Sabtu, 21 September 2019 Markus 12:41-44 KOIN TERKECIL (Iamo doi’ madionganna angga’na)
Sabtu, 21 September 2019 Markus 12:41-44
KOIN TERKECIL
(Iamo doi’ madionganna angga’na)
Apabila kita membaca teks ini dengan teliti, maka kita akan menemukan suatu kontradiksi. Janda miskin datang membawa persembahannya sebesar dua peser. Satu peser merupakan pecahan koin terkecil kala itu. Tetapi, Yesus mengatakan bahwa itu adalah persembahan yang terbesar. Jumlahnya paling kecil, tetapi diberi nilai terbesar oleh Yesus. Ukuran apa yang dipakai Yesus? Yesus sendiri yang menjelaskan, janda itu mempersembahkan apa yang ada pada dirinya, 2 koin terkecil. Bisa saja ia memberi satu koin lalu menyimpan satu, mengingat ia miskin, atau bahkan sekalian tidak usah, toh orang kaya sudah memberi dalam jumlah besar. Disinilah poin yang menjadi perenungan bagi kita, apakah kita sudah memberikan yang ada pada kita sebagai persembahan kepada Tuhan, tanpa menengok kiri kanan, apa yang dipersembahkan orang lain?.
Persembahan tidak selalu melulu soal uang, tapi apa yang ada pada kita. Hal ini mengingatkan kita pada “Persekutuan Koin Terkecil” yang pernah berjalan juga di jemaat-jemaat lokal Gereja Toraja. Persekutuan ini memberi ruang bagi para perempuan untuk memberi apa yang ada pada diri mereka. Pada masa-masa yang lalu, gerakan ini diartikan dengan sangat sederhana, para perempuan memberi apa yang ada di rumah mereka, seperti beras, dan benda-benda lainnya. Namun, pada masa kini, gerakan global ini telah diartikan dan diimplementasikan secara lebih luas: usaha rekonsiliasi, pembangunan komunitas, dll.
Persembahan janda miskin semoga menyentuh hati kita untuk bertanya, apa yang ada pada diriku, yang dapat kupersembahkan sepenuhnya untuk Tuhan? Dan tidak melirik sana sini, apa atau seberapa banyak yang dipersembahkan orang lain?
Diposting tanggal 13 Sep 2019
