Bahan Khotbah Minggu Ke-25, Tanggal 24 Juni 2018 KUASA YANG MENAKJUBKAN (Kuasa Memangan)

Bahan Khotbah Minggu Ke-25, Tanggal 24 Juni 2018
KUASA YANG MENAKJUBKAN
(Kuasa Memangan)

Bacaan Mazmur : Mazmur  81:1-10
Bacaan 1   : Ulangan 5:12-15 (Bahan Utama)
Bacaan 2   : 2 Korintus 4:5-12
Bacaan 3 : Markus 2:23-3:6
Nas Persembahan   : Mazmur  50:23
Petunjuk Hidup Baru : Yesaya 58:6-7

Tujuan:

  1. Jemaat meyakini kuasa Tuhan yang dapat menyelamatkan umat-Nya

  2. Jemaat tidak takut menjalani hidup bersama dengan Tuhan Yesus

Pemahaman Teks

Markus 4:35-41 menceriterakan pengalaman para murid bersama Yesus di dalam perahu yang telah membawa pada pengalaman yang lebih dalam tentang Yesus. Pengalaman tersebut berlangsung ketika murid-murid berlayar di danau Galilea. Menurut William Barclay, danau Galilea terkenal karena badainya yang bisa datang secara tiba-tiba dari kejauhan dan benar-benar mengguncang dan menakutkan. Karena itu setiap orang yang menyeberang melalui danau itu harus siap berhadapan dengan badai yang datangnya secara tiba-tiba. Saat Yesus mengajak murid-murid-Nya untuk bertolak ke seberang, rupanya badai datang secara tiba-tiba. Para murid naik ke perahu di mana Yesus telah duduk. Kedatangan badai yang dahsyat secara tiba-tiba adalah hal yang umum di danau Galilea karena bukit-bukit yang di sekitarnya dan letaknya di bawah permukaan laut. Badai ini tentu merupakan badai yang sangat buruk, karena ternyata murid-murid yang telah berpengalaman sebagai nelayan juga menjadi ketakutan.

Pada ayat 38, digambarkan bahwa Yesus sangat tenang di antara ketakutan para murid. Pertanyaan para murid merupakan pertanyaan umum manusia saat ini: “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa”, sama dengan pertanyaan umum bahwa jika Yesus memang mengasihi dan maha kuasa, mengapa orang percaya menghadapi pencobaan yang mengancam kehidupan? Namun rupanya di ayat  39, terlihat kisah yang menunjukkan kuasa dan otoritas Yesus, yakni ketika kekuatan alam yang tak bernyawa pun menaati-Nya. Hanya dengan perkataan “Diam, tenanglah”, badai seketika berlalu dan Para murid pun mengenal kuasa Yesus yang melampaui kekuatan alam itu. Badai dan laut adalah gambaran adanya kekuatan yang selalu mengancam kehidupan orang percaya.

Ayub 38:1-11, berbicara tentang kehadiran Tuhan dalam badai kehidupan. Tuhan mengijinkan Ayub mengalami kesengsaraan, yakni ketika anak-anaknya mati disertai dengan istrinya yang meninggalkan dia. Penyakit yang menjijikkan melekat pada tubuhnya. Semua hartanya habis. Ayub dikenal sebagai orang yang saleh, tetapi mengapa ia harus mengalami penderitaan yang sangat dahsyat itu? hal itu juga yang menjadi pertanyaan Ayub. Tuhan kemudian menjawab dalam ayat 38, bahwa kalau dahulu Ayub hanya menduga-duga seperti apa Tuhan yang ia kenal, Tuhan sendiri yang berbicara kepadanya: “siapa yang tidak berpengetahuan yang sanggup berbantahan denganku? Hal ini meyadarkan Ayub dan menyadari akan dirinya di hadapan Allah bahwa: dirinya hanyalah debu di hadapan Tuhan. Pertanyaan Ayub dan perkataan teman-temannya menunjukkan kalau mereka tidak tahu apa-apa tentang Tuhan. Jiwanya masih sangat rendah dalam hal pengenalan akan Tuhan. Penting disadari bahwa semua pergumulan kita di hadapan Tuhan adalah proses kita mengenal Tuhan yang hidup. Karena itu semakin kita bergaul dengan Allah semakin kita menyadari kuasanya atas setiap masalah hidup kita. Allah tidak berdiam diri dan mengabaikan setiap badai hidup kita, tetapi Dia bekerja dan mengamati serta memberi jawaban tepat pada waktunya. Tuhan menjelaskan kepada Ayub bahwa Dialah yang berkuasa atas seluruh alam semesta.

2 Korintus 6:1-13, Paulus mencurahkan isi hatinya dengan sangat terbuka kepada jemaat korintus dan sekaligus menasihati mereka supaya memelihara tugas dan predikat mereka sebagai orang orang yang sudah menerima kasih karunia dari Tuhan sebagai orang kristen atau sebagai pelayan Tuhan. Nasihat-nasihat Paulus antara lain: jangan menyia-nyiakan atau menunda menerima kasih karunia Tuhan. Berikut, Paulus sangat menghargai kasih karunia Tuhan dan tidak menyia-nyiakan meski harus menderita dan menghadapi banyak tantangan (ayat  4-7). Paulus sangat banyak mengalami penderitaan dalam pelayanannya, bahkan kerasulannya pun digugat dan diragukan. Walaupun harus didera, difitnah bahkan sampai dipenjara, ia tetap setia dan tekun dalam pelayanan itu. disini kita melihat bahwa anugerah Allah menyelamatkan dari berbagai masalah.

