Minggu, 12 Agustus 2018 Mazmur 81:9-17 MENITIK LAKSANA HUJAN
Minggu, 12 Agustus 2018 Mazmur 81:9-17
MENITIK LAKSANA HUJAN
Sedianya, sebuah pengajaran diberikan dengan harapan pengajaran itu menitik laksana hujan: ia sampai dan terserap dengan baik. Sayangnya, karena berbagai faktor, tidak semua pengajaran dapat menitik laksana hujan. Demikian juga dengan pengajaran yang disampaikan Tuhan kepada umat-Nya.
Dalam teks yang kita baca hari ini, Pemazmur mencoba mengingatkan melalui nyanyian, agar pengajaran Tuhan diindahkan. Pemazmur kira-kira ingin mengingatkan bahwa pada waktu lampau, nenek moyang kita telah diberi pengajaran oleh Tuhan melalui Musa di gunung Sinai: “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku”. Sayang, pengajaran itu tidak menitik di hati nenek moyang kita. Alih-alih mendengarkan pengajaran Tuhan, mereka justru mengikuti jalan mereka sendiri (ayat 13b). Mengapa pengajaran itu tidak menitik di hati orang Israel? Karena kedegilan hati! Degil berarti keras kepala, atau tidak mau mendengarkan nasihat. Begitulah kira-kira keadaan umat Tuhan yang dikisahkan Pemazmur, hatinya degil, tidak mau mendengarkan pengajaran Tuhan, dan akhirnya memutuskan jalannya sendiri.
Sekiranya pengajaran Tuhan menitik dalam hati umat-Nya, maka nyanyian ini memberitahukan kita apa yang dapat Tuhan lakukan bagi umat-Nya: Ia akan memelihara umat-Nya dengan gandum terbaik dan madu dari gunung batu (ayat 17). Dengan kata lain, Ia menyediakan yang terbaik bagi umat-Nya! Mendengarkan pengajaran memang tidak mudah, tidak semudah air hujan yang turun dan menitik di tanah. Lebih tidak mudah lagi ketika hati kita degil! Oleh karena itu, hati kita perlu dipersiapkan untuk menerima pengajaran Tuhan, orang tua, saudara, sahabat dan siapa pun yang berniat baik mendukung perjalanan kita di dunia ini.
Diposting tanggal 09 Aug 2018
