PILIHLAH KEHIDUPAN (Pileimi tu katuoan)

Bahan Khotbah Minggu ke-7, 12 Februari 2017

PILIHLAH KEHIDUPAN

(Pileimi tu katuoan)

 

Mazmur Mazmur 119:1-8
Bacaan 1 Ulangan 30:15-20
Bacaan 2 1 Korintus 3:1-9 (Bahan Utama)
Bacaan 3 Matius 5:21-37
Nas Persembahan Mazmur 119:7
PHB Matius 5:37

 

Tujuan:

1.   Jemaat memahami bahwa hidup ini diperhadapkan dengan berbagai pilihan.

2.   Jemaat memilih kehidupan ketaatan yang total kepada hukum Allah.

3.   Jemaat memahami bahwa iri hati dan perselisihan mematikan persekutuan.

 

Pembimbing

Tema yang diangkat “Pilihlah Kehidupan” merupakan salah satu refleksi teologis terhadap korelasi keempat bacaan tersebut di atas. Mazmur 119:1-8 mengajarkan kepada para pembacanya bahwa hidup yang berbahagia adalah hidup yang menurut pada Taurat Tuhan. Ulangan 30:15-20 berisi pidato Musa tentang arti sebuah pilihan yaitu memilih hidup. Memilih hidup berarti kemauan dan kemampuan untuk mengasihi Tuhan dan manusia. Dalam 1 Kor. 3:1-9, Rasul Paulus membedakan antara ciri manusia rohani dan manusia duniawi. Matius 5:21-37 memberikan gambaran yang jelas tentang pemuridan (proses menjadi murid) yaitu murid yang menghidupi hukum Allah secara total.

Dengan menghubungkan (korelasi) keempat bacaan tersebut, diperoleh sebuah pemahaman bahwa: manusia rohani adalah orang percaya yang tidak sekedar tahu Taurat Tuhan namun yang sekaligus juga melakukannya dalam kehidupan sehari-hari dengan tindakan mengasihi Tuhan serta sesama manusia dan sesama ciptaan yang lainnya.

 

Garis Besar Khotbah

Pertumbuhan dan perkembangan persekutuan sebuah jemaat sesungguhnya tidak dapat dilepaskan dari persoalan dan pergumulan hubungan sosial (antar pribadi). Berbagai talenta yang dianugerahkan Kristus kepada setiap orang percaya seringkali tidak diterima sebagai kekayaan jemaat. Seringkali justru dipahami sebagai sebuah perbedaan yang tidak dapat dipersekutukan dan mempersekutukan jemaat. Pemahaman inilah yang acapkali menjadi sumber perselisihan yang berujung pada pengelompokan bahkan perpecahan dalam jemaat. Situasi seperti inilah juga yang sedang dihadapi jemaat di Korintus. Bagaimana pandangan Rasul Paulus?

Iri hati dan perselisihan yang ada dalam jemaat di Korintus menunjukkan bahwa mereka manusia duniawi, yang hidupnya secara manusiawi (ay.3). Manusia duniawi adalah manusia yang belum dewasa dalam Kristus (ay.1). Sebaliknya, manusia rohani adalah manusia yang sudah dewasa dalam Kristus yaitu mereka yang tidak minum susu lagi melainkan yang sudah dapat menerima makanan keras (ay.2). Iri hati dan perselisihan itulah yang menyebabkan muncul golongan-golongan dalam jemaat. Bagi Rasul Paulus, kemunculan golongan-golongan ini merupakan bukti yang kedua bahwa mereka adalah manusia duniawi yang bukan rohani (ay.4). Kritik Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus tentu dapat pula menjadi kritik bagi jemaat Gereja Toraja saat ini apabila di dalam jemaat tersebut terdapat iri hati dan perselisihan serta kelompok-kelompok. Jika ada jemaat yang berciri demikian, jemaat tersebut belumlah dewasa dalam Kristus.

Setelah Rasul Paulus menyinggung soal keadaan mereka, ia kemudian memberikan pengertian yang lebih jauh tentang kehadiran para pelayan Tuhan dalam jemaat di Korintus. Kehadiran para pelayan Tuhan tidaklah boleh dipahami oleh jemaat di Korintus sebagai tindakan untuk mengelompokkan jemaat dalam golongan-golongan tertentu. Kehadiran para pelayan Tuhan tersebut dimaksudkan agar mereka menjadi percaya kepada Allah (ay.5). Untuk lebih jelasnya, Rasul Paulus menjelaskan makna kehadirannya yaitu sebagai penanam dan Apolos sebagai penyiram (ay.6). Kedudukan mereka adalah sama sebagai rekan sekerja Allah (ay.9) dan masing-masing akan menerima upah sesuai dengan pekerjaannya (ay.8). Bukan penanam dan penyiramnya yang penting, melainkan Allah, sebab Allah-lah yang memberi pertumbuhan (ay.7). Bagi Rasul Paulus, para pelayan Tuhan adalah para pekerja Allah yang bekerja di dalam jemaat yang adalah ladang Allah dan bangunan Allah.