Pokok-Pokok Yang dapat dikembangkan:

  1. Orang percaya tidak bebas dari badai kehidupan. Orang yang berjalan bersama dengan Tuhan ternyata diijinkan untuk mengalami badai seperti para murid, Ayub dan Paulus. Mereka adalah orang-orang yang sudah menyerahkan hidupnya kepada Tuhan tetapi ternyata mereka mengalami penderitaan. Pertanyaannya adalah: mengapa Tuhan mengijinkan badai yang besar? Jawabannya adalah: Pertama,  agar kita tidak tergantung kepada diri sendiri melainkan kepada Allah yang punya kuasa yang menakjubkan. 2 Korintus 1:8-9 “.... beban yang ditanggungkan kepada kami adalah begitu besar dan begitu kuat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami, bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang mati”. Kedua, Tuhan menginginkan umat-Nya agar imannya terus bertumbuh dan semakin mengenal kuasa Tuhan Yesus. Iman yang diharapkan adalah iman yang melampaui apa pun yang tidak diinterfensi oleh keadaan dunia. Itu sebabnya Yesus ketika murid-murid-Nya ketakutan, Ia berkata: mengapa kamu takut, kamu yang tidak percaya?”. Sebuah teguran Yesus untuk mengenal lebih dalam tentang arti mengikut Dia.

  2. Kuasa Allah yang menakjubkan akan memberi rasa damai ketika kita diperhadapkan dengan berbagai maslah-masalah hidup yang menyerang. Ketakutan terbesar yang sempat dialami oleh murid-murid adalah ketika badai datang. Keadaan mereka menjadi panik dan penuh ketakutan, akibatnya cara pandang mereka tentang Yesus menjadi salah bahkan tidak wajar. Bayangkan ada tuduhan yang tidak seharusnya terjadi ketika menganggap Yesus tidak peduli dengan mereka. Tragedi yang terbesar adalah bukan berarti kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan tetapi karena kita tidak tunduk dengan rendah hati kepada bimbingan Yesus. Padahal kalau kita percaya kepada Kuasa-Nya maka kita akan merasa teduh dan penuh damai sejahtera.

  3. Karena itu jangan pernah ijinkan rasa takut dan kuatir menguasai diri kita, sebab sekecil apapun masalah hidup kalau tidak tenang dan kuat akan membuat kita kehilangan iman.

  4. Percaya bahwa dalam Tuhan kita dapat keluar dari segala masalah. Ketika badai menerpa para murid, maka ketika itu pula Yesus  hadir meneduhkan danau tersebut. Demikian halnya ketika Ayub mengalami penderitaan yang dahsyat dengan penderitaan fisik dan phsikis ia mengimani Allah dengan sungguh-sungguh. Keyakinan kita bahwa Allah sanggup meneduhkan segala badai dalam hidup kita, dan memberi kelegaan kepada kita hingga badai itu berlalu dari kita.


Diposting tanggal 17 Jun 2018

Daftar Artikel

Dalam kehidupan komunitas orang beriman, hal ini jelas. Ada orang yang dengan mulutnya mengaku berim.....

Selengkapnya ..

Keuntungan sesungguhnya adalah kata yang familiar kita temui di pasar atau dalam perdagangan yang le.....

Selengkapnya ..

Ketika ada putera/puteri Toraja yang berprestasi di kancah nasional maupun internasional, kita sebag.....

Selengkapnya ..

Yoel 2:23-32 menjelaskan pertobatan yang membawa berkat. Allah memulihkan kehidupan umat-Nya yang hi.....

Selengkapnya ..

Beruntung, Nabi Yoel berhasil mengajak umat-Nya untuk berbalik kepada TUHAN, sehingga di katakan bah.....

Selengkapnya ..

Yoel 2:12-17 berisi ajakan pertobatan bagi orang-orang Israel. Di sini, Yoel menggunakan kata ibrani.....

Selengkapnya ..

Paulus tidak mau repot dengan pertanyaan seperti itu. Ia menerima penderitaan sebagai sebuah realita.....

Selengkapnya ..

Kitab Yoel memberi gambaran tentang perlunya merespons peristiwa di sekitar kita secara spiritual. I.....

Selengkapnya ..

Yeremia 50:1-5 menjadi berita sukacita bagi bangsa Israel di pembuangan. Sebuah bangsa besar dari Ut.....

Selengkapnya ..

Yakobus menggambarkan orang yang bersabar ibarat petani yang menantikan hasil yang berharga dari tan.....

Selengkapnya ..

Paulus memperingati Jemaat di Korintus untuk berhati-hati sehingga tidak menjadi korban malpraktek. .....

Selengkapnya ..

Dalam 2 Timotius 3:14-4:5, Rasul Paulus mengingatkan Timotius untuk tetap berpegang pada kebenaran .....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...