Sabtu, 17 November 2018 Daniel 4:34-37 MENGAKUI KEKUASAAN TUHAN
Sabtu, 17 November 2018 Daniel 4:34-37
MENGAKUI KEKUASAAN TUHAN
Raja Nebukadnezar (Tahun 605-562 Sebelum Masehi) adalah Raja Babel yang mempunyai kekuasaan yang luas pada masanya, yakni meliputi Damsyik, Tirus, Sidon dan termasuk Yoyakim (Raja Yehuda, Dan 1:2; Yer 25:1). Ketika bangsa Yehuda ditaklukkan, mereka dibuang ke Babel dan menjadi tawanan di sana. Suatu waktu Raja Nebukadnezar membuat patung emas dan segala bangsa yang mendengar bunyi sangkakala, gambus dan segala bunyi-bunyian, haruslah menyembah patung emas tersebut (Daniel 3:7). Tuhan memberikan hukuman atas segala kesombongan raja Nebukadnezar (Dan. 4:28-33).
Raja Nebukadnezar dalam menjalani hukuman dari Tuhan dapat mengakui kekuasaan Tuhan Yang Mahatinggi, “Lalu aku memuji Yang Mahatinggi dan membesarkan dan memuliakan Yang Hidup kekal itu, karena kekuasaan-Nya ialah kekuasaan yang kekal dan kerajaan-Nya turun-temurun” (ay.34). Tuhan berkenan atas segala keinsafan atau kesadaran diri raja Nebukadnezar, sehingga ia diangkat kembali dari situasi terburuk, “... aku dikembalikan kepada kerajaanku, bahkan kemuliaan yang lebih besar dari dahulu diberikan kepadaku” (ay.36). Pertobatan Nebukadnezar merupakan bentuk pengakuan akan kekuasaan Tuhan yang patut dipuji dalam sepanjang kehidupannya, “Jadi sekarang aku, Nebukadnezar, memuji, meninggikan dan memuliakan Raja Sorga, yang segala perbuatan-Nya adalah benar dan jalan-jalan-Nya adalah adil, ...” (ay.37).
Kekuasaan Tuhan berlaku secara utuh dalam kehidupan setiap orang yang percaya kepada-Nya. Ketika kita mengalami hal yang terburuk dalam kehidupan ini, Ia akan dapat mengangkat kita kembali, “TUHAN mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana” (I Sam 2:6). Muliakanlah Tuhan kekal selamanya. Amin
Diposting tanggal 07 Nov 2018
