Bahan Khotbah Minggu Ke-50 Tanggal 13 Desember 2020 Adven III TERANG SUDAH DATANG BERTOBATLAH Saemo tu Arrang, Mengkatoba’komi

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 Tanggal 13 Desember 2020
Adven III
TERANG SUDAH DATANG BERTOBATLAH
Saemo tu Arrang, Mengkatoba’komi

Bacaan Mazmur : Mazmur 126:1-6
Bacaan 1   : Yesaya 61:1-4; 8-11
Bacaan 2   : 1 Tesalonika 5:16-24
Yohanes 1:1-9; 19-28 (Bahan Utama)
Bacaan 3 : Yohanes 1:1-9; 19-28 (Bahan Utama)
Nas Persembahan   : Mazmur 126:5-6
Petunjuk Hidup Baru : Yakobus 5:7-8

Tujuan :

  1. Jemaat memahami bahwa terang sudah datang ke dalam dunia.

  2. Jemaat memberitakan tentang terang itu.

Pemahaman Teks

Mazmur 126 hampir senada dengan Mazmur 85, yakni yang berbicara tentang pengharapan untuk dipulihkan dari tengah penderitaan. Bila melihat sejarah pemulihan Israel maka sebenarnya ada beberapa kali Tuhan memulihkan keadaan Israel, antara lain peristiwa keluaran dari Mesir, serta tahun 701 SM saat Sanherib raja Asyur menyerbu Yerusalem tetapi digagalkan oleh Hizkia 2 Taw.32:22-23. Selain itu ada pula pemulihan terbesar terjadi pada tahun 538 SM ketika orang Yahudi pulang dari pembuangan di Babel ke Israel. Atas dasar itu Mazmur 126:1-3 menyatakan bahwa umat bersorak-sorai dengan penuh dengan tawa karena telah kembali dari pembuangan meskipun pada sisi lain keadaan mereka di tanah mereka sendiri ternyata sangat memprihatinkan. Dalam doa mereka mengharapkan agar Tuhan segera memulihkan keadaan mereka dengan memberikan panen yang melimpah (ay.4-6).

Yesaya 61:1-4; 8-11 menguraikan bahwa dalam ayat 1-3 Tuhan Allah memanggil seorang utusan yang dipenuhi dengan Roh untuk menyampaikan kabar baik kepada mereka yang terhina dan terpenjara yaitu mereka yang dengan rendah hati dan mau mengakui dosanya serta membutuhkan Juruselamat. Utusan ini mendapat tugas memberitakan tahun rahmat Tuhan. Tahun rahmat Tuhan dalam tradisi orang Yahudi adalah tahun Yobel yang dilaksanakan setiap 50 tahun. Pada tahun itu sangkakala yang dibuat dari tanduk domba jantan dibunyikan sebagai seruan pembebasan para budak. Demikian juga tanah yang digadaikan dikembalikan kepada pemilik. Perubahan sosial terjadi setiap 50 tahun. Hamba Tuhan yang diurapi dan pembawa berita kabar baik adalah Mesias (Yesus), sebab Dia bukan saja pembawa kabar baik, tetapi Dia adalah kabar baik itu sendiri. Dalam ayat 4, 8-11 dijelaskan bahwa dengan kehendak Tuhan maka Israel akan membangun kembali tembok dan kota-kota yang runtuh. Pembangunan ini menjadi tanda bahwa identitas Israel ditegakkan kembali sebagai umat Allah dan bangsa yang berdaulat, yakni di mana perampasan dibenci dan hukum dihormati. Perampasan dalam hal ini bukan hanya secara material tetapi terutama hak untuk hidup. Cahaya kasih Tuhan bersinar kembali di tengah-tengah umat-Nya dan membuat mereka bersukaria karena nama mereka menjadi harum dan terkenal. Cahaya kasih Allah bersinar kembali di tengah umat Allah. Mereka bersukaria karena nama mereka menjadi harum dan terkenal. Pada mereka terjadi perubahan gaya hidup, perilaku dan perbuatan, yang menjadi tanda bahwa Israel adalah bangsa yang diberkati.

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat 1-3, agaknya Yohanes merujuk kepada kalimat pertama dalam kitab Kejadian 1:1. Sebab Kejadian 1:1 dan Yohanes 1:1, keduanya dimulai dengan kalimat pada mulanya. Pada mula pertama ketika dunia diciptakan, Allah berfirman. Tetapi dalam Injil Yohanes, Allah berfirman melalui anak-Nya yang menjadi Daging (bnd. Ibr.1:1-3). Alkitab menyaksikan bahwa yang mencipta manusia adalah Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Pernyataan ini hendak mengungkapkan bahwa ada hubungan khusus dan akrab dengan ketiga Oknum. Yohanes menulis dalam Injilnya bahwa ada relasi yang kuat antara Firman, Bapa dan ciptaan-Nya, seperti tersebut di bawah ini:

  1. Firman mempunyai hubungan yang tak terpisahkan dengan Sang Bapa sebab:

    1. Sudah sejak semula, dari kekal sudah bersama-sama dengan Bapa (Kel.1:15). Firman adalah Oknum yang berada dari kekal dan tetap dalam persekutuan abadi dengan Bapa.

