Bahan Khotbah Minggu ke-38 Tanggal 22 September 2019 JANGAN MENDUA HATI (Da'ammi ma'dua Penaa)

Bahan Khotbah Minggu ke-38 Tanggal 22 September 2019                      
JANGAN MENDUA HATI
(Da’ ammi ma’dua Penaa)

Bacaan Mazmur : Mazmur  113:1-9
Bacaan 1   : Yeremia 8:18-22
Bacaan 2   : 1 Timotius  2:1-7
Bacaan 3 : Lukas 16:10-18 (Bahan Utama)
Nas Persembahan   : Ulangan 12:26
Petunjuk Hidup Baru : Lukas 16:10

 Tujuan:

 1.  Warga Jemaat memahami bahwa bahwa hanya Allah yang layak disembah.

 2. Warga Jemaat menunjukkan kesetiaan kepada Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Pemahaman teks
Tuhan hanya satu. Dalam Ulangan  6:4 yang biasa disebut “Shema Israel” dikatakan: “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kata shema yang berarti “mendengar” dinyatakan sebagai penegasan kepada orang Yahudi agar mereka senantiasa menegaskan imannya kepada Allah sebagai Tuhan yang sejati dan hidup, serta hanya Dia yang patut disembah dan ditaati. Hal ini kembali ditegaskan oleh Tuhan Yesus dengan mengatakan, bahwa "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa” (Mrk.12:29).

Menyembah Allah sebagai Allah yang satu-satunya artinya menuntut kesetiaan yang mutlak dan utuh, sebba tidak ada allah lain selain Dia. Dalam Ulangan 20:3-5 secara tegas dinyatakan bahwa penyembahan terhadap ilah lain adalah larangan, sehingga pelanggaran atas aturan ini akan mendatangkan hukuman sampai pada keturunan ketiga dan keempat bagi orang-orang yang menyembah ilah lain (menduakan Tuhan). 

Yeremia 8:18-22 menjelaskan mengapa umat Israel mendukakan Tuhan, sehingga  mereka harus diratapi. Mereka sesungguhnya telah menjadikan Tuhan hanya sebagai salah satu dari berhala-berhala yang mereka sembah. Mereka memang tidak meninggalkan Tuhan, tetapi Tuhan dipandang hanyalah sebagai salah satu dari berbagai ilah lain yang mereka sembah. Inilah yang menjadi gugatan Tuhan terhadap mereka. Tuhan tidak ingin disetarakan dengan ilah manapun, karena hanya Dialah satu-satunya Tuhan yang dapat disembah. Sebagaimana dinyatakan dalam sepuluh Hukum “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku, jangan sujud menyembah atau beribadah kepadanya…” Pernyataan ini adalah Hukum dan bukan sekedar aturan biasa, sehingga berarti mutlak dan harus ditaati. Bahkan jika itu dilanggar, maka Tuhan akan menuntut balas (Kel. 20:3-5).

Dalam Yeremia 16:20 dikatakan “Allah buatan manusia itu bukan allah, berhala-berhala itu adalah perak dan emas buatan tangan manusia (Mzm. 115:4), maka berhala-berhala itu disebut hampa, angin dan kesia-siaan (Yes. 41:29). Berdasarkan semua itu, maka kepada Israel dinyatakan atau diproklamasikan, bahwa hanya Tuhanlah yang benar-benar Allah. Allah telah memperkenalkan diri-Nya kepada Israel sebagai Allah yang esa, juga sekaligus memperkenalkan diri-Nya sebagai yang esa di dalam Firman dan karya-Nya. Untuk itulah Musa memerintahkan kepada Israel agar mengasihi Allah dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap kekuatan. Artinya, seluruh eksistensi kehidupan Israel harus dipersembahkan kepada Tuhan. Pengabdian kepada Tuhan yang esa di dalam Firman dan karya-Nya harus dilakukan secara esa melalui kata dan perbuatan, lahir dan batin.     

Lukas 16:13 menegaskan ketidakmungkinan kita untuk melayani kebenaran dan sekaligus kefasikan, menjadi yang terbesar dan sekaligus yang terkecil, serta melakukan yang menyenangkan Tuhan dan sekaligus yang menjijikkan Tuhan. Tidak mungkin seseorang mengabdi kepada Allah dan sekaligus pula mengabdi kepada mammon. Tuhan menilai dari seberapa yang manusia dapat berikan, sementara dunia menilai seberapa banyak yang dihasilkan manusia.

Melalui perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur Yesus mau menjelaskan tentang soal kejujuran sehingga menghindari korupsi. Namun ada hal yang paling mendasar dari perumpamaan ini bahwa bendahara yang tidak jujur telah terjebak dalam kelalimannya, sehingga dengan sangat bijaksana ia memelihara persahabatan dengan harta demi masa depannya di dunia, sementara ia lupa bahwa ia sedang kehilangan harta dan masa depan dalam kerajaan Allah yang justru itulah yang menjadi tujuan utama dan harus dipertanggungjawabkan ketika Kristus datang kembali. Sang bendahara sedang terancam masa depannya ketika dituduh menghamburkan milik tuannya. Ia berfikir jika dipecat maka ia akan kehilangan masa depan. Untuk itulah ia menggunakan kelicikannya, yakni memperalat orang-orang yang berhutang dengan cara menurunkan nilai utang mereka dari yang sesungguhnya. Hal ini dilakukan dengan maksud, agar ketika ia dipecat maka orang-orang yang berhutang itu akan merasa berhutang budi kepadanya dan merekalah yang akan menjamin masa depannya kelak. Dengan demikian sang bendahara ini, selain tetap menunjukkan pengabdiannya kepada tuannya walaupun dengan kemunafikan, juga mengabdi kepada orang-orang yang berhutang dengan harapan bahwa merekalah yang nanti akan  menolong  jika ia dipecat.

