Rabu, 14 Agustus 2019 Lukas 12:41-48 TETAP SETIA Tontong Makaritutu
Rabu, 14 Agustus 2019 Lukas 12:41-48
TETAP SETIA
Tontong Makaritutu
Harus diakui bahwa menjadi orang yang setia tidaklah muda karena membutuhkan banyak waktu, materi, tenaga dan hal-hal lain yang membuat kita mampu bertahan sebagai orang yang disebut setia dalam menanti ataupun melakukan segala sesuatu yang menjadi tanggung jawab.
Bagaimana membedakan hamba yang setia dan hamba yang tidak setia dan jahat (ay. 42-46)? Hamba yang setia bukan hanya saat dilihat tuannya baru ia berperilaku baik, tetapi juga pada waktu sang tuan tidak melihat. Dalam konteks ini kebaikan atau kejahatan si hamba dihubungkan dengan sikapnya terhadap sesama hamba. Kebaikan seorang hamba dinilai bukan semata terhadap aktivitas pekerjaan, tetapi terhadap relasi dengan sesama. Melalui perikop ini, kita belajar bahwa seorang murid Tuhan yang menyadari bahwa pemilik hidupnya adalah Tuhan, maka ia akan mengembangkan mental hamba yang setia. Dia meyakini bahwa sang majikan adalah Tuhan yang memiliki hak penuh atas hidupnya, serta meyakini bahwa Tuhan adalah Tuan yang baik yang dapat memelihara hidupnya. Karena itu, seorang hamba akan sepenuh hati dan sekuat tenaga memberikan pelayanan yang terbaik. Dengan demikian ia menjadi hamba yang bertumbuh, dan tanggungjawab kepadanya semakin dipertanggunjawabkan dan di kerjakan (ay. 47-48).
Hamba yang baik adalah hamba yang tetap setia melakukan tanggungjawabnya baik ketika dilihat ataupun tidak dilihat oleh tuannya. Karena itu, bentuklah kehidupan kita menjadi hamba Tuhan yang tetap setia melakukan kebaikan dan kebenaran di hadapan Allah. Kita adalah hamba-hamba Kristus yang diberi kesempatan dan tanggungjawab untuk mengerjakan keselamatan kita. Amin
Diposting tanggal 06 Aug 2019
