Bahan Khotbah Minggu ke-39 Tanggal 29 September 2019 JAMINAN HIDUP YANG SESUNGGUHNYA (Torro Manassana Tongan Polean Katuoan)

Bahan Khotbah Minggu ke-39 Tanggal 29 September 2019
JAMINAN HIDUP YANG SESUNGGUHNYA
(Torro Manassana Tongan Polean Katuoan)

Bacaan Mazmur : Mazmur 146:1-10
Bacaan 1   : Yeremia 32:1-15
Bacaan 2   : 1 Timotius 6:2b-21
Bacaan 3 : Lukas 16:19-31 (Bahan Utama)
Nas Persembahan   : Maleakho 3:10
Petunjuk Hidup Baru : Mazmur 146:8-9

Tujuan:

1. Warga jemaat memahami bahwa hanya pada Allah ada kepastian jaminan hidup.

2. warga jemaat menggantungkan seluruh hidupnya kepada Allah.

Pemahaman Teks
Mazmur 146:1-10.
Berdasarkan pengelompokan mazmur, teks ini masuk dalam kelompok nyanyian haleluya atau pujian. Itu berarti teks ini adalah bagian yang sering digunakan dalam kebaktian Israel. Hal yang sangat ditekankan dalam kelompok mazmur ini ialah membesarkan nama, kemegahan, kebaikan, kebesaran dan keselamatan Allah. Mengapa umat perlu memuji Allah? Alasan yang dikemukakan pemazmur sangat jelas bahwa Allah adalah penolong dan tumpuan harapan yang setia. Ia adalah Pencipta yang menjaminkan pemeliharaan-Nya bagi umat-Nya, bagi orang-orang yang tidak berdaya: yang lapar, terpenjara, buta, yatim, janda dan mereka yang tertekan oleh berbagai pergumulan hidup. Itulah sebabnya pula pemazmur mengingatkan umat untuk tidak bergantung dan berharap pada kemampuan sesama manusia, karena mereka terbatas adanya.

Yeremia 32:1-15. Apakah yang dapat dilakukan oleh seorang yang sedang dipenjara, selain meratapi diri? Tetapi tidak demikian dengan Yeremia. Ia memang sedang dipenjarakan oleh Zedekia, raja Yehuda saat penaklukan oleh Nebukadnezar, raja Babel. Namun Yeremia justru masih dapat melakukan hal yang membangkitkan harapan akan hari esok. Kepada Yeremia, Tuhan memberitahukan tentang pembuangan yang akan dialami Zedekia dan juga akan kedatangan kerabatnya yakni Hanameel, anak Salum. Perintah Tuhan kepada Yeremia untuk membeli tanah milik kerabatnya di Anatot, adalah sebuah gambaran bahwa sesudah masa pembuangan, Tuhan akan mengembalikan umat-Nya dari Babel dan mendiami kembali negeri mereka, serta mengusahakan kembali tanah-tanah mereka. Pembelian tanah oleh Yeremia dalam situasi yang sulit menjadi simbol janji Allah dan tanda pengharapan bagi masa depan Yehuda.

Perikop 1 Timotius 6:2b-21 menekankan perbedaan yang diharapkan oleh Paulus dari diri Timotius dengan mereka yang suka dengan ajaran-ajaran yang tidak sehat. Dengan menyebut Timotius ataupun umat yang dilayani Timotius sebagai manusia Allah, Paulus sedang menegaskan kepada Timotius bahwa Ia adalah milik Allah di dalam Kristus, sehingga sepatutnyalah hidupnya berpadanan dengan ajaran Yesus dan bukan dengan ajaran ataupun perilaku yang tidak benar. Perbedaan yang dipaparkan Paulus sangat jelas bahwa manusia Allah (milik Allah) belajar bersyukur dengan apa yang dimiliki, mengejar keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan untuk merebut hidup yang kekal di dalam Allah, Penguasa yang satu-satunya. Sedang orang yang suka dengan ajaran yang bukan ajaran Kristus adalah orang yang berlagak tahu tetapi tidak tahu apa-apa, pandai bersilat kata, serta mencintai uang yang menyebabkan mereka jatuh dalam jerat dan beroleh celaka.

Melalui Lukas 16:19-31, khususnya jika kita memperhatikan pasal 16 secara utuh, akan diperoleh pengajaran tentang bagaimana manusia mengelola apa yang dimilikinya, entah itu harta, mamon ataupun tanggungjawabnya. Ada orang yang dapat mengelola dengan baik tetapi ada pula yang tidak dapat penjadi pengelola yang benar. Secara khusus, teks bacaan kita berbicara tentang orang kaya yang tidak mampu mengelola dengan baik dan benar kekayaan yang dikaruniakan kepadanya. Ia menikmati kekayaannya dalam pesta yang mewah, tetapi tidak punya belas kasih kepada si miskin (Lazarus) yang setiap hari ada di depan pintu rumahnya. Ia mengabaikan pengajaran dan kesaksian Musa dan para nabi. Akhir dari kisah hidupnya, ialah penderitaan yang kekal. Sedangkan si miskin, yang menjalani hidup dengan sabar dan menanggung derita, serta menikmati hidup apa adanya sambil bertekun pada belas kasih Allah saja, pada akhirnya dihiburkan dan dimuliakan bersama Abraham.

