Minggu, 15 September 2019 Mazmur 14:1-7 YANG HILANG AKAN KUCARI (Ia tumai pa’dena la kudaka’)
Minggu, 15 September 2019 Mazmur 14:1-7
YANG HILANG AKAN KUCARI
(Ia tumai pa’dena la kudaka’)
Kebodohan dan kepintaran sering kali di ukur dengan yang hitam di atas putih, alias nilai. Contoh paling sederhana dapat kita lihat pada orang-orang yang sedang menempuh pendidikan di berbagai jenjang. Ketika melihat nilai-nilai yang mereka peroleh, maka kita akan dengan cepat mengatakan, “wah, orang ini pintar”, atau sebaliknya, wah taekbang apa jo!.
Bacaan kita hari ini di mulai dengan kata “orang bodoh”. Dalam bahasa Ibrani, kata ini berasal dari kata nabal, yang artinya bukanlah bodoh dalam artian umum yang kita pahami menyangkut kecerdasan seseorang, tapi kebodohan dalam arti tindakan melupakan Tuhan. Hal ini jelas dikatakan pada kalimat pertama perikop ini, “Orang bebal (orang bodoh) berkata dalam hatinya, tidak ada Allah”. Orang bebal/bodoh merasa bahwa tidak ada Allah sehingga ia bisa berbuat apa saja, termasuk melupakan kebaikan. Penjelasan yang sama dapat kita temukan dalam Yesaya 32:5-6.
Tindakan melupakan Allah pasti di ikuti oleh tindakan-tindakan lain, salah satunya adalah melupakan kebaikan, yang mana dalam bacaan kita, di tekankan sekurang-kurangnya dua kali (ay.1-3). Bagi Pemazmur, tindakan-tindakan ini di lihat sebagai ciri bahwa orang-orang Israel telah terhilang dan ia yakin bahwa Tuhan pasti akan datang, mencari dan memulihkan keadaan umat-Nya. Dalam keseharian kita, sering kali kita tidak sadar bahwa ternyata tindakan yang kita ambil adalah konsekuensi dari sikap yang melupakan Tuhan. Pada momen-momen tertentu dalam hidup, kita melupakan Tuhan, kita berhenti berbuat baik. Sama seperti orang Israel, kita pun terhilang, tersesat, dan Tuhan tidak menutup mata, melainkan Ia mencari kita, untuk memulihkan keadaan kita. Amin
Diposting tanggal 03 Sep 2019
