MAKIN MEMPERCAYAKAN DIRI KEPADA PAHLAWAN SEJATI Matius 14 : 22-33
Pemahaman Teks :
Kisah dalam bacaan ini, adalah lanjutan dari kisah sebelumnya di mana Yesus Kristus memberi makan 5000 orang (belum termasuk wanita dan anak-anak) dengan modal 5 roti dan 2 ikan. Yesus menunjukkan kuasa yang Ia miliki dengan mujizat tersebut. Kuasa-Nya makin nyata saat Ia bisa berjalan diatas air dari pinggir sampai ke tengah danau tanpa tenggelam. Juga saat Petrus yang mempercayakan diri kepada-Nya dapat melakukan hal yang sama (walau kemudian Petrus goyah dengan godaan angin sehingga menjadi tenggelam). Saat Ia, naik ke perahu pun, angin segera reda (ayat 32 bnd saat Yesus meredakan angin rebut di pasal 8:26).
Pokok-Pokok Yang dapat dikembangkan
HUT kemerdekaan ini mengharuskan kita untuk mengingat kembali bagaimana perjuangan berat para pendahulu kita untuk meraih kemerdekaan. Sulit melepaskan diri dari belenggu penjajah. Darah dan nyawa taruhannya. Bagaimana dengan kita saat ini? adakah belenggu-belenggu lain yang membuat kita sulit membebaskan diri? Apa yang mesti kita lakukan?
Yesuslah Pembebas/Pahlawan sejati
Sesudah orang banyak (5000 orang lebih) makan pada sore hari di tempat terpencil di seberang danau, Yesus menyuruh mereka pulang ke rumah masing-masing. Yesus juga menyuruh murid-murid-Nya berangkat dengan perahu, sementara Ia masih tinggal seorang diri berdoa dari sore hari sampai jauh malam. Sesudah itu barulah Yesus berangkat mendapati murid-murid-Nya yang sedang kesulitan di tengah danau karena angin yang bertiup berlawanan dengan arah perahu. Jadi 2 hal di sini, yakni murid-murid sudah naik perahu sejak sore hari (sebelum gelap) sampai sekitar jam 3 subuh tetapi belum sampai juga. Mereka masih ada di tengah danau Galilea/Tiberias/Genesaret yang panjangnya 21 KM dan lebar 11 KM. Jadi sekitar 9 jam mereka berjuang tetapi belum bisa sampai di seberang. Mereka dihalangi oleh angin yang bertiup berlawanan arah dengan perahu. Dengan demikian, kurang lebih 9 jam Yesus berdoa sendirian di atas sebuah bukit di seberang danau.
Sesudah itu Yesus menyatakan kuasa-Nya atas alam. Alam ini ciptaan-Nya sehingga ia berkuasa mengendalikannya. Dia berjalan di atas air sekian kilo meter (dari pinggir sampai tengah danau), tanpa tenggelam. Murid-murid melihat-Nya dan mengira Dia adalah hantu, menjadi bukti bahwa hal ini belum pernah terjadi karena manusia biasa tidak mungkin melakukannya. Tetapi kini, benar-benar mereka lihat sendiri bahwa Yesus berjalan di atas air. Perjalanan-Nya di atas air tidak terpengaruh sama sekali oleh angin kencang, bahkan angin itu reda saat Ia sudah masuk ke dalam perahu (bnd. saat Yesus meredakan angin ribut dalam Mat. 8:24-27). Padahal perahu yang ditumpangi para murid sangat kesulitan untuk maju karena hambatan angin. Yesus membebaskan/memerdekakan para murid dari hambatan dan ancaman angin kencang. Perjuangan mereka sekitar 9 jam tidak berhasil tetapi saat Yesus hadir, semuanya menjadi mudah. Tidak ada orang yang dapat membebaskan diri dari hambatan dan ancaman angin ribut. Hanya Yesus saja. Peristiwa ini membuat para murid terheran-heran dan mengaku “sesungguhnya Engkau anak Allah” (ayat 33). Tentu saja, tidak berhenti di situ. Hanya Yesuslah yang sanggup mengalahkan kematian dengan bangkit dari kematian pada hari ketiga. Dengan demikian, hanya dengan percaya kepada Yesus maka kematian tidak akan menghalangi manusia untuk datang kepada Allah dan menikmati persekutuan dengan Tuhan selama-lamanya.
