Selasa, 24 September 2019 1 Korintus 9:19-23 KRISTEN BUNGLON? (Sarani tangmanassa)
Selasa, 24 September 2019 1 Korintus 9:19-23
KRISTEN BUNGLON?
(Sarani tangmanassa)
Pernah melihat bunglon? Bunglon adalah hewan darat sejenis kadal. Keunikan binatang ini terletak pada kemampuannya berubah warna sesuai dengan tempat dimana ia berada. Ini dilakukannya untuk bertahan hidup. Dengan kemampuan ini, bunglon sangat sulit dikenali dan dengan mudah terhindar dari pemangsa.
Apa yang diuraikan Paulus dalam perikop ini sangat menarik. Tidakkah Paulus sedang tampil seperti bunglon? Coba perhatikan. Ia adalah orang merdeka, namun mengambil peran hamba supaya bisa dekat dengan banyak orang (ay.19). Jika bersama dengan orang Yunani dia menjadi orang Yunani, begitu juga ketika bersama dengan orang Yahudi ia menjadi orang Yahudi (ay.20-21). Ia turut dalam kelemahan bersama dengan orang-orang yang lemah (ay.22). Sepintas lalu, apa yang dilakukan Paulus memang seperti bunglon. Ia sangat bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan dimana dia berada. Akan tetapi ada perbedaan yang sangat mendasar. Jika bunglon, melakukan penyesuaian untuk bertahan hidup, Paulus melakukannya demi Injil yaitu supaya semakin banyak orang mengaku bahwa Yesus itulah Tuhan.
Untuk menjalani kehidupan, Tuhan memberi kita berbagai karunia. Karunia ini akan memampukan kita ketika kita melakukan penyesuaian dimanapun kita menjalani hidup. Semoga kita tidak seperti bunglon yang menggunakan karunianya sekadar untuk bertahan hidup. Kemampuan menyesuaikan diri harus berdampak pada semakin banyaknya orang yang memuliakan Tuhan baik ketika kita hadir maupun ketika kita tidak hadir dalam sebuah kesempatan. Amin
Diposting tanggal 18 Sep 2019
