Jumat, 1 Juni 2018 Roma 8:31-39 AKU MENUNGGU AYAH
Jumat, 1 Juni 2018 Roma 8:31-39
AKU MENUNGGU AYAH
Seorang ayah pergi ke mall bersama putrinya, namun ia terpisah dengan anak gadisnya. Ia panik, mencari kemana-mana namun tidak ketemu. Lama ia mencari sampai akhirnya ia kembali ke tempat berpisah dengan anak gadisnya. Apa yang terjadi? Anak gadisnya berdiri di sana dan berlari memeluk ayahnya. Sang ayah menghampirinya, “Kamu ke mana saja anakku?”. Sang anak menjawab, “Aku di sini, menunggu ayah!”
Perikop ini berbicara mengenai keistimewaan setiap orang percaya karena kasih karunia Allah melalui pengorbanan anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus di kayu salib (ayat 31,32). Kasih Allah demikian luar biasa. Sebagai anak, tidak ada yang akan menggugat orang pilihan TUHAN (ayat 33), bahkan orang percaya pasti terhindar dari hukuman kekal karena Yesus sebagai Anak Allah yang duduk di sebelah kanan Bapa-Nya itulah sebagai pembela (ayat 34). Dengan kasih Allah yang luar biasa ini, Paulus dengan keyakinan mengatakan tidak ada hal yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus (ayat 35) walaupun kehidupan Paulus sering dalam bahaya maut karena pemberitaan Injil. Kasih Allah yang dia alami meneguhkan dan menguatkan.
Demikianlah anak gadis yang hilang namun dicari ayahnya sampai ia menemukannya. Keadaan kita juga demikian. Allah pasti mencari sampai menemukan kita. Itulah keistimewaan seorang anak Allah. Mari kita syukuri kesempatan yang Allah berikan sebagai anak-Nya. Sebagai anak Allah, kekuatan kita hanya kasih-Nya yang tidak pernah berkesudahan. Tidak ada yang memisahkan kita dari kasih Bapa. Jika kasih Allah sedemikan baiknya kepada kita, tentulah masalah keuangan, penyakit, hubungan dengan orang lain dapat kita bawa dalam doa kepada-Nya. Bapa, aku di sini merindukan-Mu.
Aku terpelihara dalam kasih-Nya sebagai anak-Nya.
Diposting tanggal 25 May 2018
