Jumat, 31 Juli 2020 Mazmur 17:1-5 BERTAHAN Tumanan
Jumat, 31 Juli 2020 Mazmur 17:1-5
BERTAHAN
Tumanan
“Aku tahu, Engkau ada dan mengetahui perkaraku.
Mataku tetap memandangmu,
aku berseru dalam kungkungan lawanku.
Ujilah hatiku dan selidikilah aku.
Kau perhatikanku dalam lakuku,
bibir yang tiada menipu, mulut yang tidak terlanjur
kujagai dari apa yang tak benar bagi-Mu.
KebenaranMu akan tersibakkan pada waktu malam,
langkahku tetap bertahan ikut jejak-Mu
takkan goyang dalam keadilan-Mu
senantiasa hidup dalam firman-Mu”
Puisi ini diinspirasi Mazmur 17:1-5, bahwa Tuhanlah yang maha mengetahui dalam diri dan langkah-langkahnya membuatnya sanggup bertahan dari segala pencobaan hidup. Pemazmur menyaksikan posisi Tuhan dalam hidupnya yang mendengar doa, memperhatikan seruan, melihat apa yang benar, yang menguji hati, dan yang menyelidiki (ay.1-3). Tuhan yang aktif bertindak karena kasih dan keadilan-Nya. Pemahaman iman pemazmur yang demikianlah yang membuatnya dapat bertahan terhadap segala perbuatan manusia.
Bertahan bukanlah perkara yang gampang dilakukan. Kepada tiga murid terdekat yang dibawa serta-Nya di taman Getsemani waktu mendekat penyaliban-Nya, Ia berkata: “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan. Roh memang penurut tetapi daging lemah.”(Mat.26:41). Karena itu berjaga-jagalah dan berdoalah!
Diposting tanggal 28 Jul 2020