    2. Kristus adalah Allah, sebab Firman itu adalah Allah.

  2. Hubungan Firman dengan dunia. Melalui Kristus Allah mencipta dunia, sebagaimana dinyatakan di dalam ayat 3, dan Kolose 1:16.

  3. Hubungan Firman dengan manusia. Firman itu telah menjadi manusia. Di dalam Yesus, Allah menjadi manusia, tetapi tanpa dosa. Kristus telah meninggalkan segala kemuliaan-Nya lewat kelahiran sebagaimana layaknya manusia lahir.

Ayat 4, kehidupan yang sejati dan benar hanya dapat ditemukan dalam diri Yesus. Sebab itu Yohanes memberitakan bahwa Yesus adalah terang dunia. Kelahiran-Nya, perkataan-Nya, pekerjaan-Nya, perilaku dan perbuatan-Nya menjadi cahaya yang bersinar dan memberi harapan ditengah-tengah kehidupan dunia yang telah kehilangan arah, kehilangan rasa kemanusiaan, kehilangan tanggung jawab dan kehilangan cinta kasih. Keadaan ini digambarkan sebagai kegelapan dimana dosa berkuasa. Dosa telah menjelma dalam bentuk kejahatan, ketakutan, kekhawatiran, keserakahan, kebencian, dendam dan sebagainya. Tetapi Yesus sang Terang itu telah mengalahkan dosa dan semua akibatnya, serta serentak dengan itu Yesus yang akan kita peringati kelahiran-Nya memaklumkan kekuasaan-Nya atas alam semesta. Gelap telah dikalahkan dalam terang Kristus.

Ayat 6 menekankan bahwa untuk menjadi saksi dan mempersiapkan jalan untuk kedatangan Terang itu, Yohanes diutus oleh Allah. Ia memberi kesaksian bahwa dirinya bukanlah Terang, tetapi Terang yang sesungguhnya yang menerangi setiap orang sedang datang ke dalam dunia, bahkan Terang itu telah ada di dalam dunia. Tetapi orang-orang kepunyaan-Nya yaitu orang Yahudi tidak menerima-Nya. Ayat 19- 20, Yohanes dikenal pada saat mulai membaptis di sungai Yordan. Sejak itu kepada namanya ditambahkan dan menjadi Yohanes Pembaptis. Baptisan Yohanes adalah tanda pertobatan. Yohanes mengingatkan orang tentang dosanya, dan apabila mereka bertobat maka mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan. Tetapi Yohanes menyadari dengan sungguh bahwa baptisan sebagai tanda penyucian dan meterai keselamatan, yang dilaksanakan hanya satu kali saja untuk setiap orang. Hanya dapat dilakukan dan diperintahkan oleh yang lebih besar daripada dirinya sendiri.

Ayat 21 kehadiran Yohanes Pembaptis membuat para orang Yahudi dan para imam bertanya-tanya. Mereka ingin mengenal siapa Yohanes Pembaptis itu sebab itu ia mengutus beberapa orang untuk bertanya kepadanya. Walaupun orang Yahudi dalam arti pemimpin-pemimpin Yahudi dan orang Lewi bermusuhan dengan orang Farisi namun dalam utusan itu ada juga orang Farisi. Ini menunjukkan bahwa mengenal identitas Yohanes adalah hal yang sangat penting karena kata-kata, tindakan dan perbuatan Yohanes telah menimbulkan keraguan dan kegelisahan di antara mereka. Tetapi ketika ia ditanya apakah ia Elia atau nabi ia menjawab bukan. Dia bukan Elia, tetapi ia melaksanakan pekerjaan Elia. Dia juga bukan nabi seperti yang diharapkan oleh orang Yahudi, yaitu dia yang akan mendirikan kembali kerajaan Israel dan kejayaannya seperti zaman Daud.

