Selasa, 29 Mei 2018 1 Korintus 2:1-5 “WISDOM THE FIRST?”
Selasa, 29 Mei 2018 1 Korintus 2:1-5
“WISDOM THE FIRST?”
Kita mengejar banyak hal berharga dalam hidup di dunia ini. Orang berlomba memiliki segalanya. Namun itu belum cukup. Di Korintus saat itu orang-orang pintar mencari hikmat yaitu pikiran-pikiran tentang kebaikan yang bersumber dari akal manusia. Dengan akal manusia berusaha mencari yang terbaik. Siapa yang berhikmat dianggap orang berada pada level yang tertinggi, kaum terpelajar dan golongan bangsawan. Orang-orang berlomba mengajarkan pikiran-pikirannya sehingga banyak orang yang tertarik dan jadi pengikutnya.
Saat Paulus datang memberitakan Injil, orang beranggapan bahwa kalau Paulus mau sukses, ia harus berhikmat seperti orang di Korintus, supaya banyak orang menerima dan percaya pada pemberitaannya (ayat 1) karena yang paling berharga baginya ialah Yesus yang disalibkan demi penebusan dosa (ayat 2). Ia berkata, bukan dengan hikmat, bukan dengan kecakapan dan kemampuan manusia bahkan ia memberitakan Injil dengan ketakutan (ayat 3). Namun karena pertolongan Tuhan dan kekuatan Roh maka pemberitaan firman dapat diterima oleh orang Korintus (ayat 5). Sehingga iman jemaat tidak tergantung pada hikmat manusia tetapi pada hikmat Allah.
Tuhan yang memimpin hidup kita, misi kita, pelayanan kita dan bukan hikmat manusia. Roh Allah yang diam di dalam diriku, itulah yang memimpin aku. Itulah pengakuan Paulus. Dan hasilnya, Roh Allah menuntunnya menuai banyak jiwa. Mungkin saat ini kita sementara mengandalkan hikmat, kekayaan, jabatan. Itu semua tidaklah salah. Semuanya itu adalah juga anugerah Tuhan dalam hidup kita. Namun jangan hal itu menggantikan Tuhan dalam hidup kita. Dengan kekuatan Roh Allah, kita menggunakan hikmat, kekayaan, jabatan untuk melayani dan menyatakan kasih Allah kepada dunia ini.
Diposting tanggal 25 May 2018
