Rabu, 29 Juli 2020 Markus 4:30-34 SEPERTI YESUS Situru` pa`poran-Na Puang Yesu
Rabu, 29 Juli 2020 Markus 4:30-34
SEPERTI YESUS
Situru` pa`poran-Na Puang Yesu
“Tidak ada anak yang sulit” sebuah buku dari J. Simanjuntak yang memaparkan dengan sangat jelas, bahwa kebanyakan orang tua mengeluhkan anaknya sebagai anak yang sulit. Dalam buku itu, J.Simanjuntak menyebutkan bahwa tidak ada anak yang sulit, yang sulit adalah orang tua yang sulit memahami perkembangan pikiran anaknya. Orang tua seringkali mengajar anaknya dengan ukuran tingkat pengertiannya dan tentu saja tidak sesuai dengan tingkat berpikir anak, sehingga dapat dipastikan anak sulit mengerti.
Yesus dalam pengajaran-Nya baik kepada murid-murid-Nya maupun kepada pengikut-pengikutNya seringkali menggunakan perumpaan dari apa yang biasa dalam kehidupan pengikut-Nya. Mengapa? untuk menyesuaikan tingkat pengertian pendengar-Nya. Dengan demikian tujuan yang diharapkan-Nya dapat tercapai, yakni agar pendengar mengerti, berubah dan melakukan seperti yang dikehendaki-Nya. Kerajaan Allah digambarkan seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Unsur dari penggambaran ini adalah wujud biji sesawi yang terkecil dari semua benih yang ada di bumi, namun kemudian ketika ia tumbuh, maka menjadi lebih besar dari segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungan-Nya (ay.31-32).
Hidup seperti Yesus adalah ukuran yang seharusnya disadari oleh setiap orang percaya. Jika kesesuaian ini kita pakai pada diri sendiri, dengan siapakah orang percaya patut menyesuaikan hidupnya? Marilah kita mengatakan bahwa yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya agar aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya. Amin
Diposting tanggal 28 Jul 2020
