Minggu, 22 September 2019 Mazmur 79:8-13 MEMOHON BELAS KASIHAN (Mengkamoya umpalaku kamaturu-turuan)
Minggu, 22 September 2019 Mazmur 79:8-13
MEMOHON BELAS KASIHAN
(Mengkamoya umpalaku kamaturu-turuan)
Semua orang bisa saja melakukan kesalahan, entah itu disengaja atau tidak. Hanya saja tidak semua orang menemukan solusi yang tepat untuk pulih dari kesalahan yang dilakukannya. Bahkan, tidak sedikit orang yang terus berupaya mencari pembenaran atas kesalahannya.
Peristiwa takluknya bangsa Israel membawa seluruh bangsa itu pada perenungan yang mendalam. Mereka adalah umat Allah Sang pemilik semesta. Sejak berangkat dari Mesir hingga tiba di Kanaan, Allah berkali-kali menunjukkan keperkasaan-Nya kepada mereka. Lalu, mengapa mereka bisa dihancurkan oleh bangsa lain? Mengapa Allah seolah berdiam diri melihat bangsa lain menghina umat-Nya, “di manakah Allahmu?” (ay.10). Mulailah mereka melihat kembali perjalanan bersama Tuhan. Dari perenungan ini mereka sadar bahwa sebagai sebuah bangsa mereka telah memberontak turun temurun sejak nenek moyang mereka (ay.8). Kehancuran mereka adalah teguran dari Allah atas pemberontakan yang terus terjadi sejak nenek moyang mereka. Karena itu, tidak ada jalan lain kecuali merendahkan diri dan memohon belas kasihan Allah.
Kita percaya bahwa Roh Kudus menuntun kita menyadari kesalahan-kesalahan yang kita lakukan. Dalam kesadaran itu, Roh Kudus juga menggerakkan kita berbalik kepada Tuhan. Tindakan berbalik ini adalah tindakan pertobatan. Seperti yang diyakini pemazmur dalam doanya, kita berani mengaku dan memohon pemulihan karena pintu rahmat Allah terbuka untuk kita. Karena itu, jangan pernah ragu memohon pemulihan kepada Allah karena Ia sungguh penuh rahmat. Amin
Diposting tanggal 18 Sep 2019
