Minggu, 5 Agustus 2018 2 Samuel 12:15-25 KESUNGGUHAN BERTOBAT
Minggu, 5 Agustus 2018 2 Samuel 12:15-25
KESUNGGUHAN BERTOBAT
Kesaksian tentang “Pertobatan Seseorang” sering diperdengarkan di “tempat-tempat ibadah”, dalam perjumpaan-perjumpaan yang tidak direncanakan dan lain sebagainya. Sangatlah menarik dan menggembirakan, ketika kita mendengar kesaksian pertobatan seseorang yang telah meninggalkan “pola kehidupan yang buruk atau jahat”, kemudian menjadi “Pengikut Kristus” yang setia.
Bacaan hari ini merupakan bagian yang utuh dari kisah Raja Daud yang dinasihati oleh Natan untuk berbalik dari dosa atau pola hidup yang tidak berkenan kepada Allah. Daud sangat menyadari kesalahannya dan akan “berbalik dari dosanya”, “Aku sudah berdosa kepada TUHAN” (2 Sam. 12:13). Daud berpuasa dengan tekun dan memohon kepada Allah oleh karena “anak yang ditulahi TUHAN” (ayat 15-16). Sikap Daud berpuasa dengan tekun, semalam-malaman berbaring di tanah merupakan bentuk kesadaran dirinya bahwa ada yang salah atau keliru dilakukan di hadapan Tuhan. Selain itu, Daud pun mengungkapkan permohonannya, sekiranya anak yang ditulahi TUHAN itu dapat hidup, “Selagi anak itu hidup, aku berpuasa dan menangis, karena pikirku: siapa tahu TUHAN mengasihani aku, sehingga anak itu tetap hidup” (ayat 22).
Kita telah melihat hal yang sangat luar biasa dari Raja Daud yang menyadari dosanya dan punya tekad untuk berbalik kepada Tuhan dengan sepenuh hati. Tuhan menghendaki agar tidak ada anak-anak-Nya yang binasa, “... Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat” (2 Ptr. 3:9). Karena itu, marilah kita menjalani hidup dengan senantiasa menjauhkan diri dari dosa dan memelihara hidup kudus di hadapan Tuhan, “Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus” (Im. 19:2). Amin
Diposting tanggal 27 Jul 2018
