Bahan Khotbah Minggu ke-30 Tanggal 26 Juli 2020 BERBUAH DALAM HIKMAT TUHAN Membua lan KakinaanNa Puang

Bahan Khotbah Minggu ke-30 Tanggal 26 Juli 2020
BERBUAH DALAM HIKMAT TUHAN
Membua lan KakinaanNa Puang

Bacaan Mazmur : Mazmur 105:1-11
Bacaan 1   : 1 Raja-raja 3:1-15
Bacaan 2   : Roma 8:26-39 
Bacaan 3 : Matius 13:31-35 (Bahan Utama)
Nas Persembahan   : Ulangan 12:6
Petunjuk Hidup Baru : Yohanes 15:4

Tujuan

1.  Jemaat  memahami arti berbuah dalam hikmat Tuhan.

2. Jemaat tetap menyatakan kualitas hidup beriman dalam segala situasi dan kondisi.

Pemahaman Teks
Mazmur 105:1-11 berisi puji-pujian atas perbuatan-perbuatan ajaib Allah yang telah dilakukanNya dalam perjalanan dan kehidupan umat-Nya. Perbuatan-perbuatan Tuhan yang ajaib itu, selain menjadi dasar untuk selalu memuji Dia, juga menjadi alasan utama pemazmur mengajak umat Tuhan untuk senantiasa mencari Tuhan dan wajah-Nya (ayat 4, Bnd.Yes. 55:6).

1 Raja-Raja 3:1-15 adalah kisah tentang raja Salomo yang pergi mempersembahkan korban di bukit pengorbanan di Gibeon, tempat di mana Musa mendirikan kemah pertemuan (2 Taw. 1:3). TUHAN memberi kesempatan kepada Salomo mengajukan satu permintaan, dan Salomo memanfaatkannya. Hanya satu permintaan Salomo yakni memohon hikmat Tuhan supaya bisa memerintah dengan adil dan demi kebaikan rakyatnya. Salomo tidak meminta kekayaan, kekuasaan atau umur panjang. Ini menunjukkan bahwa Salomo tidak mementingkan diri sendiri, tetapi peduli kepada rakyatnya. Permohonan Salomo hanya satu, tetapi merupakan inti sari dari seluruh apa yang ia butuhkan sebagai seorang raja. Dengan hikmat dari TUHAN, Salomo memerintah dengan bijak dan mensejahterakan umat Tuhan. Permohonannya dipandang baik di mata Tuhan, bahkan Tuhan mengaruniakan lebih dari apa yang ia minta

Roma 8:26-39 merupakan Paulus lebih lanjut tentang peran Roh bagi orang-orang percaya. Orang percaya menanggung kesusahan yang terlalu berat. Bahkan ada saat kita mau berdoa, tetapi tidak bisa dan hanya nafas panjang saja yang menandai keluh-kesah kita. Dalam kondisi demikian, Paulus mengatakan, bahwa Roh sendiri akan berdoa untuk kita dengan rintihan-rintihan yang tidak terucapkan. Orang percaya merintih dan menderita, sehinggatidak tahu lagi bagaimana harus berdoa. Tetapi mereka diberi janji bahwa dalam segala pengalaman mereka, Allah dapat turut bekerja untuk menghasilkan kebaikan bagi mereka,  termasuk dalam penderitaan mereka. Dalam ayat 29 -30, Paulus menggambarkan sebuah rantai yang terdiri dari beberapa anak rantai. Anak rantai yang pertama bahwa semua orang yang “dipilih-Nya” dari semula mereka juga “ditentukan”  sejak semula. Paulus tidak berkata bahwa oleh karena Allah mengetahui sesuatu mengenai apa yang akan kita lakukan, maka Dia menentukan kita untuk menjadi anak-anakNya. Istilah “mengenal” dalam Alkitab sering kali berarti "memilih". Sebelum kita melakukan apa-apa Dia sudah memilih kita, karena kasih karuniaNya. Anak rantai yang kedua dari rencana dan maksud Tuhan Allah, adalah supaya kita yang “ditentukan” dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran AnakNya. Istilah gambaran di sini berkaitan erat dengan Kejadian 1:6-28, saat manusia diciptakan sebagai gambar Allah untuk mewakili Dia di muka bumi. Anak rantai yang ke tiga, yaitu “dibenarkan”. Paulus memilih istilah dibenarkan dan bukan diampuni atau diselamatkan, karena hal pembenaran merupakan batu loncatan bagi Surat Roma, sesuai dengan tema yang dicatat dalam pasal 1:17, "Orang yang benar akan hidup oleh iman “. Anak rantai terakhir: “dimuliakan-Nya”. Kemuliaan yang dimaksudkan di sini adalah "kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita", suatu kemuliaan yang diuraikan secara mendetail sejak pasal 8:18 .

