Kamis, 30 April 2020 Keluaran 24:1-11 PERJANJIAN DENGAN TUHAN Sibasse Puang Matua
Kamis, 30 April 2020 Keluaran 24:1-11
PERJANJIAN DENGAN TUHAN
Sibasse Puang Matua
Materai 6000, tanda tangan, stempel adalah alat kelengkapan yang penting dalam sebuah naskah perjanjian yang menjadi tanda sah, tanda kebenaran dari perjanjian yang dibuat itu yang sifatnya mengikat pihak-pihak yang berjanji. Naskah perjanjian yang ditanda-tangani, dicap, di stempel dan dimateraikan, kemudian menjadi alat bukti sah bila terjadi masalah, gugatan, sengketa atas sebuah perjanjian. Lalu bagaimana kalau Allah mengikat perjanjian dengan umat-Nya?
Dalam konteks PL seperti kitab keluaran, tanda perjanjian Allah dengan umatNya ialah darah korban(domba, lembu dll) yang dipersembahkan dalam suatu ibadah, seperti yang dilakukan Musa dan Harun serta umat Israel. Dalam konteks PB, Darah Anak Domba yakni darah Kristus menjadi tanda dan materai dari perjanjian Allah dengan umat-Nya. Mengapa harus darah? Darah yang kerapkali disebut nyawa menjadi sebuah penegasan bahwa perjanjian Allah dengan umat-Nya adalah perjanjian yang membutuhkan pengorbanan. Allah berkorban dengan mengubah kutuk menjadi berkat dan berharap umat-Nya mau berkorban diri dengan rela mengubah ketidaksetiaan menjadi setia. Perjanjian dengan perngorbanan ini ternyata membawa dampak yang luar biasa, bahwa umat dapat melihat Allah dan merasakan Allah dalam hidup dalam Kristus.
Pesan penting bagi kita adalah hidup setialah dalam perjanjian dengan Allah, seperti Musa dan umat Israel agar dapat memandang Allah dan menikmati berkat-berkatNya. Janji Allah selalu tuntas dan tak pernah gagal dalam menyatakan kasih karunia-Nya dalam kehidupan kita. Amin
Diposting tanggal 30 Apr 2020
