Kamis, 31 Mei 2018 Mazmur 81:1-8 MUSANG DAN BURUNG GAGAK
Kamis, 31 Mei 2018 Mazmur 81:1-8
MUSANG DAN BURUNG GAGAK
Burung gagak bertengger di pohon dengan sebongkah daging segar. Si musang yang kelaparan, melihat ke atas memohon agar sang gagak berbagi dengannya. Sang gagak tidak mau. Musang: “Hai burung gagak, suaramu paling merdu di hutan ini”. Sang burung gagak yang mendengar pujian itu merasa tersanjung. Musang: “Berkicaulah, agar semua kagum padamu”. Dengan bangganya, gagak “berkicau” sangat keras. Tiba-tiba sebongkah daging segar terjatuh dari atas pohon. Musang: “Terima kasih sahabat. Sejujurnya, aku hanya menginginkan daging ini.” Musang berhasil mengelabui burung gagak.
Pujian kepada Allah sebagai pengakuan bahwa kasih-Nya abadi. Bangsa Israel mengakui bahwa semua yang terjadi karena kemurahan Allah. sebagai tanda syukur, umat meniup sangkakala. Setiap awal bulan, pada hari pertama, dan persembahan khusus dikurbankan sebagai tanda dan pengakuan bahwa Allah memulai semua waktu dan tetap setia memelihara umat-Nya (ayat 2-6). Dengan pengakuan ini, umat menjalani hidup dalam ketenangan dan damai sejahtera. Allah telah mengangkat keranjang pikulan, menunjuk pada pembebasan dari Tanah Mesir (ayat 7) merupakan bukti nyata kasih Allah. mereka yang kekurangan air di padang gurun, disediakan Allah dengan cara yang ajaib (ayat 8). Semuanya diungkapkan dalam akta syukur agar umat senantiasa menaruh seluruh hidup pada tangan kasih Allah.
Pujian dan permintaan musang kepada burung gagak hanya tipuan untuk mendapatkan daging. Namun pujian Bangsa Israel kepada Allah adalah pujian yang tulus. Apa yang kurang dari Allah jika kita membuat perhitungan dengan-Nya?. Naikkanlah pujian kepada Allah, karena bersyukur dan memuji Allah adalah cara terbaik menikmati kasih-Nya.
Diposting tanggal 25 May 2018
