Senin, 13 Agustus 2018 1 Raja-raja 17:1-6 JIKA DISENTUH TUHAN
Senin, 13 Agustus 2018 1 Raja-raja 17:1-6
JIKA DISENTUH TUHAN
Dalam kebudayaan kita, burung gagak dianggap sebagai sebuah pertanda buruk. Apabila burung gagak terbang di sekitar rumah, orang-orang akan merasa was-was, seolah-olah itu adalah awal dari sebuah berita buruk yang akan segera sampai. Namun, dalam pembacaan kita hari ini, yang juga melibatkan burung gagak, kisahnya menjadi sama sekali lain.
Setelah memberi peringatan kepada Ahab-Raja Israel yang melakukan hal yang jahat di mata Tuhan melebihi siapa pun Elia harus menyingkir demi keselamatannya. Lagi pula, di daerah itu tidak akan ada hujan, sesuai yang telah disampaikannya kepada Ahab. Tidak ada hujan, berarti produksi makanan akan sulit, dan muaranya adalah kelaparan. Untuk memelihara hidup Elia, Tuhan mengarahkan langkah Elia menuju Sungai Kerit, dan memerintahkan burung gagak untuk memberinya makan. Burung gagak adalah burung pemangsa dan rakus. Mengingat sifat burung gagak yang seperti itu, rasa-rasanya kita akan ragu apakah burung gagak dapat dipercaya untuk berbagi makanan kepada Elia. Namun, Tuhan telah memerintahkan demikian.
Mungkin, di hari-hari mendatang, ketika burung-burung gagak terbang di sekitar rumah kita, kita tidak perlu kaget dan mulai berpikir macam-macam tentang pertanda buruk, mungkin sebaiknya kita mengingat saja kisah Elia yang bertahan hidup dengan bantuan gagak-gagak. Sebuah kisah yang mengajarkan kita, bahwa sikap pemangsa dan rakus pada binatang, termasuk pada kita manusia, dapat Ia sentuh dan balikkan menjadi sikap yang mau berbagi, demi memelihara kehidupan hamba-hamba-Nya.
Diposting tanggal 09 Aug 2018
