Bahan Khotbah Minggu ke-34, 20 Agustus 2017 ALLAH MERANGKUL ORANG LAIN JUGA (Nakarimmanni Duka Puang Matua tu To Senga’) 

Bahan Khotbah Minggu ke-34, 20 Agustus 2017
ALLAH MERANGKUL ORANG LAIN JUGA
(Nakarimmanni Duka Puang Matua tu To Senga’) 

 

Mazmur                          Mazmur 150:1-6 atau Mazmur 67:2-8
Bacaan 1 Yesaya 56:6 - 8 (Bahan Utama)
Bacaan 2 Roma 11:1-2a, 29-32
Bacaan 3 Matius 15:21-28
Nas Persembahan  Mazmur 67:7,8
PHB Mazmur 119:159

Tujuan:

1. Jemaat memahami bahwa kasih dan berkat Allah berlaku bagi semua.

2. Jemaat terdorong untuk membagi kasih Allah tersebut kepada orang-orang lain.

 

Penjelasan Teks :

Ketika bangsa Israel kembali dari pembuangan dari negeri Babel, hal pertama yang ditekankan oleh Allah kepada umat orang Israel adalah : “Taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan” (ay.1). Ketaatan pada hukum dan menegakkan keadilan merupakan bagian dari keutuhan atau kepenuhan keselamatan dalam arti lebih luas bahwa kesetiaan dan pemenuhan janji Allah untuk senantiasa memberkati dan melindungi umat-Nya akan diwujudkan-Nya. Tentunya penekanan perintah ini tidak terlepas juga dari kembalinya bangsa Israel dari pembuangan dimana banyak hal yang mereka telah lihat, dengar dan alami bersama dengan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Pengalaman hidup tersebut tentunya dapat mempengaruhi cara hidup mereka jika hal tersebut dibiarkan. Bahkan lebih jauh dari itu perintah ini dinyatakan oleh Allah supaya bangsa Israel tidak lagi jatuh ke dalam dosa dengan berbalik daripada-Nya sehingga Allah harus menjatuhkan hukuman atas mereka kembali. Demikian pula sebaliknya bahwa pengalaman dan interaksi hidup di negeri pembuangan telah membuat banyak orang lain dapat mengenal dan menyembah Allah Israel.

Hal selanjutnya dalam penekanan perintah tersebut ialah, Allah merancang keselamatan bagi bangsa/orang lain lewat umat-Nya ( ay.6-8). Allah menghendaki lewat ketaatan bangsa Israel terhadap orang yang mengenal dan percaya kepada Allah sebagaimana kerinduan yang sama diungkapkan oleh sang pemazmur dalam mazmur 67. Sebuah ungkapan keyakinan dari sang pemazmur bahwa Allah berkenan mengasihi dan menerima setiap orang/bangsa yang datang kepada-Nya. Sebagaimana harapan sang pemazmur yang menghendaki agar semua bangsa dapat mengenal dan menyembah Allah, maka Allah memiliki kerinduan untuk menjadikan bangsa lain menjadi bahagian dari umat-Nya.

Kehadiran Allah di dalam Yesus Kristus mewujudkan kerinduan tersebut Ketika Allah datang melawat umat-Nya, Allah bukan saja hadir kepada umat-Nya (bangsa Israel/umat Yahudi) tetapi bangsa-bangsa lain juga beroleh kasih-Nya. Bahkan melalui kitab Roma 11 dikatakan bahwa orang-orang Yunani menjadi percaya kepada Yesus Kristus dan beroleh anugerah tersebut dan oleh Rasul Paulus kemudian diajak untuk memberitakan keselamatan Allah di dalam Yesus Kristus kepada orang-orang Yahudi. Hal ini mau menunjukkan bahwa Allahpun berkenan untuk memakai bangsa-bangsa lain untuk memberitakan kasih dan hukum-hukum-Nya. Kegagalan umat Yahudi untuk setia menjadi kesempatan bagi orang lain untuk menerima kasih Allah. Sekaligus juga hal ini menunjukkan bahwa penolakan orang Yahudi tidak membuat Allah menolak dan meninggalkan umat-Nya (Roma 11:1). Allah tetap mengasihi dan tetap merindukan umat-Nya tersebut untuk setia kepada-Nya dan melanjutkan pernyataan kesetiaan Tuhan tersebut. Karena itu, Allah memakai orang-orang Kristen non-Yahudi untuk menyampaikan kerinduan tersebut (lihat ayat 29). Melalui Yesus Kristus akhirnya terwujudlah apa yang menjadi rencana dari Allah sebagaimana yang terdapat di dalam seruan Yesaya dan kerinduan sang pemazmur bahwa Allah berencana menjangkau semua manusia. Sedangkan penolakan orang Yahudi terhadap Yesus Kristus yang diharapkan menjalankan rencana dan kerinduan tersebut, tidaklah membatalkan rencana Allah.

