Jumat, 16 November 2018 Lukas 4:25-30 PUTERA DAERAH
Jumat, 16 November 2018 Lukas 4:25-30
PUTRA DAERAH
Ungkapan “Putera Daerah” terkadang terdengar pada masa-masa kampanye untuk pemilihan kepala daerah maupun legislatif. Semestinya setiap warga masyarakat harus merasa bangga dan gembira, ketika ada orang-orang sekampungnya punya niat untuk mengadakan perubahan-perubahan yang positif di daerahnya sendiri. Namun, sering dijumpai banyak pribadi atau kelompok tertentu yang tidak menyambut secara positif (tidak memberikan dukungan), ketika ada pribadi yang memiliki niat untuk membangun daerahnya sendiri.
Tuhan Yesus kembali ke Nazaret untuk memberitakan “Tahun Rahmat Tuhan” yang akan menyentuh kehidupan semua orang (Luk.4:19). Yesus menyampaikan berita pembebasan kepada semua orang dengan mengangkat cerita “Elia dan Perempuan Janda Sarfat” (ay.26). Sarfat masuk dalam wilayah Sidon (Kota asal Ratu Izebel pemuja Baal) yang merupakan “tempat pengungsian Elia” ketika terjadi “kekeringan” di daerah Israel (I Rj. 17:1-24). Orang Nazaret tentunya tahu bahwa kisah Elia yang diungkapkan oleh Yesus merupakan bentuk penghukuman Tuhan yang mendatangkan kekeringan di Israel pada masa itu. Pentahiran Naaman, panglima raja Aram diungkapkan pula oleh Tuhan Yesus sebagai bentuk “sentuhan kasih Allah’ kepada semua orang (ay.27). Yesus mendapatkan perlakuan yang kasar dari “Orang-orang Nazaret”, “Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, ... untuk melemparkan Dia dari tebing itu” (ay.28-29). Namun, “Ia dapat berjalan dari tengah-tengah mereka, lalu pergi” (ay.30).
Bagaimana dengan pengalaman hidup kita?, pernahkah kita di tolak walaupun yang kita sampaikan itu benar adanya?. Kisah diatas mengajak kita untuk tetap memberitakan kebenaran Allah walaupun di antara kita ada orang yang tidak menyukainya. Amin
Diposting tanggal 07 Nov 2018
