Selasa, 31 Juli 2018 Mazmur 37:21-26 TUHAN MENOPANG
Selasa, 31 Juli 2018 Mazmur 37:21-26
TUHAN MENOPANG
Sepandai-pandainya tupai melompat maka akan ada waktunya dia terjatuh juga. Sehebat-hebatnya seseorang, akan ada waktunya ia menjadi tak berdaya. Ungkapan ini mestinya selalu mengingatkan kita akan arti pentingnya menjauhkan diri dari sikap memegahkan diri dalam keangkuhan.
Kalau setiap orang punya potensi untuk terjatuh, maka pertanyaan ialah ketika manusia terjatuh masih sanggupkan ia bangkit dan menjalani hidup dalam sebuah kepastian yang lebih baik?. Pemazmur mengajak kita untuk melihat pengharapan apa yang dimiliki orang-orang yang takut akan Allah. Bahwa berkat Tuhan tidak saja diukur dari materi tetapi penyertaan dalam berbagai situasi hidup bahkan atas masa depan anak cucu kita dijaminkannya. Allah adalah penopang bagi umat-Nya, terlebih pada situasi yang sulit dan terpuruk atau istilah orang pada umumnya “ketika dewi fortuna sedang tidak berpihak”.
Pemazmur hendak mengungkapkan bahwa orang-orang yang takut akan Tuhan tidaklah bebas dari kesukaran, hidupnya tidaklah mulus dan aman-aman saja. Namun dia memiliki jaminan bahwa Allah akan terus menyertai dan menopang hidupnya dalam masa senang pun dalam masa susah. Karena itu, adalah baik bagi kita memiliki pengharapan yang kuat seperti pemazmur, sambil terus menerus meyakinkan diri, keluarga dan umat bahwa orang yang berharap pada Tuhan tidak dibiarkan-Nya. Sebaliknya, orang yang selalu mengandalkan diri seperti orang fasik akan mengalami banyak kekecewaan. Amin
Ditunu sipuli’ allo tae’ duka la tipesse’na?(to ma’tampa)
(Karume by Th.Palimmi’)
Diposting tanggal 27 Jul 2018
