MENJADI BAGIAN DARI RENCANA ALLAH YANG PASTI (Dipaalai Bilangan lan Kamanassan Tanan Penaan-Na Puang Matua)

Bahan Khotbah Minggu ke-35, 27 Agustus 2017
MENJADI BAGIAN DARI RENCANA ALLAH YANG PASTI
(Dipaalai Bilangan lan Kamanassan Tanan Penaan-Na Puang Matua)

 

Mazmur                      : Mazmur 138:1-8
Bacaan 1 : Yesaya 51:1-6 (Bahan utama)
Bacaan 2 : Roma 12:1-8
Bacaan 3 : Matius 16:13-20
Nas Persembahan   : Imamat  7:29
PHB                               : Yesaya 51:6

 

Tujuan:

1. Jemaat memahami bahwa dirinya adalah bagian dari rencana penyelamatan Allah yang pasti sehingga semakin bertumbuh dalam iman.

2. Jemaat sungguh meyakini janji Tuhan yang pasti akan tergenapi di dalam kehidupannya sebagai orang percaya.

 

Pemahaman Teks

Yesaya bernubuat pada saat Yehuda tengah dalam pembuangan di Babel, mereka dalam keadaan hancur tanpa harapan. Penguatan dari Allah disampaikan oleh Yesaya bahwa tidak lama lagi Allah membebaskan umat-Nya dan membawa pulang ke Yerusalem untuk memulai suatu hidup baru.

Pokok bahasan dalam Yesaya 51:1-6 merujuk pada Firman Allah yang hadir kepada kaum sisa yang setia. Dalam kondisi buruk yang mereka alami dalam pembuangan di Babel, Allah menyatakan janji bahwa mereka adalah bagian dari rencana penyelamatan dan pembebasan. Meski banyak yang tak lagi mampu bertahan menghargai dan mempercayai Tuhan, namun masih ada juga yang tetap bertahan dalam kesetiaannya kepada Tuhan. Walaupun dalam kesetiaan itu kehadiran Tuhan seolah-olah tidak lagi dirasakan secara nyata karena beratnya tekanan dan penindasan di Babel. Dalam keadaan rapuh tersebut ada ajakan Tuhan kepada umat-Nya. Pertama, agar mereka mendengar Tuhan (ay.1), Ini menyiratkan pentingnya umat yang ada dalam pembuangan mengembalikan posisi Allah dalam kehidupan rohani mereka sebagai Allah yang berdaulat dan satu-satunya sumber terpercaya yang harus mereka dengar. Kedua, Pandanglah Abraham bapa leluhurmu dan Sara (ay.2-3) kata ini ingin menggugah ingatan bangsa Israel untuk mengenang kembali perbuatan Allah di masa lampau bahwa leluhur mereka yakni Abraham dan Sara hidup benar di hadapan Tuhan dan telah merasakan berkat sebagaimana yang dijanjikan Tuhan. Hal ini pun akan berlaku dalam kehidupan mereka sejauh mereka memiliki keyakinan teguh kepada Tuhan. Ketiga, memperhatikan suara Tuhan (ay.4) karena di dalamnya ada pengajaran dan hukum Tuhan. Sehingga umat Tuhan memiliki petunjuk dan arah yang jelas dalam menjalani kehidupan yang berkenan bagi Tuhan. Keempat, pemenuhan janji Allah yang segera dipenuhi (ay.5-6). Meski harus melalui proses yang panjang dan mengalami penderitaan tetapi umat Tuhan kini dapat meyakini bahwa mereka ada dalam rencana penyelamatan Allah yang pasti terjadi. Inilah pemberitaan Yesaya yang harus dihidupi oleh segenap umat yang ada di pembuangan masa itu.

