Roma 10:5-15 GIAT DALAM RENCANA ALLAH BAGI SEMUA (Parruk Umpana’ta’ Tanan Penaan-Na Puang Matua Lako Mintu’na)
Bahan Penelaahan Alkitab, 14-19 Agustus 2016
GIAT DALAM RENCANA ALLAH BAGI SEMUA
(Parruk Umpana’ta’ Tanan Penaan-Na Puang Matua Lako Mintu’na)
Roma 10:5-15
Tujuan: Lihat tujuan khotbah tanggal 13 Agustus 2017
Pengantar
Dalam pasal 9-11, Paulus mau menjelaskan mengapa Israel, umat pilihan Allah, banyak menolak Mesias mereka, Yesus Kristus. Dalam perikop kita, dia membandingkan dua cara mendengarkan firman Allah. Israel mendengarnya terutama sebagai hukum yang menuntun dalam jalan kehidupan (ay.5). Hal itu tentu benar, tetapi menyesatkan ketika lepas dari janji Allah yang digenapi di dalam Kristus sebagai dasar kehidupan (ay.4). Firman tentang Kristus itu bukannya terlalu tinggi atau dalam untuk dijangkau (ay.6-8). Firman itu memberitakan Kristus yang telah dibangkitkan oleh Allah untuk menjadi Tuhan atas kehidupan kita (ay.9). Jika dalam hati kita percaya akan kebangkitan Kristus, kita diterima (dibenarkan) oleh Allah (ay.10a). Kepercayaan itu muncul di hadapan orang lain dalam pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan (ay.10b). Jadi, bukan “aluk” yang menyelamatkan, bahkan “aluk” Allah (Taurat), melainkan iman yang percaya kepada Kristus yang telah bangkit (ay.11) dan dengan bangga menyandang nama Kristus sebagai Tuhan (ay.13).
Oleh karena itu, keselamatan tidak dibatasi pada satu kelompok saja, seperti Taurat yang dibatasi pada orang Israel saja (ay.12). Sebuah “aluk” diwariskan kepada keturunan, tetapi sebuah firman bagi semua bangsa harus diperdengarkan kepada mereka (ay.13). Makanya, orang harus diutus ke mana saja ada bangsa (ay.14). Pada saat menulis surat ini, Paulus sendiri memiliki pengharapan untuk diutus ke Spanyol dengan dukungan orang-orang percaya di Roma (15:24). Itulah satu cara mereka dapat giat dalam rencana Allah bagi semua di dalam Kristus. Mungkin Paulus juga berharap bahwa mereka akan siap mendukung orang-orang di antara mereka yang dipanggil Allah untuk memberitakan firman di tempat lain. Kalau kita hanya mendengarkan firman Allah sebagai hukum turun-temurun, tentunya kita tidak akan berpikir luas. Tetapi begitu kita menangkap bahwa rencana Allah itu untuk semua suku, bangsa, dan bahasa, kita akan rindu supaya orang lain mengalami keindahan percaya dan mengaku Kristus karena ada orang yang membawa kabar baik kepada mereka (ay.15).
Pertanyaan Diskusi
1. Bagi kita, apakah Firman Allah semata-mata hukum torat, atau firman keselamatan di dalam Kristus? Apakah kita percaya pada kebangkitan Yesus, atau pada usaha kita mengikuti “aluk” kristiani?
(Umba susi ke kita, ia tu kadanna Puang Matua simata-mataraka atoran sukaran aluk ba’tu kada kasalamaran diona Kristus? Manassa tapatongan raka tu kamalimbangunan-Na Kristus, ba’tu tanan penaantari menturu’ lako’ “aluk” kasaranian?.
2. Bagaimana kita bisa giat dalam rencana Allah bagi semua orang dengan mendukung pemberitaan Kristus kepada semua suku, bangsa, dan bahasa?
(Umbara latakua parruk umpana’ta’i tu tanan penaan-Na Puang Matua lako mintu’ tau dikua anna maleso kumua tatulak lulangan tu kareba kaparannuan diona Kristus lako mintu’ bangsa sia basa.)
Diposting tanggal 09 Aug 2017
