Bahan Khotbah Minggu ke-37 Minggu 15 September 2019 YANG HILANG AKAN KU CARI ( Ia tu Pa’dena laKudaka’)

Bahan Khotbah Minggu ke-37 Minggu 15 September 2019
YANG HILANG AKAN KU CARI
( Ia tu Pa’dena laKudaka’)

Bacaan Mazmur : Mazmur 51:1-10
Bacaan 1   : Yeremia 4:11-28
Bacaan 2   : 1 Timotius 1:12-17
Bacaan 3 : Lukas 15:1-10 (Bahan Utama)
Nas Persembahan   : Keluaran 36:3
Petunjuk Hidup Baru : 1 Timotius 15-17

Tujuan:

  1. Jemaat memahami bahwa Tuhan selalu mencari umat-Nya yang tersesat karena dosa.
  2. Jemaat hidup dalam pertobatan dengan memelihara persekutuan bersama Tuhan.

Pemahaman Teks

Mazmur 51 berisi ungkapan penyesalan dan pertobatan raja Daud setelah menghampiri Betsyeba, dan pengakuan perbuatan jahatnya mengorbankan Uria, suami Betsyeba. Daud telah menggunakan kekuasaan sebagai raja untuk menindas dan mengorbankan Uria. Hawa nafsu telah menutup pintu hatinya untuk melakukan apa yang benar dan berkenan kepada Allah. Teguran nabi Natan menyadarkan akan perbuatannya yang menista Allah sehingga dia menyesal dan bertobat dari perbuatan jahat itu. Dalam ayat 3-10, Daud memohon belas kasihan Allah. Dia meminta dibersihkan dan ditahirkan dari pelanggaran, kesalahan dan dosanya. Daud tidak mencari-cari alasan untuk membenarkan perbuatannya. Tetapi secara jujur ia mengaku di hadapan Tuhan bahwa ia benar-benar telah melakukan pelanggaran, kesalahan dan dosa.  Daud sadar, bahwa dia sendirilah yang bertanggungjawab atas perbuatannya dan sungguh-sungguh bergumul dengan dosanya (ay. 5). Dia sepenuhnya mengakui, bahwa perbuatannya itu adalah perbuatan menentang Allah (ay. 6). Sebab itu, hanya kepada Allah saja ia datang memohon pembersihan dan pemulihan dari dosanya.

Yeremia 4:11-28 berisi seruan nabi agar Israel bertobat dari pelanggarannya. Nabi Yeremia menyampaikan Firman Allah yang menunjukkan kemarahan Allah kepada umat Israel. Kemarahan tersebut disebabkan pelanggaran mereka atas perintah dan hukum Allah. Mereka dinilai bodoh, tolol dan tak berpengertian (ay. 22). Dikatakan bodoh karena tidak mengenal Allah yang telah melakukan hal-hal dahsyat dalam hidup mereka. Mereka melakukan hal yang sangat tidak disukai Allah, yaitu tidak tahu berbuat kebaikan, tapi pintar berbuat jahat. Itu sebabnya Tuhan marah dan menghajar mereka dengan menggerakkan kerajaaan Babilonia Utara untuk menaklukkan dan menjajah mereka dalam waktu lama. Malapetaka nasional menjadi hukuman atas umat yang memberontak/murtad kepada Allah (ay. 17-18). Itulah sebabnya nabi berseru: “Bersihkanlah hatimu dari kejahatan” (ay. 14). Sebab ketika mengaku dosa, Allah bertindak menyucikan (1 Yoh. 1:9) dan memberi awal yang baru (Mzm. 51:3-4, 12-13). Tuhan berulang-ulang memanggil umat yang berdosa, Kembalilah! Kembalilah!

