Selasa, 13 Agustus 2019 2 Tawarik 34:22-33 PERTOBATAN Kapengkatobaran
Selasa, 13 Agustus 2019 2 Tawarik 34:22-33
PERTOBATAN
Kapengkatobaran
Pertobatan merupakan hal terpenting dalam kehidupan Kekristenan. Tanpa pertobatan tidak mungkin mendapatkan pengampunan dari Allah. Perbuatan melawan kehendak Allah dapat terjadi karena kesengajaan atau mungkin karena memang ketidaktahuan.
Hal yang sama dalam bacaan ini, raja Yosia yang sebelumnya tidak mengerti tentang Tuhan karena para pendahulunya tidak setia kepada Tuhan, Yosia menemukan kitab Taurat, dan mencari tahu maknanya. Setelah mendapatkan maknanya dari Nabiah Hulda, Yosia tidak tinggal diam. Ia bertindak dengan cepat dan tepat. Ia tidak melanjutkan apa yang dilakukan oleh pendahulunya. Bersama seluruh rakyat yang dipimpinnya ia segera berbalik kepada Tuhan. Tindakan berbalik itu dapat disebut sebagai pertobatan yang didasarkan pada iman. Seseorang tidak bisa disebut beriman kepada Tuhan jika ia tidak bersedia berbalik dari tingkah lakunya yang tidak berkenan kepada Tuhan. Pertobatan adalah hal mendasar yang harus dilakukan. Menyadari kesalahan, mengubah cara hidup, lalu menjaga supaya tetap dalam cara hidup yang bersih, adalah wujud iman. Pertobatan tidak hanya berlaku bagi diri sendiri, tetapi juga berlaku bagi bangsa-bangsa.
Salah satu tindakan iman untuk menikmati keselamatan adalah pertobatan. Darimana kita melihat keselamatan? Salah satunya melalui firman-Nya. Yosia sudah membuktikan bahwa dengan mengetahui makna Taurat ia akhirnya menyatakan pertobatannya. Karena itu, marilah kita tekun membaca dan memahami firman-Nya agar melalui pendalaman akan firman-Nya, kita akan semakin mengerti makna yang terdalam dari setiap bagian firman-Nya. Amin
Diposting tanggal 06 Aug 2019
