Memuliakan Allah Dengan Kasih Seperti Yesus (Yohanes 13:31-35)

Penggalian Teks

Ketika Yudas keluar dari perkumpulan Yesus dengan murid-murid-Nya (a.31a), penderitaan dan kematian Yesus sudah terjamin. Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah waktu kemuliaan Yesus. Karena Yesus adalah utusan Allah yang akan melaksanakan rencana keselamatan Allah dengan ditinggikan pada salib, maka kemuliaan Yesus juga adalah kemuliaan bagi Allah (a.31b). Makanya, Yesus yakin bahwa rencana itu akan segera terwujud (a.32). Dia akan mati, bangkit, dan kembali kepada Bapa-Nya di surga.

Tetapi, ketika Yesus pergi, murid-murid-Nya akan tinggal di sini. Bagaimana keadaan mereka? Hal itu melatarbelakangi percakapan Yesus mulai dengan perikop ini sampai doa Yesus di p.17. Akhir doa itu juga berbicara tentang kemuliaan, kasih, dan hubungan erat antara Yesus dan murid-murid-Nya (17:24–26). Dalam a.34 Yesus memberi mereka sebuah perintah baru, yaitu untuk saling mengasihi. Perintah untuk mengasihi tidak baru, tetapi caranya baru. Mereka harus saling mengasihi sama seperti Yesus mengasihi mereka, yaitu, dengan pelayanan, pengorbanan dan kesabaran. Cara itu baru saja diperlihatkan dengan peristiwa membasuh kaki yang mengungkapkan satu makna dari kematian-Nya di salib, yaitu bahwa baik kemuliaan maupun kasih bukan dipraktekkan dalam rangka mencari status melainkan dengan mengutamakan kepentingan sesama.

Dalam a.35 ternyata perintah baru itu menjawab soal identitas mereka sebagai pengikut Yesus, yang terancam hilang ketika Dia tidak ada lagi untuk diikuti. Cara saling mengasihi yang baru itu begitu khas sehingga dapat menandai mereka sebagai pengikut Yesus, walaupun Dia tidak ada lagi.

Tentang Apa dan Untuk Apa?

Cara membawa kemuliaan kepada Allah di hadapan manusia sama seperti Yesus yaitu saling mengasihi sama seperti Yesus.

Makna

Saling mengasihi sering dipahami sebagai saling membuat merasa nyaman, tanpa harus memikirkan kedudukan dan kepentingan. Artinya, orang yang berkedudukan tinggi merasa rela mengasihani orang rendah, asal kedudukannya tidak terancam. Tetapi kita harus mengingat bahwa perikop ini menjadi kesimpulan dari pembasuhan kaki. Cara Yesus mengasihi termasuk menjadi seorang hamba bagi murid-murid-Nya. Mengasihani dengan mempertahankan kedudukan bukan cara Yesus mengasihi.

Jadi, jemaat akan memulikan Allah antara lain ketika kepentingan orang kecil mendapat perhatian yang sama dengan kepentingan orang besar. Kesetaraan itu berlaku di mata Tuhan, bukan di mata kaum atas. Bahwa orang kecil dibina sejak kecil untuk berdiam diri bukan pembenaran bagi kaum atas. Bahwa pimpinan semua dari kaum atas, sehingga kepentingan orang kecil tidak diingat juga bukan alasan yang diterima — Yesus memerintah kita untuk saling membasuh kaki, dan perikop ini menegaskan bahwa hal itu bukan ritus saja. Pembaca yang tidak dapat melihat relevansi pemaknaan ini mungkin saja dibutakan oleh kedudukannya dalam kaum atas.


Diposting tanggal 23 Apr 2016

Daftar Artikel

Kejadian pasal 21:8-21 sesungguhnya merupakan pengulangan dari apa yang sudah dikemukakan dalam Keja.....

Selengkapnya ..

Matius 10:1-15 berisi panggilan dan pengutusan Yesus atas kedua belas murid-Nya. Dengan mengumpulkan.....

Selengkapnya ..

Bilangan 11:24-30 menceritakan tentang pencurahan Roh TUHAN yang tidak hanya bagi para tua-tua, teta.....

Selengkapnya ..

Injil Yohanes 17:1-11 mengajarkan warisan keteladanan Yesus kepada murid-murid-Nya tentang doa. Yesu.....

Selengkapnya ..

Salomo mempersembahkan korban sembelihan di hadapan Tuhan bersama dengan umat Israel (ay.62). Salomo.....

Selengkapnya ..

Pada saat Salomo selesai berdoa, ia bangkit dari depan mezbah Tuhan dan menadahkan tangannya ke lang.....

Selengkapnya ..

Lan te Pa’pudian 99, maleso dipokada tu kasa’bianna to ma’pudi kumua ia tu Puang p.....

Selengkapnya ..

Mazmur 99 ini merupakan Mazmur pujian yang memuji Tuhan Allah sebagai Raja. Dia duduk di atas Kerub .....

Selengkapnya ..

Elisa menggunakan kesempatan untuk menyatakan permintaannya kepada Elia. Agar kuasa yang diberikan A.....

Selengkapnya ..

Yoas hidup benar di mata Tuhan (ay.2). Ia mengawali pemerintahannya dengan sangat baik. Namun sayang.....

Selengkapnya ..

Pelangi mengingatkan kita tentang perjanjian Tuhan kepada Nuh (ay.13) bahwa Tuhan tidak lagi memusna.....

Selengkapnya ..

Lukas 24:44-53 berkisah tentang penampakan diri Tuhan Yesus kepada para murid dan dilanjutkan sampai.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...