Korelasi bacaan
Kalau orang percaya bahwa Allah satu-satunya Pencipta, maka seharusnya kepada Allah saja manusia mengharapkan pertolongan, pemeliharaan dan kepastian masa depannya. Mereka yang mengandalkan hidup pada materi pada akhirnya akan sengsara, karena harta tidak menjaminkan kebahagiaan kekal.

Pokok-pokok pengembangan khotbah

Kebutuhan Manusia
Manusia butuh makan, minum, harta, uang, kasih sayang, jabatan, kedudukan dan banyak lagi, tetapi hal yang menjadi persoalan ialah bagaimana memperoleh semua itu, bagaimana mengelola semua itu dan bagaimana pula mempertanggungjawabkannya, baik kepada Tuhan maupun kepada sesama.

Manusia harus tetap bergantung pada Allah
Tidak dapat ditampik bahwa manusia dengan akal, tenaga, pertimbangan dan kekuatannya dapat mengerjakan dan memperoleh banyak hal pula. Tetapi manusia harus selalu sadar, bahwa dalam semua yang ia dapat lakukan dan kerjakan itu, tidaklah serta merta mendatangkan kebahagian yang sejati. Mengandalkan diri sendiri dan bekerja untuk diri sendiri pada akhirnya menjadikan manusia itu cenderung materialistis dan egois sehingga kepekaan kepada sesama dan kepada Allah menjadi buyar. Kekayaan tidak dapat membeli umur panjang, cinta kasih yang tulus, kesehatan dan kebahagiaan. Tetapi Allah bisa memberikannya melebihi hal-hal serba terbatas yang dapat diperoleh manusia.

Jaminan Allah melampaui hidup di dunia ini
Iman Kristen mengajarkan kita bahwa ada kehidupan yang kekal yang Allah sediakan, kehidupan yang sungguh-sungguh membahagiakan, kehidupan di mana tidak lagi ada penderitaan selain sukacita dalam kemuliaan abadi. Tetapi untuk sampai ke sana manusia memerlukan anugerah Allah dan kesetiaan hidup seperti yang Allah kehendaki. Hidup dalam kasih yang sungguh kepada Allah berarti hidup dalam ketaatan pada perintah-Nya dan kasih yang sungguh kepada sesama.

 


Diposting tanggal 24 Sep 2019

Daftar Artikel

Para rasul pulang melaporkan hasil pelayanan mereka kepada Yesus (ayat 30). Yesus peduli dan tahu ko.....

Selengkapnya ..

Kalau setiap orang punya potensi untuk terjatuh, maka pertanyaan ialah ketika manusia terjatuh masih.....

Selengkapnya ..

Pemazmur mengungkapkan bahwa Allah tertawa ketika melihat orang fasik merancangkan yang jahat dan me.....

Selengkapnya ..

Demikian reaksi yang dimunculkan oleh Sara, ketika ia mendengar bahwa pada masa tuanya akan memperol.....

Selengkapnya ..

Rasul Paulus dalam suratnya ke jemaat Kolose, ia sangat meninggikan nama dan pribadi Yesus. Bukan ta.....

Selengkapnya ..

Perumpamaan Yesus tentang domba yang hilang pertama-tama adalah bentuk kritik kepada orang-orang Far.....

Selengkapnya ..

Penulis surat ibrani mengungkapkan hal-hal prinsip yang perlu dimiliki oleh setiap orang percaya dal.....

Selengkapnya ..

Syukur pada Allah, bahwa kita punya Yesus, pemimpin yang tidak berubah. Ketika ditinggikan oleh man.....

Selengkapnya ..

Sikap pesimis yang sama ditunjukkan oleh murid-murid Yesus seperti yang dituliskan dalam Yohanes 6:1.....

Selengkapnya ..

Ajakan yang disampaikan oleh Yeremia kepada umat untuk segera mengambil sikap bergabung dengan Allah.....

Selengkapnya ..

Pendisiplinan yang Allah lakukan sungguh menggelisahkan hati, pikiran dan hidup pemazmur yang membua.....

Selengkapnya ..

Keluhan seperti ini pernah disampaikan Yeremia kepada Tuhan, ditengah penderitaannya bersama seluruh.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...