Senin, 19 November 2018 Mazmur 16:7-11 SUKACITA ABADI
Senin, 19 November 2018 Mazmur 16:7-11
SUKACITA ABADI
Jika ditanya, hal apa saja yang bisa membuat anda merasakan sukacita? tentu jawaban kita akan bervariasi. Petani misalnya, bisa saja menjawab saya akan bersukacita kalau panen kami berhasil. Yang sedang sakit akan menjawab kalau saya sembuh,dst. Tapi apakah sukacita itu bersifat kekal? Tentu tidak, karena yang senang dengan panennya yang berhasil, bisa saja gagal panen di musim berikutnya dan yang sembuh dari penyakitnya bisa saja kambuh lagi. Intinya, tidak ada sukacita sejati yang disediakan oleh dunia ini. Semuanya bersifat sementara dan tidak akan bertahan lama.
Jadi, darimana kita bisa mendapatkan kebahagiaan sejati? Pemazmur dengan jelas dalam pembacaan kita di ayat yang ke 11 menjawab “...dihadapanMu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kananMu ada nikmat senantiasa’’. Berlimpah-limpah dan kata senantisa hendak menjelaskan bahwa sukacita yang dimaksud pemazmur adalah sukacita yang kekal, yang benar-benar dinikmati selama-lamanya. Mengapa? Karena hal itu asalnya dari Tuhan. Tidak bergantung pada musim, tidak tergantung pada situasi dan kondisi karena sukacita yang dimaksud berasal dari atas, dalam pekerjaan Roh Kudus.
Mungkin ada yang mulai berkata, ya kalau sekedar teori saja itu gampang. Mana mungkin kita dapat bersukacita kalau panen kita gagal, bagaimana mungkin kita bisa bersukacita kalau kita sakit, bagaimana kita bersukacita kalau jelas-jelas kita bangkrut dan lain sebagainya? Tentu tidak bukan? Benar, tetapi ternyata yang dimaksudkan oleh Firman Tuhan senantiasa bersukacita ialah karena walaupun bergumul dan punya masalah, walaupun banyak alasan untuk tidak bersukacita, tetapi Ia tetap kuat dan mau tersenyum karena percaya bahwa tentu Tuhan akan membuka jalan dan menolongnya (ay.8,9) . Amin
Diposting tanggal 07 Nov 2018
