Selasa, 13 November 2018 Kejadian 24:10-21 HARAPAN YANG TERKABULKAN
Selasa, 13 November 2018 Kejadian 24:10-21
HARAPAN YANG TERKABULKAN
Banyak orang yang mengalami kekecewaan dalam melaksanakan tanggung jawab yang diberikan oleh pimpinannya atau “atasannya”, ketika menemukan kegagalan atau perintah yang dijalankan tidak berjalan sesuai yang diharapkan oleh pimpinannya. Pernahkah hal seperti ini terjadi dalam kehidupan kita? Ataukah, sebaliknya kita berhasil dalam tanggung jawab yang diberikan oleh pimpinan atau atasan kita? Dan bagaimana tanggungjawab kita selaku anak-anak Tuhan? Apakah kita kecewa dalam menjalankan tanggung jawab kehidupan kita? Apakah tanggungjawab yang kita kerjakan sudah sesuai harapan kita?
Seorang hamba yang diperintahkan oleh tuannya (Abraham) telah membawa semua kelengkapannya menuju ke Aram-Mesopotamia, ke kota Nahor untuk menjalankan perintah tuannya, yakni “seorang perempuan yang akan menjadi isteri Ishak” (ay.11). Hal yang sangat menarik dari hamba tersebut adalah adanya harapan yang kuat bahwa Tuhan akan menuntunnya, “Lalu berkatalah ia: “TUHAN, Allah tuanku Abraham, buatlah kiranya tercapai tujuanku pada hari ini, tunjukkanlah kasih setia-Mu kepada tuanku Abraham” (ay.13). Harapan hamba tersebut diletakkan dalam doa untuk mengandalkan pertolongan Tuhan, sehingga Tuhan sendiri memperlihatkan “tanda keberhasilan baginya”, “Sebelum ia selesai berkata, maka datanglah Ribka, yang lahir bagi Betuel ... buyungnya dibawanya di atas bahunya” (ay.15).
Setiap harapan-harapan kita, wajiblah untuk diletakkan dalam doa yang tulus kepada Tuhan. Tuhanlah yang berdaulat untuk menetapkan keputusannya, “Dan pengharapan tidak megecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita” (Rm.5:5). Tuhan Yesus menuntun kita dalam setiap harapan. Amin
Diposting tanggal 07 Nov 2018
