Rabu, 6 Juni 2018 Yohanes 5:1-18 TIDAK PUTUS PENGHARAPAN
Rabu, 6 Juni 2018 Yohanes 5:1-18
TIDAK PUTUS PENGHARAPAN
Setiap orang mempunyai harapan yang sangat dirindukan dapat mewujud atau menjadi kenyataan. Bukankah kesembuhan dari penyakit merupakan “harapan besar” yang dapat terpatahkan, ketika hari demi hari, minggu, bulan dan bahkan tahun demi tahun “tak kunjung tiba menjadi kenyataan”? Situasi berat dialami juga oleh seorang yang telah menderita sakit 38 tahun yang terbaring di dekat Kolam Betesda, harapannya “tak kunjung terwujud”.
Sekian banyak orang-orang yang sakit yang terbaring “di serambi-serambi” menantikan “goncangan kolam air Betesda” mengharapkan kesembuhan (ayat 3-4). Ketika menjadi yang terdahulu turun, maka akan mendapatkan kesembuhan, “... barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apa pun juga penyakitnya” (ayat 4). Seorang yang telah sakit selama 38 tahun tentunya mengharapkan kesembuhan, namun tidak ada orang yang dapat menolongnya, ketika ada goncangan air, “Jawab orang itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah mendahului aku” (ayat 7). Bukankah kesulitan amat berat, oleh karena telah berulang kali dialami selama puluhan tahun? Tuhan Yesus mempedulikan orang itu, “... Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah”. Orang itu mengalami kesembuhan dan dapat berjalan (ayat 9). Tuhan Yesus mengarahkan orang tersebut untuk hidup kudus dan tidak berbuat dosa dalam kehidupannya (ayat 14).
Perikop ini mengajarkan kepada kita untuk senantiasa punya pengharapan yang kuat kepada Tuhan Yesus sebagai sumber kehidupan dan juga senantiasa hidup kudus atau tidak berbuat dosa. Tuhanlah penolong dan sumber pengharapan kita. Amin
Diposting tanggal 02 Jun 2018
