Senin, 23 September 2019 Kisah Para Rasul 4:1-11 MEMILIH UNTUK TAAT (Napilei tu la makaritutu)
Senin, 23 September 2019 Kisah Para Rasul 4:1-11
MEMILIH UNTUK TAAT
(Napilei tu la makaritutu)
Silent adalah judul sebuah novel yang di tulis oleh Shusaku Endo. Novel ini mengisahkan bagaimana kekristenan masuk ke Jepang. Ada penolakan luar biasa dari kekaisaran Jepang. Siapapun yang ketahuan memeluk agama Kristen akan di tangkap, di siksa, hingga di bunuh. Sebelum di eksekusi mereka ditawari pembebasan asalkan berani menginjak gambar Tuhan Yesus. Mereka yang mau menginjak gambar itu akan dibebaskan dan mereka yang menolak akan dibunuh.
Apa yang dikisahkan di dalam novel silent menjadi gambaran umum kehadiran gereja di berbagai tempat dan waktu. Kisah Para Rasul menceritakan bagaimana Petrus dan Yohanes harus berhadapan dengan para pemimpin Yahudi dan Ahli Taurat untuk mempertanggungjawabkan imannya (ay.1-6). Mereka tahu bahwa para pemimpin Yahudi ingin supaya mereka berhenti memberitakan tentang Yesus yang bangkit. Karena itu, ketika ditanya dari mana mendapat keberanian dan kuasa untuk melakukan mujizat, mereka dengan lantang menegaskan bahwa kuasa itu datang dari Yesus Kristus (ay. 7-10). Mereka tahu akan mendapat hukuman jika mengatakan hal tersebut. Akan tetapi, mereka lebih memilih tunduk kepada Allah.
Terkait dengan konsekuensi iman, Tuhan Yesus mengajarkan bahwa cerdiklah seperti ular dan tuluslah seperti merpati. Ini sangat menolong kita menyikapi dengan bijak berbagai pilihan dalam kehidupan. Hanya saja, kita kadang ada dalam situasi di mana pilihannya hanya dua: taat atau ingkar. Dalam hal inilah kisah Petrus dan Yohanes menjadi inspirasi. Pada akhirnya, pilihan satu-satunya adalah taat kepada Tuhan. Amin
Diposting tanggal 18 Sep 2019
