Bahan Khotbah Minggu ke-32 Tanggal 12 Agustus 2018 ROTI YANG MENGHIDUPKAN (Roti Mepatuo)

Bahan Khotbah Minggu ke-32 Tanggal 12 Agustus 2018
ROTI YANG MENGHIDUPKAN
(Roti Mepatuo)

Bacaan Mazmur : Mazmur 130:1-8
Bacaan 1   : 1 Raja-Raja 19:4-8 (Bahan Utama)
Bacaan 2   : Yohanes 6:35,41-51
Bacaan 3 : Efesus 4:25-32
Nas Persembahan   : 1  Raja-Raja 19:6
Petunjuk Hidup Baru : Yohanes 6:51

Tujuan:

  1. Jemaat memahami bahwa roti yang menghidupkan berasal dari Allah.

  2. Jemaat mengandalkan diri pada roti yang menghidupkan dari Allah

Pemahaman Teks

1 Raja-Raja 19:4-8 merupakan kisah pelarian Elia yang ketika itu membunuh semua nabi dengan pedang. Ketakutan Elia mengantarkannya melarikan diri sampai ke gunung Horeb. Dalam ayat 4 digambarkan bagaimana ketakutan Elia sampai ia melarikan diri dan masuk ke padang gurun sehati perjalanan jauhnya. Elia dikuasai ketakutan, kelelahan, keputusasaan dan kesedihan. Ada beberapa hal yang membuat Elia patah semangat dengan situasi yang ia hadapi. Pertama: Elia merasa gagal dalam hidupnya sebab orang-orang Israel tidak mau bertobat. Kedua: ia merasa sendirian dalam pergumulannya. Ketiga: merasa kelelahan dalam perjalanannya. Elia berdoa kepada Allah agar ia dapat berhenti dari segala beban pelayanan yang dikerjakan selama hidupnya.[1] Allah tidak memenuhi permintaannya, ia dibiarkan tertidur di bawah pohon arar. Allah menjumpai Elia yang patah semangat dengan sikap yang penuh perhatian dan pengertian bahkan Ia memberikan Elia makanan (roti bakar dan sebuah kendi berisi air). Dengan makanan dan minuman ini, secara jasmani Elia menjadi kuat dan dengan kasih karunia Allah, Elia mampu menjalani hidupnya kembali. Di sini Allah menolong Elia di waktu yang tepat.

Yohanes 6:35,41-51 menuliskan pernyataan Yesus bahwa Ia adalah roti hidup. Ia adalah makanan rohani  dan yang memelihara kehidupan rohani umat yang menerima-Nya. Orang-orang Yahudi yang komplain dengan pernyataan Yesus itu seakan tidak mengerti dan memahami apa yang Yesus katakan. Makanan yang kita terima dari Yesus adalah makanan yang membawa hidup kekal. Pernyataan Yesus ini sangat penting, karena menyangkut ajakan untuk memperoleh kehidupan kekal yang tidak didapat orang di tempat yang lain. Roti yang menghidupkan itu adalah Yesus. Penekanan Yesus tidak berhenti pada pernyataan-Nya bahwa Ia adalah Roti hidup, tapi Yesus juga menekankan bahwa untuk memperoleh hidup yang kekal itu, setiap orang harus percaya kepada-Nya.

Dalam Efesus 4:25-32 ditekankan dampak dari hidup sebagai manusia baru (manusia yang percaya kepada Yesus sebagai Roti Hidup itu). Menjadi manusia baru tidak berarti kehidupan lama tetap melekat pada tubuh yang dibaharui itu. Dan karena itu Paulus mengatakan kepada mereka (Jemaat Efesus), agar kehidupan lama itu benar-benar ditinggalkan dan mengenakkan hal yang baru dan dimulai dengan ajakan untuk membuang dusta, berkata benar.

Pokok-Pokok yang dapat dikembangkan:

1. Keputusasaan Elia membuat dirinya merasa tidak lebih baik dari nenek moyangnya (4-5a)

Seberapa kuatkah Izebel, sehingga Elia begitu ketakutan ketika mendengar ancaman yang datang kepadanya? Bukankah Izebel juga adalah manusia biasa yang punya keterbatasan? Lalu mengapa Elia begitu ketakutan sehingga melarikan diri dan sampai ke gunung Horeb? Ketakutan Elia yang begitu besar mengantarkan dirinya tidak lagi berpikir secara sehat. Bahkan ketika ia telah berada di Bersyeba, ia masih menempuh sehari perjalanan jauhnya masuk ke padang gurun. Dalam situasi inipun Elia merasa bahwa ia tidak layak untuk hidup. Ungkapannya yang mengatakan “Cukuplah itu! Sekarang ya Tuhan, ambillah nyawaku, sebab aku tidak lebih baik dari nenek moyangku” (ayat 4) benar-benar memperlihatakan rasa putus asanya. Pengenalan dan imannya kepada Allah sebagai sumber kehidupannya hilang begitu saja dari pikiran dan kehidupannya.