Sebagaimana yang difirmankan Allah bahwa keselamatan yang dari pada-Ku tidak akan berakhir (Yes.51:6) maka dalam masa selanjutnya penyelamatan Allah bagi umat-Nya terus berlanjut. Matius 16:13-20, sosok Yesus sebagai Mesias atau Juruselamat menjadi topik pembicaraan yang bersifat pribadi antara Yesus dengan murid-murid-Nya. Yesus hendak mengajak para murid memikirkan dengan penuh perhatian apakah mereka telah berhasil mengajarkan orang tentang Dia (ay.13). Karena itu Yesus ingin mengetahui apa kesimpulan dari orang-orang berdasarkan pengajaran para murid dan mukjizat-mukjizat yang telah mereka lakukan dalam namaNya. Ternyata ada beragam jawaban dari para murid (ay.14). Pertanyaan yang sama diajukan kepada para murid, untuk mengetahui bagaimana pendapat mereka tentang Dia (ay.15). Pertanyaan dan jawaban atas pertanyaan ini sama pentingnya, mengingat bahwa para murid telah mendapatkan pengajaran yang lebih baik dan memiliki kesempatan lebih besar untuk memperoleh pengetahuan dibandingkan orang lain. Oleh sebab itu, sangat diharapkan bahwa mereka dapat mengenal dan memahami kebenaran yag mereka ajarkan. Khususnya tentang, apa pendapat mereka mengenai Kristus dan siapa sebenarnya Kristus menurut mereka. Karena bagaimana mungkin mereka dapat diakui sebagai hamba Kristus, jika mereka sendiri tidak tahu siapa Dia atau memiliki pemahaman keliru tentang Dia. Jawaban Petrus (ay.16) sangat singkat tetapi bermakna, benar dan mencapai sasaran. Dengan demikian Petrus telah bertindak sebagai orang percaya dan sebagai seorang rasul. Pernyataan secara terbuka mengenai kebenaran tersebut harus ditunda (ay.17-20). Sebab Kristus sebagai Mesias, dibuktikan oleh pekerjaan-pekerjaan-Nya. Yang di kemudian hari, di mata banyak orang, dapat menjadi bukti untuk menegaskan kebenaran tersebut. Kehadiran Mesias semakin memperjelas dan meyakinkan manusia, akan perwujudan dan penyempurnaan rencana penyelamatan Allah.

Roma 12:1-8 Rasul Paulus yakin bahwa ia termasuk bagian yang ada dalam rencana Allah yang pasti. Kedekatannya bersama Tuhan merubah konsep hidupnya menjadi hidup yang beribadah dengan mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Dengan tidak mengikuti kehidupan duniawi, tetapi mengikuti perilaku yang lahir dari akal budi yang telah diperbaharui Tuhan. Kepercayaan dan keyakinan tersebut kemudian diteruskan pada jemaat yang ada di Roma, dengan tujuan agar mereka terus sadar dan yakin bahwa mereka juga adalah bagian dari rencana penyelamatan Allah. Paulus ingin menasehati jemaat Roma agar mereka beribadah secara benar kepada Allah dengan mengingat belas kasihan-Nya yang telah memilih dan menetapkan mereka sebagai anak-anak-Nya.

 

Pokok-Pokok yang dapat dikembangkan:

Pertama, Percaya pada janji Tuhan. Sebagai orang percaya, tidak dapat pungkiri bahwa kita pun kerap kali goyah dalam iman kepada Tuhan tatkala didera berbagai cobaan kehidupan. Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa dalam perkara apa Ia tidak sanggup pulihkan? Bahkan Ia mengajak kita untuk turut mengingat dan mengenang sejarah bagaimana Ia benar-benar mewujudkan janji-Nya kepada setiap orang yang bersungguh-sungguh taat dan hidup benar di hadapan-Nya. Hal ini pun, juga akan terjadi di dalam kehidupan kita. Jika kita taat, hidup benar dan iman tidak menjadi lemah, maka berkat Tuhan dan kelepasan akan dirasakan di dalam kehidupan kita. Dan meskipun mengalami berbagai benturan dalam perjalanan kehidupan, tetapi setiap orang yang bersandar pada Tuhan hidupnya akan tetap diwarnai oleh rasa optimisme[1].

