Bahan Penelaahan Alkitab, 23-28 Oktober 2017 : MENGABDI KEPADA ALLAH DAN BERKARYA BAGI BANGSA Matius 22:15-22
Bahan Penelaahan Alkitab, 23-28 Oktober 2017
MENGABDI KEPADA ALLAH DAN BERKARYA BAGI BANGSA
Matius 22:15-22
Tujuan:
1. Jemaat memahami bentuk pengabdian kepada Allah dan berkarya bagi Bangsa
2. Pemuda Kristen dapat menggunakan kehidupannya untuk mengabdi kepada Allah dan berkarya bagi bangsa.
Pembimbing
Orang Farisi berunding dengan orang Herodian untuk menjerat Yesus (ay.15-16a). Sesungguhnya, kedua kelompok ini sulit bersatu sebab pada dasarnya orang Farisi “tidak mau membayar pajak kepada Kaisar Romawi” sebab membayar pajak berarti mengakui dirinya sedang dijajah Roma. Juga, membayar pajak kepada kaisar berarti “mengakui ada raja lain dalam hidup mereka selain raja kehidupan mereka yakni Allah”. Orang Farisi lebih rela membayar “pajak kepada Allah melalui pajak bait suci” dari pada membayar pajak kepada Roma. Tetapi membayar pajak karena ditekan dan dipaksa pihak Roma justru melalui “wali wilayah Palestina yaitu Herodes Antipas dan sejawatnya”. Orang Herodian adalah “kelompok Yahudi yang menharapkan/memperjuangkan keturunan Herodes Agung sebagai raja mereka dan seharusnya bukan raja Romawi”.
Kelompok yang berbeda bahkan bertentangan ini bersatu demi menjebak Yesus dengan pertanyaan “… Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?". Mengapa pertanyaan ini dipakai untuk menjerat Yesus? Pertanyaan ini merupakan jebakan yang akan menjerat Yesus sebab, Pertama, apabila Yesus segera menjawab jangan bayar pajak, maka orang Farisi dan Herodian mempunyai alasan untuk menyebut atau menuduh Yesus sebagai pemberontak kepada pemerintahan Romawi sebab Ia menyuruh rakyat untuk tidak membayar pajak. Kedua, kalau Yesus segera menjawab bahwa kamu harus membayar pajak, maka Farisi segera menuduh Yesus sebagai “pengkhianat Israel” sebab Yesus dianggap sama saja dengan pemerintah Romawi yang menuntut pembayaran pajak yang sangat memberatkan masyarakat.
Yesus memahami maksud “jerat” itu. Yesus meminta mata uang yang dipakai membayar pajak yakni uang satu dinar. Pada sisi muka mata uang satu dinar terdapat gambar Kaisar Tiberius dengan tulisan dipinggirnya bertuliskan “Tiberius Kaisar, Putera Agustus yang Ilahi” dan pada bagian belakangnya terdapat gambar Ibunda Kaisar yang duduk di atas tahta ilahi dengan tulisan pinggirnya “Imam Tertinggi”. Gambar dan tulisan pada uang dinar sebagai lambang kekuasaan Romawi bahwa Kaisar itu berkuasa, disembah dan dialah penentu segala-galanya.
Yesus hendak mengatakan bahwa kamu memakai uang Roma yang dikuasai Kaisar karena itu “berikanlah” pajak kepada Kaisar. Tetapi kamu juga adalah “gambar Allah” yang hidupmu dikuasai Allah maka persembahkanlah seluruh hidupmu hanya kepada Allah. Mata uang kepunyaan Kaisar tetapi manusia dan segala isi bumi adalah milik Allah. Jadi Yesus mengajar orang Farisi untuk taat kepada pemerintah yang mengatur pajak untuk kebaikan hidup bersama dalam negara tetapi bersamaan dengan itu orang Farisi mestinya lebih setia dan taat menyerahkan hidupnya kepada Allah saja, sebagaimana yang juga diajarkan dan diakui oleh mereka. Sementara orang Herodian merasa Yesus menganjurkan agar masyarakat “membayar pajak” seperti yang mereka sendiri inginkan. Orang Farisi tidak bisa menjerat Yesus di hadapan orang Herodian demikian sebaliknya orang Herodian tidak bisa menuduh Yesus sebagai propokator tidak membayar pajak. Itulah sebabnya diakhiri dengan kalimat…” Mendengar itu heranlah mereka dan meninggalkan Yesus lalu pergi” (Materi ini diringkas dari berbagai sumber)
Pertanyaan Diskusi
1.Baca dengan baik ayat 16b “… Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka…”. Apakah mereka tulus dan jujur berkata-kata seperti itu kepada Yesus? Apakah cara seperti ini bisa terjadi dalam kehidupan bersama dalam jemaat? Berikanlah contoh.
2.Kejujuran membayar pajak sedang diperjuangkan pemerintah (program Tex Amnesty). Apakah himbauan Yesus “memberikan kewajiban kepada Kaisar” sama dengan keharusan membayar pajak sekarang ini? Kita membayar pajak karena himbauan Yesus atau karena takut kepada pemerintah?
3.Terakit dengan minggu pemuda, maka tanggung jawab apa yang seharusnya diwujudkan oleh pemuda terhadap negara dan gereja? Diskusikanlah.
Diposting tanggal 22 Oct 2017