Ayat 23 Walau mereka mendesak untuk membuka identitasnya, namun pada akhirnya Yohanes menjawab aku hanyalah “suara”. Tetapi mengapa engkau membaptis orang (ay.25,26). Yohanes menjawab “Aku membaptis hanya dengan air tetapi yang berdiri ditengah-tengah kamu jauh lebih besar dari padaku.” Pertanyaan orang Yahudi menjadi kesempatan yang baik bagi Yohanes untuk menjelaskan siapakah Yesus itu. Yohanes hanya ingin menunjuk kepada Yesus yang sedang berdiri ditengah-tengah mereka, yang oleh Yohanes membuka tali kasutnya pun aku tidak layak. Pada zaman nabi, satu-satunya pekerjaan yang tidak boleh dilakukan oleh murid ialah membuka sepatu nabi. Karena apabila seseorang melakukan atau dipaksa melakukan pekerjaan itu maka itu sama dengan penghinaan. Bagi Yohanes Pembaptis, meskipun ini perkerjaan paling rendah dan kehinaan bagi dirinya, namun melakukan pekerjaan itu juga tidak layak baginya. Yohanes menyadari bahwa dirinya jauh lebih kecil dan lebih rendah dan tidak dapat disejajarkan dengan Dia yang hadir di tengah-tengah kamu. Apabila orang Yahudi, para imam dan ahli Taurat dengan benar meneliti Perjanjian Lama dan apa yang dilakukan oleh Yohanes maka sesungguhnya pribadi Yohanes adalah ringkasan dari seluruh pelayanan Perjanjian Lama. Sebab Perjanjian Lama menunjukkan bahwa maksud pemilihan Abraham dan Israel ialah agar menjadi berkat bagi dunia, melayani kedatangan Mesias dan kerajaan Allah. Para nabi menubuatkan bahwa Mesias itu akan lahir dari keturunan Daud, yang oleh penginjil Yohanes, Mesias adalah Firman yang menjadi Daging dan Terang bagi manusia.

1 Tesalonika 5:16-24 menjelaskan bahwa di dalam perikop ini Paulus mengharapkan agar warga jemaat dapat menampakkan kehidupan yang sesuai dengan panggilannya sebagai orang percaya. Oleh Paulus jemaat di Tesalonika diharapkan agar bersukacita senantiasa. Sebab tidak ada yang lebih besar, lebih tinggi, lebih berkuasa dan yang penuh dengan cinta kasih hanyalah Allah yang mereka telah kenal di dalam Kristus. Sebab itu juga tidak akan ada kuasa apa pun yang dapat menghilangkan sukacita orang percaya. Agar sukacita itu penuh, Paulus mengharapkan agar jemaat tetap berdoa. Mereka tetap tinggal di dalam Tuhan dan terus berelasi dengan Tuhan setiap hari, sebab doa adalah titik sentral pertemuan antara Allah dan manusia. Melalui doa Allah dipermuliakan, dipuji dan disembah. Tetapi juga dalam doa kita mengharapkan berkat, tuntunan dan pemeliharaan-Nya. Demikian juga Paulus yang meminta kepada jemaat agar senantiasa mengucap syukur kepada Allah. Sebab pengucapan syukur adalah tanda yang hidup dari iman kita. Dalam masa sehat, sukses, berbahagia, ataupun dalam masa kesulitan, penderitaan, kedukaan dan kegagalan, iman orang percaya akan tetap hidup melalui ucapan syukur kepadaNya. Pengucapan syukur adalah tanda hidup yang berkelimpahan sebab orang percaya dapat mencukupkan dirinya apa adanya pada setiap hari. Kesulitan, penderitaan dan pergumulan, sudah menjadi bagian dari kehidupan, tetapi jadikanlah itu sebagai kesempatan untuk membaharui diri, membulatkan tekad, menetapkan langkah untuk kehidupan yang lebih baik.

Jangan padamkan Roh! Di sini Paulus mengandaikan Roh Kudus seperti api yang tidak boleh dipadamkan. Jangan pernah memandang ringan kuasa dan semangat Roh Kudus yang terus menerangi setiap anggota jemaat untuk memberitakan dan mengumandangkan kehendak Tuhan. Paulus pun mengingatkan agar jangan dengan mudah menerima ajaran dari yang lain tanpa menyelidikinya dengan saksama berdasarkan Firman Tuhan.

Dalam ayat 23 Paulus berdoa agar Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya. Rasa aman, rasa damai, kemampuan untuk mengatur relasi kita yang akrab dengan Tuhan dan dengan alam semesta harus menjadi milik kita dan menjadi nyata. Ia menguduskan kita seluruhnya, Ia memimpin kita dengan Roh Kudus, yang dapat memberikan kepada kita semangat untuk tidak mencemarkan diri kita dengan perbuatan-perbuatan yang mencemarkan nama Kristus. Lebih jauh dari itu, setiap orang percaya dengan sukacita dapat menyediakan dirinya untuk melayani Allah dan dunia ini, dengan menjadikan Kristus sebagai teladan.

