Kamis, 19 September 2019 Keluaran 23:1-13 PENERIMA INFORMASI YANG KRITIS (Umpemaranga melo kareba ma’patia’bak)
Kamis, 19 September 2019 Keluaran 23:1-13
PENERIMA INFORMASI YANG KRITIS
(Umpemaranga melo kareba ma’patia’bak)
“Janganlah kamu menyebarkan berita bohong...” Dalam bahasa Ibrani, kata yang dipakai untuk “menyebarkan” adalah kata tissa, yang juga berarti menerima. Dengan kata lain, jangan menerima berita bohong begitu saja, mempercayainya, lalu mengambil tindakan berdasarkan kabar bohong tersebut. Hal ini sejalan dengan kalimat berikutnya, yang mengajak kita untuk tidak memberi dukungan kepada orang-orang yang memberi kesaksian palsu. Kedua ajakan yang berada dalam satu kalimat ini merupakan penjabaran dari hukum kesembilan.
Kadang kala kita tidak bisa menghindarkan diri mendengarkan berbagai berita palsu, baik melalui perjumpaan dengan teman, komunitas, maupun melalui media-media sosial. Melalui bacaan kita hari ini, kita diajak, sebagai penerima informasi untuk tidak menerima dan mempercayainya begitu saja, apalagi ikut menikmati dan “menggoreng” berita palsu. Singkat kata, kita perlu mengolah dan mengkritisi berita yang kita terima.
Menerima, menyebarkan, dan bertindak berdasarkan kabar bohong tentu ada konsekuensinya sendiri. Hal ini jelas kita lihat dalam hidup kita sehari-hari, sering kali kebencian, kemarahan mewarnai relasi kita dalam hidup bertetangga, hidup berkomunitas oleh karena berita palsu. Berapa banyak persahabatan, hubungan kekeluargaan yang retak karena kabar bohong? Seperti disebutkan dalam Amsal 25:23, “...penyebar berita palsu/lidah pemfitnah pasti mendatangkan kemarahan.” Dalam lingkungan yang lebih luas, dalam hal ini hidup bernegara, berita palsu terasa begitu biasa, sampai kita bingung membedakannya. Semoga bacaan kita hari ini terus memotivasi kita untuk menjadi penerima informasi yang kritis. Amin
Diposting tanggal 09 Sep 2019
