Minggu, 18 November 2018 Mazmur 16:1-6 ENGKAULAH SATU-SATUNYA
Minggu, 18 November 2018 Mazmur 16:1-6
ENGKAULAH SATU-SATUNYA
“Dulu kamu katakan, akulah satu-satunya’’. Sekarang apa? kamu sudah mulai berubah, kata seorang istri kepada suaminya yang tampak telah berubah. Sang istri merasa bahwa di hadapan suaminya ia tidak lagi menjadi yang satu-satunya sehingga membuatnya marah dan protes kepada suaminya.
Lalu bagaimana relasi kita dengan Tuhan? Alkitab dengan jelas menyampaikan bahwa Allah pun ingin dijadikan sebagai satu-satunya Tuhan. Daud sadar benar akan hal itu. Karena itu pada ayat 2 ia mengatakan “...Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang lain bagiku selain Engkau’’. Walaupun saat itu, Daud sedang tertekan dan bergumul karena musuh-musuhnya. Teman selama ini yang menjadi sahabatnya, ternyata adalah musuh baginya. Daud bisa saja tergoda untuk mulai mencari allah lain untuk menolongnya karena sepertinya saat itu pertolongan dari Tuhan tidak kunjung datang namun ia tetap percaya bahwa Tuhan adalah pelindungnya karena itu ia berdoa “Jagalah aku ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung (ay.1) bahkan dengan penuh kepercayaan ia berkata “Engkaulah bagian warisan dan pialaku... (ay.5).
Bagaimana dengan kita? Ketika kita bergumul, sudahkah kita juga menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya yang kita harapkan menjadi penolong dan pelindung kita? Ketika masalah seakan-akan tidak ada habisnya, sudahkah kita memilih datang kepada Tuhan berdoa meminta belas kasihan-Nya? Tidak jarang orang Kristen, yang ketika bergumul baru mencari Tuhan. Tuhan hanya sebagai salah satu dari sekian yang kita harapkan, bukan satu-satunya. Apakah salah meminta bantuan atau mencari pertolongan di dunia ini? Tentu jawabannya tidak. Tetapi yang dimaksudkan adalah kita berusaha mencari pertolongan melalui hikmat dan kehendak Tuhan. Supaya hati kita terpaut hanya kepada Dia. Amin
Diposting tanggal 07 Nov 2018