Korelasi Bacaan, Tidak ada jalan pintas yang dengannya kita hidup sejahtera tanpa kegelapan. Dibutuhkan kerendahan hati dan pertobatan yang sungguh, agar dapat menikmati hidup dalam terang Kristus. Doa, pengucapan syukur dan bersukacita senantiasa, memberi kita keyakinan bahwa kita terus berada dalam pemeliharaan Tuhan. Selanjutnya kita semua diutus untuk menjadi saksi-Nya, dan membawa terang Kristus kepada dunia.

Pokok-pokok pengembangan khotbah

Terang dan gelap adalah dua kenyataan yang berbeda. Dalam cerita tentang penciptaan yang pertama diciptakan adalah terang. Allah melihat terang itu baik, lalu dipisahkannya dengan malam Kej.1:3-5. Terang dan gelap dibutuhkan oleh manusia. Pada siang hari manusia bekerja dan malam hari beristirahat. Tetapi karena kejatuhan manusia ke dalam dosa, maka terang menjadi simbol kebaikan dan malam menjadi simbol kejahatan. Dosa telah membuat alam semesta berada dalam kegelapan. Tidak ada seorang pun yang mampu keluar dari kegelapan itu. Itulah sebabnya Yesaya 61 menyampaikan bahwa Ia dipenuhi dengan Roh untuk melaksanakan tanggung jawab seperti dalam ayat 1-3. Utusan yang diurapi itu membawa kabar baik menunjuk kepada Mesias (Yesus) yang disaksikan oleh Yohanes dalam Injilnya. Ia telah datang dan telah bersinar serta telah menaklukkan dan menguasai kegelapan. Yesaya mengumandangkan tentang kelepasan orang terhina, yang dipenjara dan yang hatinya remuk. Bagi orang Israel peristiwa tersebut telah terjadi, walaupun pemazmur dalam Mazmur 126 masih melihat hal yang harus dipulihkan.

Bilamana Yesaya dalam pemberitaannya melihat jauh ke depan tentang pemulihan, pertobatan dan perubahan sosial dalam tahun Yobel, maka Yohanes dalam Injilnya menyatakan bahwa Firman yang sudah menjadi daging jauh lebih utama memulihkan dan membebaskan manusia dari sumber segala penderitaan yaitu dosa. Yohanes Pembaptis diutus untuk mempersiapkan jalan bagi sang Terang. Di dalam Firman yang telah menjadi daging manusia tidak perlu lagi merayakan tahun Yobel, setiap 50 tahun untuk meraih perubahan tetapi tahun rahmat Tuhan itu telah dilakukan oleh Yesus sekali dan untuk selama-lamanya, sebagaimana ia sampaikan di Nazaret saat membaca kitab nabi Yesaya 61:1-3 (lihat Luk. 4:18,19). Untuk memperjelas diri Yesus, maka Yohanes memberitakan bahwa Yesus adalah Terang bagi manusia. Tetapi untuk menikmati Terang itu dibutuhkan kerendahan hati dan pertobatan. Dialah satu-satunya pengharapan dunia, karena telah mengalahkan dan menguasai kegelapan. Paulus menasihatkan dalam 1 Tesalonika 5:16-24, agar tetap berdoa, selalu mengucap syukur dan jangan padamkan Roh di dalam hati jemaat. Damai sejahtera Allah yang telah dinyatakan dalam Kristus akan menguduskan mereka seluruhnya.

Karena itu dalam mempersiapkan diri merayakan kedatangan Kristus, marilah merendahkan hati dan memohon Roh Kudus memenuhi hati kita, agar buah pertobatan dan buah roh selalu menjadi nyata melalui kehidupan kita sebagai orang percaya. Mantapkan diri kita dalam masa Adven ini untuk menjadi saksi Kristus, sambil menantikan kedatangan-Nya kembali.


Diposting tanggal 08 Dec 2020

Daftar Artikel

Kristus memperoleh dan memiliki kita melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Dalam Kristus kita mati d.....

Selengkapnya ..

Kekuatan hidup dan mati ada di lidah. Kata-kata positif yang diberikan pada seseorang yang sedang &a.....

Selengkapnya ..

Di tengah-tengah lonceng besar tersebut, ternyata ada seorang wanita tua yang menjepit bola di dalam.....

Selengkapnya ..

Ia telah menyimpannya begitu lama, untuk anak yang dikasihinya. Ia menunggu dan menunggu agar anakny.....

Selengkapnya ..

Anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark, tidaklah bermohon pada Tu.....

Selengkapnya ..

Tuhan kadang-kadang menggunakan pengalaman-pengalaman yang menyakitkan untuk membuat kita menengadah.....

Selengkapnya ..

Nasihat ini kedengaran agak konyol (jika kedengaran wajar, mungkin belum dipahami). Apakah seorang t.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...