 

Pokok-Pokok yang dapat dikembangkan :

Pertama, Kerinduan Allah kepada umat-Nya dan orang-orang lain. Allah menghendaki agar umat-Nya senantiasa hidup dengan penuh damai dan sejahtera. Ia tidak menghendaki umat-Nya berada dalam kesusahan dan kesengsaraan.  Hal tersebut hanya akan berlaku jika mereka senantiasa taat dan melakukan kebenaran Allah. Dengan ketaatan melakukan kebenaran, Allah akan melimpahkan rahmat dan kemurahan-Nya, bahkan Allah akan bekerja dalam kehidupan umat-Nya, teristimewa bagi bangsa Israel yang baru pulang dari pembuangan, terlebih ketika mereka berhadapan dengan kenyataan akan kampung halaman mereka yang hancur-lebur. Allah menghendaki bangsa Israel setia serta dapat menjadi saluran berkat Allah bagi sesamanya, sehingga semakin banyak bangsa yang mengenal dan menyembah Allah. Kepada orang Israel Allah menyatakan kesediaan untuk menerima bangsa lain menjadi umat-Nya (ayat 8).

Seperti yang kita alami di bulan kemerdekan ini, bahwa kemerdekaan dinikmati bukan hanya oleh satu kelompok tertentu saja tetapi boleh dinikmati oleh segenap warga negara RI dari Sabang sampai Merauke. Demikian pula halnya bahwa pembebasan dari pembuangan membuka ruang bagi bangsa lain untuk menjadi umat Tuhan.

Kedua, Allah dapat memakai siapa saja untuk diutus menyatakan dan mewujudkan kasihNya. Penolakan orang Yahudi kepada Yesus Kristus sebagai Mesias tidak membatalkan kasih Allah bagi semua manusia dan juga tidak membatalkan kasih karunia dan panggilan-Nya untuk orang-orang Yahudi. Allah tetap menghendaki orang-orang Yahudi tetap menjadi umat-Nya sebagaimana Allah juga berkenan menjadikan bangsa lain menjadi umat-Nya (Rm.11:29). Untuk itu Allah berkenan memakai orang non-Yahudi yang percaya kepada Allah untuk memberitakan kepada kepada orang-orang Yahudi bahwa janji Allah tetap berlaku bagi mereka (ay.30,31), untuk menyampaikan bahwa Yesus Kristus itulah Tuhan dan jurus’lamat. (Mukadimah PGT). Jadi hal ini hendak menunjukkan bahwa Allah mengasihi semua manusia dan menghendaki supaya mereka dapat menjadi umat-Nya dan percaya serta menyembah Dia. Untuk itu, diperlukan orang lain untuk menyampaikan maksud dan kerinduan tersebut. Untuk melakukan hal tersebut Allah dapat memakai dan mengutus siapa saja yang dikehendakinya. Termasuk orang-orang non-Yahudi dan juga seorang Paulus yang dahulunya adalah seorang yang sangat membenci Yesus dan menganiaya murid-murid Yesus kemudian dipanggil oleh Allah dan diutus untuk memberitakan Injilnya bukan hanya kepada orang Yahudi tetapi juga kepada banyak bangsa lain.