Perikop 1 Timotius 1:12-17 menjelaskan bahwa Yesus Kristus itu Allah yang setia. Yesus mati untuk menyelamatkan orang berdosa. Dia bangkit dari kematian untuk memperlengkapi dan memampukan hamba-hamba-Nya melakukan pekerjaan pelayanan. Hal tersebut nyata dalam perjalanan hidup Paulus. Ayat 12 menyatakan bahwa kekuatan Paulus tidak bersumber dari dirinya sendiri, melainkan bersumber dari kuasa Allah yang bekerja dalam dirinya. Ayat 13 mengungkapkan kehidupan Paulus di masa lampau, yakni  selaku Saulus sang penghujat dan penganiaya yang ganas (baca Kis. 8:1-3). Tapi di kemudian hari dia menyadari bahwa apa yang dilakukannya itu merupakan kesalahan besar, “karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman”. Ayat 14-16 mengungkapkan kehidupan Paulus pada masa kini yang beroleh anugerah kesabaran dan kasih Allah. Berdasarkan hal itu, maka dia tampil sebagai figur yang layak diteladani.

Lukas 15:1-10 memberi pengertian tentang makna di balik kehilangan dan merupakan pembelaan Kristus tentang pelayanan-Nya. Melalui perikop ini, Yesus menyampaikan maksud mengapa Ia berteman bahkan mau makan bersama-sama dengan orang yang dinilai sebagai orang yang berdosa pada saat itu. Pesan yang terkandung, ialah bahwa ada pencarian yang menyeluruh bagi mereka yang hilang dan ada sukacita yang besar ketika yang hilang ditemukan kembali (ay. 10).

Yesus itulah Allah yang penuh kasih dan pengertian  (bnd. Mzm. 103:8-13). Dia mengetahui persis keadaan mereka yang hilang, yakni sebagai domba-domba sesat yang membutuhkan seorang gembala setia untuk membawa mereka pulang. Dia paham bagaimana yang hilang menjadi seperti demikian, bahwa domba adalah binatang yang bodoh dan mudah tersesat. Dia tahu bagaimana kemungkinan ke masa depan bagi yang hilang, yakni bahwa domba dapat dikembalikan ke dalam kawanannya dan dirham dapat ditemukan. Kesemuanya ini akan membawa sukacita bagi gembalanya atau yang empunya dirham tersebut.

Korelasi bacaan

Yeremia 4:11-28 menyoroti keberdosaan dan seruan pertobatan dari dosa. Pengharapan akan pengampunan menjadi dasar doa Daud (Mzm.51: 9), yakni bahwa Tuhan penuh kasih dan setia kepada perjanjian-Nya. Serusak bagaimana pun umat-Nya, perjanjian Allah tetap kekal. Tuhan tidak semata-mata menghukum, tetapi juga mencari  yang hilang sampai ditemukan (Luk. 15:1-10). Tuhan memberikan kesempatan untuk kembali ke jalan yang benar dan itu merupakan sukacita bagi sorga dan bumi, sebagaimana yang telah terjadi atas Paulus (1 Tim. 1:12-17).

Pokok-pokok pengembangan khotbah

Pertama, berdosa berarti murtad kepada Allah. Murtad kepada Allah mengandung makna “ketidaksetiaan” dan “ketidakpercayaan” kepada Allah. Murtad itu seperti penyakit yang semakin lama semakin parah hingga mengakibatkan hilangnya selera rohani. Kebanyakan orang kristen tidak langsung dengan serta merta menyimpang dari kehendak Allah dan berkubang dalam dosa. Tetapi kerohaniannya merosot sedikit demi sedikit sampai akhirnya mendapati dirinya berada dalam masalah dosa. Awalnya meninggalkan kasih yang mula-mula (Why. 2:4), sertamulai hidup menurut daging dan bukan menurut Roh (Gal. 3:1-3).  Itulah sebabnya, Tuhan menasihati agar hidup berjaga-jaga dan berdoa (Mat. 26:41). Saat lengah, maka virus dosa menerobos masuk ke dalam hidup manusia. Dosa membawa malapetaka dalam hidup manusia dan seluruh ciptaan (Rm.3:23). Jika tidak diatasi, maka akan berujung pada kematian. Begitu dahsyatnya akibat dosa itu, maka kurang lebih empat puluh kali Yeremia menyerukan agar umat Tuhan kembali kepada Tuhan.

