Senin, 16 September 2019 Mazmur 94:12-19 PENGHIBURAN TUHAN ATAS KECEMASAN (Puang ma’pakananna’ lan a’gan kamagianganna)
Senin, 16 September 2019 Mazmur 94:12-19
PENGHIBURAN TUHAN ATAS KECEMASAN
(Puang ma’pakananna’ lan a’gan kamagianganna)
Salah satu aspek yang sering kita lupakan ketika membaca Alkitab adalah aspek psikologis, yang merupakan salah satu aspek yang membangun jiwa kita. Teks-teks Alkitab tidak sedikit berbicara tentang psikis manusia. Pemazmur mengungkapkan kecemasannya oleh karena banyak hal membebani pikirannya. Hal yang sama hampir tiap hari kita temui baik pada diri kita maupun lingkungan terdekat kita. Kita bahkan sering mengatakan, “sudah, jangan banyak pikiran”. Banyak berpikir (overthinking) sangatlah manusiawi seperti yang dialami oleh pemazmur. Ada berbagai macam cara yang dilakukan supaya hati dan pikiran kita tidak terasa berat. Ada yang berusaha menyibukkan diri supaya pikirannya fokus pada apa yang dikerjakannya serta kesibukan-kesibukan lain yang dianggap dapat mengalihkan perhatiannya.
Pemazmur meyakini dan mengimani bahwa ketika ia berada dalam kecemasan dan merasa tidak sanggup lagi melakukan sesuatu, seketika itu juga ia merasakan kasih setia Tuhan menopang hidupnya (ay.18). Itu artinya pemazmur merasakan bahwa Tuhan sanggup menolong hidupnya dari berbagai keterpurukan.
Kecemasan yang menghampiri kita setiap hari tingkatnya berbeda-beda. Salah satu data riset tahun 2017 menunjukkan bahwa di dunia ini ada sekitar 260 juta orang hidup dengan kecemasan akut dan bisa jadi kita masuk dalam data tersebut. Ketika kita sedang berada dalam situasi ini maka salah satu cara yang bisa ditempuh adalah berusaha melihat sisi positif dari situasi yang kita sedang alami. Mungkin kita merasa benar-benar sedang dihajar seperti pemazmur tetapi di tengah kecemasannya Pemazmur tidak patah semangat melainkan ia berusaha memahami bahwa ia sedang dididik oleh Tuhan. Amin
Diposting tanggal 03 Sep 2019
