Sabtu, 2 Juni 2018 Mazmur 139:1-6 MRI (Magnetic Resonance Imaging)
Sabtu, 2 Juni 2018 Mazmur 139:1-6
MRI (Magnetic Resonance Imaging)
Akhir-akhir ini saya mengeluhkan sakit kepala yang kadang sangat menyiksa. Saya mengambil rujukan dan memeriksakan kepala saya ke ahli syaraf. Setelah dia lakukan pemeriksaan, dokter memberikan resep. “Bapak, tolong obatnya dihabiskan ya. Kalau obatnya habis, datang lagi untuk dikontrol. Jika tidak ada perubahan, nanti kita rujuk untuk dilakukan scan MRI. Ini adalah pemeriksaan canggih, yang bisa mendeteksi kelainan dan penyakit di dalam tubuh manusia, tidak terkecuali di kepala. Tidak ada yang terlewatkan, penyakit apa pun bisa terdeteksi.
Dengan yakin pemazmur membuka hatinya di hadapan Allah. Ia sadar bahwa hidupnya tidak ada yang tersembunyi di hadapan Allah, semuanya terbuka. Untuk itu ia membiarkan hidupnya diperiksa dan dikenali Allah (ayat 1-3), dari pada berusaha menyembunyikannya, tidak ada artinya. Semua yang timbul dalam hati, perbuatan dan perkataan jelas diketahui oleh-Nya. Daud mengakui bahwa sebelum ia mengungkapkan sesuatu perkataan, Tuhan sudah tahu (ayat 4). Di mana pun pemazmur berada, TUHAN mengenal dan juga berada di sana (ayat 5), sehingga tidak ada tempat untuk melarikan diri dan bersembunyi. Daud kagum atas kemahakuasaan Tuhan yang menguasai dirinya.
Jika pemeriksaan MRI dilakukan banyak orang untuk mengetahui kondisi kesehatan kita yang “tersembunyi” maka adakah kita juga bersedia “diperiksa” Allah secara total? Semua perkataan, perbuatan bahkan yang masih tersimpan dalam hati kita? Mungkin bagi orang lain hal itu menakutkan karena Allah pasti tahu hal buruk yang kita pikirkan dan lakukan. Namun bagi orang percaya, hal ini justru amat baik. Semua doa, kerinduan kita, perbuatan baik...pun tidak ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan.
Hatiku terbuka, kenalilah dan selidikilah ya Allah
Diposting tanggal 25 May 2018