 

Ilustrasi

Sekitar jam 10 pagi seorang bapak tua pergi ke sebuah warung makan dekat sebuah kampus teologi dengan maksud untuk mengisi perut yang kosong. Di warung tersebut ada beberapa mahasiswa yang lagi asyik berdiskusi sambil menikmati kopi dan gorengan pisang. Di tengah-tengah diskusi mahasiswa tersebut, bapak tua yang telah selesai makan mencoba untuk terlibat dalam diskusi para mahasiswa. Namun tindakan bapak tua itu, tidak mendapat respons yang baik, bahkan ia tidak  diberi kesempatan turut campur sebab penampilan bapak tersebut biasa-biasa saja. Bapak tersebut tidak menanggapi respons tersebut, melainkan ia tetap mencoba untuk terlibat dalam diskusi sampai kemudian ia diingatkan untuk diam saja. Sementara mahasiswa itu menyuruh bapak itu diam, Masuklah seorang bapak separuh baya yang merupakan seorang sopir dari rektor di kampus tersebut. Dengan sedikit membungkukkan badan, bapak ini menyalami sang bapak tua dan kemudian menyapa bapak tua itu dengan menyebut nama bapak tua tersebut. Beberapa mahasiswa yang melihatnya menjadi kaget mendengar nama bapak tua itu yang sama dengan “nama seorang dosen yang akan membawakan mata kuliah terbuka di kampus mereka pada jam 2 siang nanti”. Penasaran dengan hal itu, mahasiswa tersebut bertanya kepada bapak yang baru datang apakah bapak tersebut adalah seorang dosen. Belum sempat bapak itu menjawab, seorang bapak tua kembali memasuki warung makan, dan rupanya bapak tua itu adalah rektor di kampus teologi. Rektor tersebut kemudian menyalami sang bapak tua dan menyapanya dengan nama lengkap dari bapak tua tersebut. Kagetlah para mahasiswa itu, karena ternyata sang bapak tua yang berpenampilan biasa-biasa saja itu, ternyata adalah sang dosen yang akan membawakan materi dalam kuliah terbuka yang tadinya mereka diskusikan.

 

Untuk direnungkan:

Allah dapat memakai siapa saja, termasuk orang yang sangat sederhana. Karena itu, janganlah kita menilai orang hanya dari penampilannya saja, melainkan terimalah dan hargailah setiap orang karena kadang kita tidak menyangkah kalau ternyata orang yang kita anggap sangat sederhana dimata kita, justru lebih berarti dalam kehidupan kita. 


Diposting tanggal 18 Aug 2017

Daftar Artikel

Mazmur 128 adalah nyanyian ziarah ketika umat Tuhan berangkat ke Bait Allah. Nyanyian ini dinyanyika.....

Selengkapnya ..

Pembacaan kita hari ini menceritakan tentang iman seorang Perwira. Disaat salah satu hambanya sakit .....

Selengkapnya ..

Bacaan kita menggambarkan bagaimana kerinduan Mikha agar bangsa-Nya tetap hidup di jalan yang Tuhan .....

Selengkapnya ..

Paulus menyampaikan salam kasihnya kepada Timotius karena Paulus tahu bahwa pelayanan Timotius di Ef.....

Selengkapnya ..

Kejadian 12:1-9 mengisahkan panggilan Tuhan kepada Abram untuk meninggalkan apa yang dikasihinya. Ab.....

Selengkapnya ..

Roma 5:12-21 sepertinya memberi kesan terjadi ketidakadilan. Jika hanya ada satu orang, yakni Adam y.....

Selengkapnya ..

Demikian kisah Kain dan Habel. Kita tahu bahwa Kain telah membunuh Habel yang adalah saudaranya send.....

Selengkapnya ..

Bacaan hari ini menggambarkan sukacita Daud karena telah merasakan anugerah pengampunan dari Tuhan. .....

Selengkapnya ..

Bagi Daud kebahagiaan dan ketenangan hanya di dapatkan ketika ia mengalami pengampuan dosa dari Tuha.....

Selengkapnya ..

Hal ini dialami oleh raja Herodes ketika Yesus tampil sebagai pribadi yang semakin dikenal oleh bany.....

Selengkapnya ..

Iman orang-orang di Roma adalah iman yang bertumbuh dengan baik bahkan telah tersiar di seluruh duni.....

Selengkapnya ..

Setelah dinasihati oleh Natan maka raja Daud pun mengakui dosanya dan meminta belas kasihan dari All.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...