Minggu, 1 Maret 2020 Mazmur 32:1-7 KEBAHAGIAN DIBALIK PENGAMPUNAN Kamauparan lan kadipagarrisan
Minggu, 1 Maret 2020 Mazmur 32:1-7
KEBAHAGIAN DIBALIK PENGAMPUNAN
Kamauparan lan kadipagarrisan
Banyak orang yang masih sulit melakukan pengampunan terhadap seseorang yang pernah menyakitinya di masa lalu. Entah karena dia merasa malu ataupun karena dia merasa tidak penting lagi untuk menceriterakannya. Tetapi apakah dengan menyimpan dendam terhadap hal yang pernah terjadi akan menyelesaikan segala sesuatunya? Lalu apakah kemudian kita mereka tenang?
Bagi Daud kebahagiaan dan ketenangan hanya di dapatkan ketika ia mengalami pengampuan dosa dari Tuhan. Kita pula dapat belajar dari apa yang kemudian dilakuakan oleh Paulus: Pertama, dia tahu bahwa orang yang menyadari keberdosaannya tetapi tidak mau bertobat maka tidak akan mengalami ketenangan dan kedamaian. Karena itu ia memilih untuk bertobat dan mohon pengampunan. Kedua, walaupun tekanan dan kesulitan tetap terjadi dalam kehidupannya, tetapi dia percaya bahwa hidupnya tidak sendiri karena Allah adalah tempat perlindungannya. Hal ini menjadikan Daud nyaman memilih tetap menggantungkan hidupnya hanya kepada Allah.
Bagaimana dengan kita? Mengakui kesalahan/dosa yang pernah kita lakukan masa lalu adalah solusi untuk mendapatkan kasih karunia dari Tuhan. Setiap orang yang sadar akan dosanya lalu mengaku bahwa dirinya berdosa maka Tuhan yang adalah kasih akan menyatakan pengampunan dan pemulihan. Dengan demikian maka apapun yang terjadi kedepannya kita tidak akan merasa tertekan dan takut dengan kesulitan-kesulitan yang akan terjadi sebab seperti Daud kita pun percaya bahwa Allah adalah tempat perlindungan yang sejati yang terus memberi jalan dan kesempatan buat kita untuk menerima pengampunan-Nya. Terpujilah Kristus. Amin
Diposting tanggal 26 Feb 2020