Mazmur 113:1-9 mengajak umat Tuhan untuk memuji Tuhan dalam seluruh waktu dan tempat. Tuhan berada di atas tempat yang maha tinggi dan mengatasi seluruh bangsa, tetapi sekaligus menjangkau seluruh umat manusia dalam segala keberadaannya, khususnya dalam menunjukkan belas kasihan-Nya bagi mereka yang hina dan miskin. Dia datang menegakkan  yang miskin dan hina dari dalam debu, dan mengangkatnya pada kedudukan yang sama dengan para penguasa.  Keberadaan Allah di tempat yang maha tinggi menunjukkan kedaulatan Allah sebagai yang satu-satunya berkuasa. Dia berkuasa di atas segala kuasa yang ada, sehingga apapun yang diperilah manusia takluk di bawah kekuasaan-Nya.

Dalam 1 Timotius 2:1-7, Rasul Paulus menasihatkan untuk mendoakan semua orang, termasuk para raja dan para pembesar, sehingga tercipta hidup dalam kesalehan dan kehormatan. Para raja dan pembesar patut didoakan, karena di hadapan Tuhan tidak ada kekuasaan dan kehormatan lain selain pada diri Allah. Hal ini pula yang dimaksudkan oleh Paulus untuk meluruskan pandangan dari pihak Yahudi yang menganggap bahwa keselamatan dibatasi hanya untuk suatu bangsa atau golongan tertentu saja. Allah yang esa adalah satu-satunya Allah bagi segenap umat manusia. Melalui Yesus Kristus, Allah telah menganugerahkan keselamatan kepada semua orang yang percaya.

Pokok-pokok yang dapat dikembangkan

  1. Allah hanya satu, tidak ada ilah lain selain Dia. Masih banyak orang Kristen yang belum sepenuhnya menyembah Allah. Dalam banyak hal sering kita tidak sadar bahwa kita sedang menduakan Tuhan dalam kehidupan kita, misalnya dalam soal adat dan budaya. Kecenderungan kita masih lebih pada penguatan  nilai-nilai adat dan budaya sesuai agama suku (aluk to dolo) dibanding dengan melakukannya dalam nilai-nilai Kristiani.

  2. Sering kita lebih mengutamakan kepentingan materi dibanding dengan kepentingan rohani. Materi justru menjadi tujuan utama demi masa depan, bukan masa depan sorgawi.

  3. Kejujuran dalam mengelola berkat Allah yang dipertanggungjawabkan kepada kita masih sering diabaikan, bahkan dalam jemaat sering lebih dominan kita berbicara soal materi dibanding soal pelayanan.

Allah tidak ingin disandingkan dengan apapun. Allah adalah Allah yang esa, berdaulat, dan satu-satunya yang harus disembah. Kekuasaan, jabatan, materi atau apapun yang oleh manusia dianggap paling bernilai di dunia ini, tetap tidak dapat menggantikan posisi Allah di tempat Yang Maha tinggi. Yesus Kristus sebagai Anak Tunggal Bapa, adalah satu-satunya yang dapat membawa kita kepada keselamatan, bukan materi atau kuasa lainnya.


Diposting tanggal 16 Sep 2019

Daftar Artikel

Dalam teks yang kita baca hari ini, Pemazmur mencoba mengingatkan melalui nyanyian, agar pengajaran .....

Selengkapnya ..

Tuhan Yesus menasihati supaya kita meminta agar diberi, mencari agar mendapat, dan bahkan mengetuk a.....

Selengkapnya ..

Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang.....

Selengkapnya ..

1 Raja-Raja 19:4-8 merupakan kisah pelarian Elia yang ketika itu membunuh semua nabi dengan pedang. .....

Selengkapnya ..

Rasul Paulus memberikan penegasan dalam perikop bacaan hari ini, agar kehidupan umat Tuhan di Efesus.....

Selengkapnya ..

Bacaan hari ini merupakan bagian yang utuh dari kisah Raja Daud yang dinasihati oleh Natan untuk ber.....

Selengkapnya ..

Yosua mengingatkan tua-tua Israel dan segenap umat akan tantangan iman yang akan mereka temui, hidup.....

Selengkapnya ..

Dalam pidato perpisahannya, Yosua mengingatkan para tua-tua Israel dan segenap umat bahwa kesuksesan.....

Selengkapnya ..

Markus mengungkapkan bagaimana Yesus dalam peristiwa memberi makan 5000 orang, sesungguhnya sedang m.....

Selengkapnya ..

Para rasul pulang melaporkan hasil pelayanan mereka kepada Yesus (ayat 30). Yesus peduli dan tahu ko.....

Selengkapnya ..

Kalau setiap orang punya potensi untuk terjatuh, maka pertanyaan ialah ketika manusia terjatuh masih.....

Selengkapnya ..

Pemazmur mengungkapkan bahwa Allah tertawa ketika melihat orang fasik merancangkan yang jahat dan me.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...