Ibarat orang yang kelelahan dan membutuhkan waktu untuk beristirahat, Elia pun berbaring dan tidur. Namun Allah tidak membiarkan Elia putus pengharapan. Allah datang menolong Elia di waktu yang tepat.

2. Allah memberi roti kehidupan (ayat 5-6)

Pertolongan Allah datang di waktu yang tepat. Kehadiran seorang Malaikat  yang datang menyentuh, menyediakan roti dan kendi berisi air,  dan menyuruhnya makan adalah bentuk perhatian Allah di balik pergumulan Elia. Roti yang diterima oleh Elia memberinya kekuatan untuk melanjutkan perjalanan sampai ia tiba di gunung Horeb. Bagaimana dengan roti kehidupan yang diterima melalui Yesus Kristus?

Dalam Yohanes 6:35,41-51 dijelaskan bahwa Yesus adalah Roti Hidup yang memelihara kehidupan rohani umat yang memakannya (menerima-Nya). Orang-orang Yahudi yang komplain dengan pernyataan Yesus itu seakan tidak mengerti dan memahami apa yang Yesus katakan. Makanan yang kita terima dari Yesus adalah makanan yang membawa hidup kekal. Hal ini penting, karena menyangkut ajakan untuk memperoleh kehidupan kekal yang tidak didapat orang di tempat yang lain. Untuk memperoleh hidup yang kekal itu, setiap orang harus percaya kepada-Nya. Karena roti yang menghidupkan dan memberi kehidupan itu adalah Yesus.

3. Kekuatan diperoleh dengan mengandalkan Allah yang memberi kehidupan (ayat 7-8)

Elia yang diliputi kegelisahan, ketakutan, kelelahan memperoleh kekuatan ketika untuk kedua kalinya ia disuruh makan roti pemberian Malaikat Allah. Kekuatan yang ia peroleh membuat dirinya dapat melanjutkan perjalanan 40 hari 40 malam sampai ia tiba gunung Horeb. Bukti kuasa Allah begitu nyata dalam diri Elia. Kekuatan diperoleh dengan mengandalkan Allah yang memberi roti kehidupan. Pengandalan diri pada Yesus yang adalah roti hidup itu, menolong setiap manusia yang percaya kepada-Nya untuk memberi dampak baru dalam hidup setiap manusia. Dan bahwa kehidupan yang lama harus benar-benar ditinggalkan sehingga kehidupan yang kita terima dari Allah membawa pada kehidupan baru yang  memuliakan nama-Nya.


[1] Alikitab Penuntun Hidup Berkelimpahan, Malang: Gandum Mas,2010,h.545

 


Diposting tanggal 09 Aug 2018

Daftar Artikel

Apa yang diuraikan Paulus dalam perikop ini sangat menarik. Tidakkah Paulus sedang tampil seperti bu.....

Selengkapnya ..

Apa yang dikisahkan di dalam novel silent menjadi gambaran umum kehadiran gereja di berbagai tempat .....

Selengkapnya ..

Peristiwa takluknya bangsa Israel membawa seluruh bangsa itu pada perenungan yang mendalam. Mereka a.....

Selengkapnya ..

Lukas 15:1-10 memberi pengertian tentang makna di balik kehilangan dan merupakan pembelaan Kristus t.....

Selengkapnya ..

Sidondo merupakan salah satu jemaat Gereja Toraja di Sulwesi Tengah yang merasakan dan mengalami dam.....

Selengkapnya ..

Kami meminta untuk didampingi terus.....

Selengkapnya ..

Perlu pelatihan untuk tahap berikutnya.....

Selengkapnya ..

Persembahan tidak selalu melulu soal uang, tapi apa yang ada pada kita. Hal ini mengingatkan kita pa.....

Selengkapnya ..

Paulus dalam suratnya baik kepada Jemaat di Roma, Korintus, maupun Efesus, berkali-kali menekankan k.....

Selengkapnya ..

Pengurapan Proponen menjadi Pendeta pertama Gereja Toraja di Lewandi.....

Selengkapnya ..

Kadang kala kita tidak bisa menghindarkan diri mendengarkan berbagai berita palsu, baik melalui perj.....

Selengkapnya ..

Teks ini rupanya memang ingin menekankan kebesaran TUHAN, sebab afirmasi akan kebesaran-Nya juga kel.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...