Jika menjadi anggota persekutuan sebuah jemaat Kristen dipahami sebagai memasuki Tanah Perjanjian, maka khotbah Musa dalam Ulangan 30:15-20 kiranya dapat menolong jemaat memahami apa dan bagaimana kita seharusnya bersikap sebagai penghuni Tanah Perjanjian itu. Pokok penekanan Musa ialah orang Israel tidak boleh disesatkan untuk sujud menyembah dan beribadah kepada allah lain. Penyembahan dan peribadahan orang Israel haruslah hanya kepada Allah nenek moyang mereka yakni Abraham, Ishak, dan Yakub. Apabila mereka sujud menyembah dan beribadah kepada allah lain, pastilah mereka akan celaka dan binasa/mati.  Dengan demikian pokok perintah Musa ialah Allah. Yang terpenting adalah Allah sebab Allah adalah sumber berkat, sumber hidup, sumber keturunan, sumber umur panjang.

Yang terpenting ialah Allah. Dalam hal ini Musa dan Rasul Paulus berpikiran yang sama. Jika jemaat di Korintus mengelompokkan diri dalam golongan-golongan tertentu, maka pengelompokan tersebut nilainya sama dengan “penyembahan kepada allah lain”. Peribadahan jemaat haruslah berpusat hanya kepada Allah dan bukan karena para pelayan Tuhan. Ketika peribadahan jemaat tergantung pada kehadiran para pelayan Tuhan tersebut, maka tentunya akan melahirkan iri hati dan perselisihan. Iri hati, perselisihan, dan pengelompokan akan mematikan kehidupan persekutuan dalam jemaat. Ketiga hal ini seringkali tidak disadari sehingga pertumbuhan sebuah jemaat tidak berkembang menuju harapan yang dicita-citakan.

Dalam hal ini, sehubungan dengan perintah Musa: pilihlah kehidupan, jemaat yang persekutuannya tidak harmonis karena iri hati, perselisihan, dan pengelompokkan juga diperintahkan untuk memilih kehidupan. Iri hati, perselisihan, dan pengelompokkan janganlah diberikan ruang bertumbuh dalam persekutuan jemaat sebab sesungguhnya ketiga hal tersebut mematikan kehidupan persekutuan dalam jemaat. Bagaimana agar ketiga hal tersebut tidak mematikan kehidupan persekutuan dalam jemaat?

Dalam Matius 5:21-37, Yesus memberikan pengajaran tentang pentingnya perdamaian dalam hidup bersesama, secara khusus pada ayat 23-25: Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Persembahan korban di atas mezbah perlu didahului tindakan perdamaian dengan sesama. Bagi Yesus, tanpa tindakan perdamaian, persembahan tidaklah dapat dilaksanakan. Sebuah pandangan yang radikal yang mengingatkan kita bahwa sesungguhnya perdamaian dengan sesama, sama pentingnya dengan persembahan korban dalam sebuah ibadah. Penyembahan kepada Allah sama pentingnya dengan perdamaian. orang yang hidupnya berdamai dengan sesama, mereka itulah yang layak mempersembahakan korban kepada Allah.

Dengan demikian kehidupan berjemaat yang damai dalam persekutuan (hubungan sesama anggota jemaat) menjadi prasyarat untuk menilai kelayakan kehidupan peribadatan dalam jemaat. Jika tak ada perdamaian sesungguhnya tidak ada kehidupan dalam persekutuan tersebut. Boleh jadi sia-sialah peribadatan yang dilaksanakan secara rutin tersebut. Kiranya Roh Kudus senantiasa menolong setiap anggota persekutuan untuk senantiasa hidup dalam perdamaian. Sebab perdamaian sesungguhnya adalah tindakan memilih kehidupan yang berkenan di hadapan Allah.


Diposting tanggal 30 Jan 2017

Daftar Artikel

Dalam konteks PL seperti kitab keluaran, tanda perjanjian Allah dengan umatNya ialah darah korban(do.....

Selengkapnya ..

1 Petrus 2:18-25 berisi peringatan Rasul Petrus tentang panggilan hidup orang Kristen, bahwa orang K.....

Selengkapnya ..

1 Petrus 1:13-25 merupakan ajaran mengenai respons yang diharapkan sebagai anak-anak Tuhan. Dalam pe.....

Selengkapnya ..

Paulus menegaskan bahwa Yesus dibangkitkan sebagai yang sulung dari yang meninggal (ay.20). Yesus ad.....

Selengkapnya ..

Paulus dengan tegas memberikan kesaksian tentang kebangkitan orang mati. Hal itu disampaikan kepada .....

Selengkapnya ..

Mazmur 114 merupakan respons terhadap cara Tuhan yang bekerja dalam hidup umat-Nya ketika mereka ma.....

Selengkapnya ..

Daud mengalami masalah dan berharap lepas dari masalah itu. Lalu apa yang ia lakukan? Ia berdoa kepa.....

Selengkapnya ..

Amsal 2:11-22 menuliskan bahwa hikmat tergambar dalam “kebijaksanaan yang memelihara, serta ke.....

Selengkapnya ..

Hal yang menjadi ciri khas dari kitab Amsal ialah Hikmat. Salomo selalu menekankan mengenai manusia .....

Selengkapnya ..

Saat bangsa Israel tiba di sungai Yordan, mereka bermalam disitu selama tiga hari dan sesudah lewat .....

Selengkapnya ..

Kisah Para Rasul 2:22-32 menjelaskan tentang keberadaan Petrus yang tidak lagi memiliki keraguan ber.....

Selengkapnya ..

Paulus menasihatkan kepada Jemaat di Efesus, bahwa kehidupan manusia didalam dunia ini adalah sebuah.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...