Minggu, 29 September 2019 Amos 6:1-8 TETAPLAH WASPADA (Tontong komi Matangkin)
Minggu, 29 September 2019 Amos 6:1-8
TETAPLAH WASPADA
(Tontong komi Matangkin)
Pada tahun 1911, Inggris merampungkan pembuatan kapal pesiar yang sangat megah. Konon, inilah kapal terbesar yang pernah dibuat manusia hingga pada masa itu. Karena kemegahannya, sang pembuat kapal sesumbar bahwa kapal yang diberi nama Titanic ini tidak mungkin tenggelam. Nyatanya, kapal ini tenggelam pada pelayaran pertama dari Inggris menuju Amerika dan menewaskan ribuan penumpangnya. Salah satu penyebab banyaknya korban tewas adalah jumlah sekoci (kapal penyelamat) yang hanya bisa menampung sepertiga dari seluruh penumpang. Mereka rupanya terlalu mengandalkan kemegahan kapal tersebut dan lupa mengantisipasi kemungkinan buruk yang mungkin saja terjadi.
Situasi bangsa Israel pada masa Amos juga hampir seperti kisah Titanic. Asyur sedang mengancam mereka tetapi para pemimpin Israel sepertinya tidak peduli. Amos meminta pemimpin Israel melihat bagaimana bangsa-bangasa besar di sekitar mereka telah takluk (ay.2). Sayangnya, mereka terus merasa nyaman dalam istana sambil menikmati segala kemewahan yang ada (ay.1-4). Dalam kemewahan ini mereka tidak hanya menyepelekan ancaman yang datang. Lebih dari itu, mereka menyepelekan penderitaan yang yang dialami rakyat (ay.3). Allah melihat sikap para pemimpin Israel ini sebagai kecongkakan. Karena itu, Ia mengizinkan bangsa lain menaklukkan Israel (ay.7-8).
Dampak buruk dari rasa aman adalah matinya kesadaran akan ancaman yang ada. Ini tampak jelas dalam hidup orang Israel pada zaman Amos. Bagi kita orang percaya, iblis adalah ancaman paling nyata. Waspadalah selalu pada berbagai hal yang mengancam keselamatan yang sudah Tuhan karuniakan. Amin
Diposting tanggal 21 Sep 2019