Kedua, Menghadirkan Yesus sebagai Mesias. Pertanyaan Yesus kepada para murid, sama pentingnya untuk diajukan kepada kita. Sungguhkah kita telah percaya kehadiran Yesus sebagai Mesias di dalam kehidupan kita? sudahkah kita mengenal secara dekat sosok Yesus, melalui hubungan yang intens dengan-Nya? Jika hal tersebut belum terpenuhi bagaimana mungkin kita dapat menyebut diri sebagai murid Yesus atau mengajar dan meyakinkan orang lain untuk percaya Yesus sebagai Mesias? Kondisi ini dapat membuat iman yang kita miliki sewaktu-waktu dapat melemah. Sebaliknya apabila hal diatas terpenuhi maka iman terus bertumbuh, kokoh dan membuat kita percaya sepenuhnya bahwa kita adalah bagian dari rencana penyelamatan Allah.

Ketiga, Menjaga kemurnian Hidup. Apabila seorang percaya meyakini bahwa dirinya adalah bagian dari rencana penyelamatan Allah maka menjadi suatu kewajiban baginya untuk menjaga kemurnian hidup. Karena setiap orang yang ingin mendapat bagian dalam rencana penyelamatan, arah hidupnya harus jelas dan terkontrol. Bukan lagi berdasarkan hasrat dan keinginan pribadi, melainkan hidup benar dan berkenan di hadapan-Nya. Caranya, sebagaimana yang diungkapkan oleh rasul Paulus, yakni jangan menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budi, sehingga dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah.

 

[1] Optimisme: Paham(Keyakinan)atas segala sesuatu dari segi yang baik dan menyenangkan sikap selalu mempunyai harapan baik di segala hal.


Diposting tanggal 26 Aug 2017

Daftar Artikel

Bacaan kita menggambarkan bagaimana kerinduan Mikha agar bangsa-Nya tetap hidup di jalan yang Tuhan .....

Selengkapnya ..

Paulus menyampaikan salam kasihnya kepada Timotius karena Paulus tahu bahwa pelayanan Timotius di Ef.....

Selengkapnya ..

Kejadian 12:1-9 mengisahkan panggilan Tuhan kepada Abram untuk meninggalkan apa yang dikasihinya. Ab.....

Selengkapnya ..

Roma 5:12-21 sepertinya memberi kesan terjadi ketidakadilan. Jika hanya ada satu orang, yakni Adam y.....

Selengkapnya ..

Demikian kisah Kain dan Habel. Kita tahu bahwa Kain telah membunuh Habel yang adalah saudaranya send.....

Selengkapnya ..

Bacaan hari ini menggambarkan sukacita Daud karena telah merasakan anugerah pengampunan dari Tuhan. .....

Selengkapnya ..

Bagi Daud kebahagiaan dan ketenangan hanya di dapatkan ketika ia mengalami pengampuan dosa dari Tuha.....

Selengkapnya ..

Hal ini dialami oleh raja Herodes ketika Yesus tampil sebagai pribadi yang semakin dikenal oleh bany.....

Selengkapnya ..

Iman orang-orang di Roma adalah iman yang bertumbuh dengan baik bahkan telah tersiar di seluruh duni.....

Selengkapnya ..

Setelah dinasihati oleh Natan maka raja Daud pun mengakui dosanya dan meminta belas kasihan dari All.....

Selengkapnya ..

Yesaya 58:1-12 berisi teguran Tuhan melalui nabi Yesaya terhadap pola beribadah umat Tuhan yang pen.....

Selengkapnya ..

Raja Daud mengakui dihadapan Tuhan akan dosanya setelah nabi Natan memperingatkannya. Raja Daud meng.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...