Jumat, 24 Juli 2020 Kejadian 29:1-14 SUMUR KEHIDUPAN Bubun Katuoan
Jumat, 24 Juli 2020 Kejadian 29:1-14
SUMUR KEHIDUPAN
Bubun Katuoan
Sumur dalam kehidupan orang Toraja pada zaman dahulu bukan sekadar sumber keperluan air, tetapi juga sebagai tempat menyembuhkan penyakit tertentu, misalnya sarampa (cacar) dan oleh penganut agama suku, sebagai salah satu tempat ritual penyembahan (ma’pakande deata).
Yakub dalam perjalanan pelariannya dari kakaknya Esau yang hendak membunuhnya karena persoalan berkat kesulungan, sampai di negeri Bani Timur, di sebuah sumur di padang. Sumur itu adalah pusat kehidupan bagi ternak. Sesungguhnya tidak ada yang kebetulan dalam perjalanan Yakub. Allah yang telah menjumpainya di Betel melalui mimpi telah berjanji akan menyertai dan melindungi Yakub kemanapun dia pergi (Kej.28:15). Di sumur itu, Yakub dituntun Allah berjumpa dengan Rahel yang menggembalakan kambing domba ayahnya, Laban. Di kemudian hari, Rahel menjadi istri yang dicintai Yakub yang melahirkan Yusuf dan Benyamin bagi Yakub. Bahkan bukan hanya Rahel yang dicintainya tetapi sang kakak yakni Lea pun menjadi istri yang melahirkan Yehuda yang adalah salah satu nenek moyang dalam silsilah kemanusiaan sejati Yesus Kristus (Mat.1:2,3).
Sesungguhnya sumur kehidupan bukanlah sumur-sumur di dalam dunia ini seperti tempat mengambil keperluan air, pekerjaan atau jabatan. Ya, semua itu penting tetapi hanya sementara dan terbatas. Sumur kehidupan dalam arti pusat kehidupan orang percaya adalah Yesus Kristus. Tubuh-Nya telah diberikan-Nya menjadi makanan sorgawi dan darah-Nya sebagai air hidup kekal. Yesus Kristus adalah sumur kehidupan yang didalamnya kita memperoleh air kehidupan untuk selama-lamanya. Terpujilah Kristus. Amin
Diposting tanggal 23 Jul 2020
