Rabu, 30 Mei 2018 Markus 4:21-25 SERIBU LILIN NYALAKAN
Rabu, 30 Mei 2018 Markus 4:21-25
SERIBU LILIN NYALAKAN
Lagu yang tidak asing lagi bagi kita. Dinyayikan mengiringi penyalaan lilin dalam perayaan natal. Lebih semarak jika diikuti oleh anak-anak sekolah minggu yang membawakan tarian lilin. “Seribu lilin” adalah lambang persekutuan dan kebersamaan orang percaya yang membawa cahaya bagi kegelapan karena dosa dan pemberontakan manusia. Terangnya bukan hanya untuk sesaat, tetapi simbol bahwa cahayanya tidak akan pernah redup. Cahayanya tetap ada.
Hal kerajaan sorga demikian halnya. Kebenarannya menerangi dan harus diletakkan pada tempat tertinggi dan terpenting dalam hidup orang percaya, bagaikan pelita di atas kaki dian yang menerangi semua sudut dan ruang (ayat 21). Cahayanya terlihat dan nampaklah semua dalam rupa yang sebenarnya. Dengan cahaya, kita bisa mengenal semua yang ada di sekeliling kita (ayat 22). Untuk itu ketika berita tentang kerajaan sorga diberitakan, orang-orang menerimanya, menempatkan pada tempat yang utama dalam hatinya dan menjadi pedoman hidup (ayat 24). Sehinga kebenaran dan tanda-tanda kerajaan Allah semakin nyata dalam kehidupan orang percaya (ayat 25) yakni ketika kebenaran dan kebaikan menjadi hal yang nyata dan dialami setiap saat.
Jika lilin menjadi simbol terang bagi dunia, terlebih lagi bagi orang percaya. Allah telah memilih kita untuk diselamatkan, diperlengkapi untuk menjadi terang bagi dunia. Tanda-tanda kerajaan Allah yang penuh kasih menjadi keseharian hidup kita. Dengan memilikinya, Allah akan menambahkan keteguhan iman yang akan menopang hidup kita dalam kebenaran dan kehendak-Nya.
Hendaklah cahaya iman
senantiasa nyata dalam setiap langkah hidup.
Diposting tanggal 25 May 2018