Para pahlawan bangsa telah berjuang sampai titik darah penghabisan. Sesudah itu mereka tak berdaya dengan kematian. Perjuangan mereka hanya dinikmati oleh orang-orang yang lahir kemudian, sedangkan mereka sendiri tidak menikmati kemerdekaan itu. Karena itu kita perlu menghargai perjuangan mereka. Namun Yesus berbeda dengan mereka bahwa justru Kematian dan kekuatan alam tak mampu menghentikan Yesus. Ia mengalahkan-Nya sehingga orang yang percaya kepada-Nya pun tidak akan terhambat oleh kekuatan alam atau kekuatan apa pun juga. Dialah pahlawan sejati yang membebaskan manusia dari ancaman bencana alam, ancaman penyakit, ancaman orang lain bahkan ancaman kematian kekal. Ia telah mengatasi semuanya. Percayalah!
Fokus pada Yesus Kristus
Karena percaya kepada Yesus Kristus, maka Petrus yang adalah manusia biasa ternyata bisa berjalan di atas air (ayat 29). Jika sebelumnya Petrus tidak dapat berjalan diatas air, kini ia dapat melakukannya karena saat itu perhatian Petrus tertuju pada Yesus. Ia percaya penuh kepada perkataan Yesus yang mengatakan “datanglah” (ayat 29). Namun situasi berubah, saat Petrus mulai tergoda dengan tiupan angin kencang (bahkan perahu pun tidak bisa bergerak). Akhirnya Ia gagal fokus. Perhatian Petrus terpecah, Tidak lagi kepada Yesus, tetapi kini kepada angin yang meniupnya hingga Ia menjadi bimbang (ayat 31). Hingga akhirnya dia tenggelam, tidak mampu lagi berjalan di atas air. Untung Yesus segera datang menolongnya.
Ilustrasi :
Istri atau suami yang mendua hati, yang hatinya tidak lagi fokus pada pasangannya pasti akan mengalami kesulitan dalam rumah tangga. Bahkan dapat menenggelamkan rumah tangganya ke jurang kehancuran. Sebaliknya, istri atau suami yang fokus kepada pasangan masing-masing akan siap menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing dan memperbaiki diri bersama-sama.
Percayalah sepenuhnya kepada kuasa Tuhan Yesus Kristus karena pergumulan atau masalah tak terpecahkan oleh manusia mana pun, sudah diatasi oleh Yesus yang berkuasa atas alam dan bangkit dari kematian. Janganlah mendua hati. Jangan mudah mengandalkan diri kepada manusia, karena kekuatan manusia terbatas. Jangan mudah tergoda dengan janji-janji dan bantuan dari orang lain, apalagi mengandalkan orang lain. “Lebih baik berlindung pada Tuhan dari pada percaya kepada manusia (Mazmur 118:8). Andalkanlah Tuhan Yesus yang berkuasa atas alam, kematian, penyakit bahkan roh-roh jahat. Apapun yang terjadi, Tuhan yang meciptakan segalanya, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, selalu hadir melindungi kita. “dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku, tetapi tidak sehelaipun dari rambut di kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu” (Lukas 21:17-19). Mari fokus kepada Kristus, maka kita akan mampu menghadapi berbagai perjuangan atau pergumulan hidup bahkan mampu “bersyukur dalam segala hal”. Soli Deo Gloria.
Diposting tanggal 10 Aug 2017
