Minggu, 11 November 2018 Mazmur 113:1-9 HIDUP RENDAH HATI
Minggu, 11 November 2018 Mazmur 113:1-9
HIDUP RENDAH HATI
“Semakin berisi,semakin menunduk”. Peribahasa klasik ini setidaknya mengajak kita untuk berupaya tampil sederhana dan rendah hati, tidak menonjolkan diri, sekalipun memiliki sejumlah kelebihan. Namun pada sisi lain, ada juga pribadi yang suka tampil congkak, yang justru memperlihatkan kelebihannya dengan “rasa sombong”. Kedua bentuk pribadi seperti diatas, tidak hanya dijumpai dalam masyarakat, tetapi juga dijumpai dalam kehidupan jemaat.
Hari ini, kita belajar dari Mazmur 113:1-9, di mana kehidupan orang yang mendekatkan diri kepada Tuhan memiliki kerendahan hati sehingga Tuhan pun tetap berkenan atas kehidupannya. Pemazmur mengawalinya dengan memberikan ajakan kepada “hamba-hamba Tuhan” untuk memuji Tuhan, “Haleluyah! Pujilah, hai hamba-hamba TUHAN, pujilah nama TUHAN!”. Tuhan patut dipuji dalam sepanjang kehidupan ini, oleh karena dapat mengatasi semua yang terjadi di alam semesta ini, mengatasi segala bangsa dan mengatasi langit (ay.3-5). Tuhan akan senantiasa mengasihi orang-orang yang rendah hati dan mengasihi orang-orang yang hidup dalam berbagai kesengsaraan (ay.5-8).
Marilah kita memuji dan setia menyembah-Nya dalam sepanjang kehidupan ini, sebab Tuhan tahu jika kita hidup rendah hati atau tidak. Karena itu, hidupilah kehidupan ini dengan penuh kerendahan hati, sebab itulah yang berkenan dihadapan Tuhan. Ingatlah firman Tuhan bahwa: “Tetapi kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: Allah menentang orang-orang yang congkak, tetapi mengasihi orang yang rendah hati” (Yak.4:6). Tugas kita adalah menjadikan diri kita menghidupi anugerah Tuhan tanpa menyombongkan diri, karena segala yang baik dan yang berkenan di hadapan-Nya jika dilakukan dengan sungguh, maka kasih-Nya akan terus kita nikmati. Terpujilah Kristrus. Amin
Diposting tanggal 07 Nov 2018
