Manusia Kaleng

Ini cerita tentang seorang pria yang bekerja di pabrik besar. Saya sudah melihat dia selama beberapa tahun tapi tidak pernah menaruh perhatian padanya. Saya menganggap orang ini sedikit aneh. Sedikit pendek. Sedikit kotor. Selalu memakai topi tua bewarna merah. Dan selalu membawa sebuah kantong sampah. Dia berjalan keliling di pabrik tua yang besar tersebut pada waktu istirahat dan makan siangnya. 

Hari demi hari, bulan demi bulan selama bertahun-tahun. Hari panas, hari dingin. Selama bertahun-tahun saya mengikutinya ketika dia berjalan ke mobil pickup tua-nya pada hari yang sangat dingin dengan salju turun. Dia ada di sana dengan banyak kantong sampah penuh berisi kaleng-kaleng aluminium. Dia melemparnya ke belakang mobilnya dan masuk ke dalam. Kemudian saya mengambil mobil saya dan kemudian kami balapan sampai ke pintu keluar dari tempat parkir yang luas dan kosong ini.

Hari ini, saya sedang memperbaiki sebuah mesin rusak di pabrik ini dan manusia kaleng ini datang dengan kantongnya memunguti kaleng-kaleng. Manajer saya berdiri di sana karena mesin yang sedang saya perbaiki sudah "macet" selama beberapa jam, dia khawatir produksi akan terganggu.

Saya sudah selesai memperbaiki ketika berdiri dan mendengar manajer saya bertanya kepada manusia kaleng tersebut apa yang diperbuatnya terhadap kaleng-kaleng tersebut. Saya tidak pernah memikirkan pertanyaan tersebut karena saya selalu berasumsi bahwa manusia kaleng ini akan menghancurkan kaleng-kaleng tersebut di tempat daur ulang.

Manusia kaleng tersebut menjawab, "Saya memberikan kaleng-kaleng ini ke tetangga saya, dia menderita epilepsi dan tidak dapat memperoleh pekerjaan."

Saya terkejut, "Maksudnya kamu mengumpulkan semua kaleng-kaleng itu selama bertahun-tahun untuk memberikannya kepada tetanggamu???"

"Ini tidak membantu banyak," dia berkata, "tapi saya memberikan semua kepadanya. Dia tidak dapat bekerja. Dia memiliki banyak kekurangan."

Tepat di sana, di pabrik itu, saya menemukan diri saya seperti ditampar di hadapan Yesus. Manusia kaleng ini mengenakan kaos dan sebuah topi tua merah dan memegang sebuat kantong sampah penuh dengan kaleng-kaleng aluminium, dan dia menyatakan Kristus!

Sungguh satu momen yang paling merendahkan hati saya seumur hidup. 

"Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." (1 Samuel 16:7).


Diposting tanggal 04 Apr 2016

Daftar Artikel

Seperti pemazmur yang dalam kerendahan hatinya bergantung penuh pada pertolongan Tuhan. Sikap ini ti.....

Selengkapnya ..

Daud adalah raja perang dan pantang baginya untuk menyerah kepada musuhnya. Namun pada sisi lain maz.....

Selengkapnya ..

Tuhan yang aktif bertindak karena kasih dan keadilan-Nya. Pemahaman iman pemazmur yang demikianlah y.....

Selengkapnya ..

Pada bagian perikop ini menekankan bahwa, Sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala kead.....

Selengkapnya ..

Yesus dalam pengajaran-Nya baik kepada murid-murid-Nya maupun kepada pengikut-pengikutNya seringkali.....

Selengkapnya ..

Kejadian 32:22-32 menceritakan kisah Yakub yang beradu kekuatan dengan seorang laki-laki yang tidak .....

Selengkapnya ..

Pemazmur memahami segala sesuatu yang dialaminya sebagai campur tangan Allah. Dengan perspektif iman.....

Selengkapnya ..

Yakub misa’ to katandan unnampui pa’tangngaran kalando sia maluangan. Lan pa’basan.....

Selengkapnya ..

Yakub yang telah menjadi menantu tetap bekerja bagi mertuanya, Laban. Ketika Yakub meminta supaya bi.....

Selengkapnya ..

Yakub cinta kepada Rahel. Dengan alasan cinta itu Yakub sama sekali tidak merasa berat bekerja tujuh.....

Selengkapnya ..

Yakub dalam perjalanan pelariannya dari kakaknya Esau yang hendak membunuhnya karena persoalan berka.....

Selengkapnya ..

Dalam Matius 13:31-35 sebagaimana pasal sebelumnya, Yesus ingin menjelaskan kepada pendengar-Nya ten.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...