligus menegaskan bahwa Allah berdaulat menentukan pilihan-Nya sendiri bagi umat Israel, “Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah dan janji-janji” (Rm. 9:4). Rasul Paulus pun menunjukkan bahwa Allah dapat saja murka terhadap umat-Nya, jika Ia menghendaki-Nya. Namun, Allah menaruh kasih berdasarkan kedaulatan-Nya, “Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa saja yang dikendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya” (Rm. 9:18). Kasih dan kedaulatan Allah sendiri yang membentuk dan menetapkan Rasul Paulus sebagai pemberita Injil Kebenaran Kristus. Karena itu, Rasul Paulus tidak gentar sedikit pun dalam memberitakan Kebenaran Kristus, walaupun sering-sering diperhadapkan pada kesulitan-kesulitan yang amat berat.
Tuhan telah menetapkan dan memilih kita untuk menjadi saksi-Nya melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu Salib, “yaitu kita, yang telah dipanggil-Nya bukan hanya dari antara orang Yahudi, tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain” (ayat 24). Karena itu, marilah kita tetap setia menjadi saksi-Nya. Amin
Diposting tanggal 02 Jun 2018