Kedua, anugerah Allah bagi yang tidak layak. Yesus Kristus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang yang berdosa merupakan wujud kasih setia Allah dalam anugerah-Nya.  Allah adalah sumber anugerah pengampunan dan hidup baru. Pergaulan Yesus dengan orang-orang berdosa menunjukkan bagaimana Allah mau menawarkan anugerah kepada orang yang sama sekali tidak layak (Luk. 15:1-10). Ada harapan bagi setiap orang berdosa karena Allah senantiasa menerimanya kembali. Pertobatan manusia membawa sukacita bagi Tuhan. Allah senantiasa menunggu yang hilang untuk kembali ke rumah yang kekal.

Ketiga, rasa syukur menjadi daya dorong untuk tidak menyia-nyiakan kasih Allah (1 Tim. 1:12). Kasih karunia Allah dalam iman kepada Yesus Kristus adalah pemberian yang tidak bisa dimiliki tanpa Allah menganugerahkannya. Jalan keselamatan terbuka melalui Kristus Yesus. Dari keberdosaan, Tuhan mengangkat orang yang beriman kepada-Nya menjadi ahli waris kerajaan Sorga. Jadi patutlah mengucap syukur, bahwa kita telah beriman kepada Allah yang esa di dalam Yesus Kristus.

Anugerah Allah disertai dengan kerinduan Allah yang besar, yaitu hidup manusia yang tertib berdasarkan iman (1 Tim. 1:4) sebagai awal dari hidup yang kekal (1 Tim. 1:16). Iman yang tercetus oleh anugerah Allah pasti bermuara pada pola hidup tertib berdasarkan kasih. Hal itu berarti menghormati dan memuliakan Allah di atas segalanya. Paulus mengakhiri hidupnya dengan baik dan Tuhan mempercayakan sesuatu yang ia tidak duga sebelumnya, yaitu melayani Kristus secara luar biasa. Jika bisa  melayani Tuhan, maka itu kehormatan yang besar. Max Lucado mengatakan: “Tuhan menerima kita apa adanya, tetapi Dia tidak membiarkan kita seadanya”.


Diposting tanggal 09 Sep 2019

Daftar Artikel

Efesus 5:15-20, menjelaskan bahwa rasul Paulus memberi penekanan tentang bagaimana anak-anak Tuhan h.....

Selengkapnya ..

Paulus menasehati supaya kita jangan mempergunakan kemerdekaan kita sebagai kesempatan untuk hidup d.....

Selengkapnya ..

Yusuf tidak bermaksud untuk menambah kesusahan dan derita saudara-saudaranya yang datang ke Mesir un.....

Selengkapnya ..

Kisah Yusuf menunjukkan bahwa kuasa kasih karunia Allah memampukan Yusuf untuk mengampuni saudara-sa.....

Selengkapnya ..

Dalam percakapan Yesus dengan orang banyak di Kapernaum, kita dapat mengamati alur perkataan Yesus. .....

Selengkapnya ..

Orang banyak terus mencari Yesus setelah mukjizat yang Ia lakukan, yakni memberi makan lebih dari li.....

Selengkapnya ..

Andreas, murid Yesus, juga sangsi mengenai hal yang sama. Di tengah ribuan orang, Andreas menyadari .....

Selengkapnya ..

Filipus yang tidak tahu bahwa sedang diuji, menjawab pertanyaan itu dengan cepat dan mencoba memberi.....

Selengkapnya ..

Dalam teks-teks Perjanjian Lama, janda dan anak yatim dikisahkan sebagai anggota masyarakat yang lem.....

Selengkapnya ..

Setelah memberi peringatan kepada Ahab-Raja Israel yang melakukan hal yang jahat di mata Tuhan meleb.....

Selengkapnya ..

Dalam teks yang kita baca hari ini, Pemazmur mencoba mengingatkan melalui nyanyian, agar pengajaran .....

Selengkapnya ..

Tuhan Yesus menasihati supaya kita meminta agar diberi, mencari agar mendapat, dan bahkan mengetuk a.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...