Sabtu, 10 November 2018 Markus 11:20-26 IMAN YANG TERTUJU PADA ALLAH
Sabtu, 10 November 2018 Markus 11:20-26
IMAN YANG TERTUJU PADA ALLAH
Tokoh reformasi yaitu Martin Luther, pernah mengatakan bahwa salah satu tugas gereja atau orang percaya adalah berdoa. Namun pada umumnya orang beranggapan bahwa berdoa merupakan hal gampang, karena menurutnya cukup berucap saja pada Allah. Padahal untuk memahami doa kita sesuai kehendak Allah sesungguhnya sulit, sebab kehendak kita sering kali mendahulukan apa yang kita inginkan.
Murid-murid sangat takjub ketika Yesus mengutuk pohon ara, secara khusus Petrus (ay.20-21). Menariknya, Yesus tidak menjawab pernyataan Petrus, melainkan mengalihkan topik pembicaraan tentang iman dan kuasa doa. Sebenarnya, pernyataan Petrus dan jawaban Yesus tidak berkaitan satu sama lain. Petrus bertanya satu hal, sedangkan Yesus menjawab hal yang lain. Kesengajaan Yesus beralasan karena Ia tidak ingin para murid terfokus kepada pohon ara. Yesus ingin agar perhatian para murid tertuju kepada diri Allah. Bagi Yesus, tiada hal yang lebih penting daripada memercayai Allah sepenuh hati. Barangsiapa yang mampu melakukan hal ini, ia mampu melakukan hal-hal yang ajaib (ay.23). Dalam hal berdoa, iman memainkan peran penting. Menurut Yesus, kuasa doa akan timbul apabila seseorang memiliki dua hal, yaitu: Pertama, percaya bahwa dirinya telah memperoleh apa yang diinginkan (ay.24). Artinya, keyakinan yang teguh akan kehendak Allah. Kalau pun permohonan kita belum terwujud, seharusnya tidak mengurangi keyakinan kita terhadap janji Allah. Kedua, memiliki hati bersih yang dipenuhi cinta kasih (ay.25-26).
Karena itu, yakinlah bahwa segala sesuatu yang tidak mungkin dan tidak terjangkau oleh akal pikiran kita, itulah yang Tuhan akan buka atas hidup kita. Yang penting iman kita tidak goyah, tetapi tetap teguh, dan tetap sabar dan setia dalam menanti pertolongan Tuhan. Tuhan memberkati. Amin
Diposting tanggal 07 Nov 2018
