Sabtu, 28 September 2019 Lukas 9:46-48 DIHORMATI KARENA MELAYANI (Diangga’ Belanna Pa’kamayanna)
Sabtu, 28 September 2019 Lukas 9:46-48
DIHORMATI KARENA MELAYANI
(Diangga’ Belanna Pa’kamayanna)
Abraham Maslow, psikolog terkenal dari Amerika, menempatkan kebutuhan akan penghargaan sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia. Kalau dibawa kedalam keseharian kita, penghargaan terhadap seseorang sangat dekat dengan kedudukan, prestasi, atau status sosialnya. Biasanya, semakin tinggi kedudukan, prestasi, dan status seseorang maka semakin besar peluang untuk dihormati atau dihargai. Karena ini kebutuhan alamiah, bisa dipastikan bahwa semua orang membutuhkannya.
Dari sudut psikologi, ‘ribut-ribut’ di kalangan para murid tentang siapa yang terbesar di antara mereka sangat bisa dipahami (ay.46). Ini seperti panggilan alamiah yang tidak bisa ditolak. Semua orang butuh diistimewakan. Apakah Yesus melarang mereka? Sepertinya tidak! Bagian terakhir dalam nasehat-Nya menegaskah itu, “....dialah yang terbesar (ay.48)”. Di sini, Yesus seolah mau berkata, “Oke, kamu membutuhkannya dan tidak ada yang salah dengan itu, tetapi lakukan dengan cara-Ku”. Siapapun yang mau dihormati, dia harus bisa menghormati seorang anak kecil. Siapapun ingin dilayani, dia harus sanggup merendahkan diri di hadapan seorang anak kecil. Dalam penggambaran ini, anak kecil mewakili kaum paling rendah dalam struktur kehidupan masayarakat.
Dari kisah ini, Yesus sedang menegaskan satu hal. Jangan sekali-kali mengejar penghormatan melalui kedudukan, prestasi, dan status sosial. Penghormatan dan perasaan berharga justru akan didapatkan ketika melayani, memperlakukan, dan menyambut semua orang selayaknya menyambut Allah. Jika kedudukan, prestasi, dan status sosial menjadi anugerah bagi kita jadikanlah itu sebagai kesempatan untuk melayani. Amin
Diposting tanggal 21 Sep 2019