Dalam Matius 13:31-35 sebagaimana pasal sebelumnya, Yesus ingin menjelaskan kepada pendengar-Nya tentang hakekat Kerajaan Allah. Pada bagian ini Yesus mengemukakan dua perumpamaan secara bersambung. Perumpamaan pertama tentang biji sesawi dan kedua tentang ragi. Biji sesawi, dari segi ukuran termasuk yang paling kecil dari segala jenis biji-bijian. Ukurannya hanya 1 mm (seukuran kepala jarum pentul) dan beratnya seperseribu gram. Tetapi jika benih ini tumbuh, maka ketinggiannya bisa mencapai 2 atau 3 meter, melebihi tanaman sayuran lainnya, sehingga burung-burung pun dapat bersarang di atasnya (ay.31-32). Tekanan lain kita jumpai dalam perumpamaan tentang ragi. Dengan ragi yang sedikit, tepung terigu tiga sukat dapat menjadi khamir (mengembang) dan siap dibakar menjadi roti untuk dikonsumsi (1 sukat sama dengan 12 liter, jadi 3 sukar=36 liter). Sekalipun ragi itu hanya sedikit dibandingkan dengan tepung terigu yang banyak, namun pada akhirnya adonan tersebut menjadi khamir seluruhnya.

Korelasi Bacaan:  Hikmat yang bersumber dari Allah memungkinkan setiap umat Tuhan memiliki cara pandang dan cara pikir yang berbeda dengan “orang-orang lain” dalam menyikapi dan menghadapi berbagai dinamika kehidupan. Sekalipun perjalanan kehidupan ini terasa sulit dan berat, tetapi diyakini bahwa Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang tetap setia kepada-Nya. Orang percaya adalah orang-orang yang telah dikenal, dipanggil, dibenarkan dan dimuliakan dalam Yesus. Dengan menjalani kehidupan dalam penghayatan  tersebut, maka kehidupan orang percaya mampu menjadi agen-agen untuk transformasi kehidupan sosial, bahkan untuk seluruh alam sesuai dengan Firman Tuhan.

Pokok-pokok pengembangan Khotbah.

1.    Hikmat (Inggris: “Wisdom; Toraja: “Kakinaan”) yang sering didefenisikan kebijakan, kearifan, juga berarti kepintaran mencapai hasil atau menyusun rencana yang benar guna mencapai hasil yang dikehendaki.  Dalam Bhs Ibrani hikmat adalah “khohkma” yang artinya bijaksana, pintar yang datangnya dari Allah. Orang yang mendapat hikmat dari Allah akan mampu membedakan mana yang baik dan yang tidak baik menurut kehendak Tuhan, serta mampu menolak apa yang tidak dikehendaki Allah.  Hikmat bukan bersifat teoritis tetapi pertama-tama dan terutama bersifat praktis, artinya langsung mewujud dalam kehidupan nyata melalui kata, sikap dan tindakan sehari-hari.  Dengan hikmat, seseorang memiliki kemampuan untuk memahami dan mengatasi masalah-masalah kehidupan sehari-hari serta mampu memilih dan memilah mana yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan menurut kehendak Allah. Allah adalah sumber hikmat yang benar, karena itu ketaatan kepada Allah dan kemauan untuk mendengar dan bersedia melakukan kehendak-Nya merupakan dasar yang utama untuk memperoleh hikmat dari pada-Nya (Bnd. Ams.1:7 “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan”).

2.   Dalam pengajaran-Nya, Yesus banyak menggunakan perumpamaan untuk menjelaskan hakekat Kerajaan Allah. Perumpamaan yang Yesus gunakan sangat akrab dengan kehidupan nyata para pendengarnya. Dalam Pembacaan kita dari Matius 13: 31-35, Yesus mengangkat  dua perumpamaan untuk menjelaskan tentang Kerajaan Allah, yakni biji sesawi dan ragi. Biji sesawi sangat kecil dibanding dengan jenis biji-bijian lainnya, namun ketika ia tumbuh, ia akan menjadi tumbuhan yang besar di mana burung-burung dapat bersarang di atasnya. Demikian juga dengan Kerajaan Allah, di mana Yesus sendiri telah mempraktikkannya. Ia memulai pelayanan dari desa terpencil dengan metode pelayanan yang sederhana (berjalan kaki dari desa ke desa lainnya, pengajarannya yang berangkat dari masalah-masalah yang riil di alami pendengarnya, dan yang lebih penting Ia mempraktikkan langsung apa yang dikatakan-Nya). Murid-murid-Nya pun dari kalangan masyarakat biasa yang tidak punya kedudukan dan pengetahuan yang memadai. Semuanya kelihatan sederhana dan kecil seperti biji sesawi saja, tetapi pada akhirnya menjadi semakin besar, bahkan pemberitaan-Nya tentang Kerajaan Allah  tersebut telah membawa orang-orang dari segala bangsa untuk masuk/ambil bagian di dalamnya (seperti burung-burung yang datang bertengger di atas pohon sesawi). Demikian juga dengan peran ragi dalam membuat roti. Sekalipun bahan utamanya berupa tepung terigu diambil dari kualitas terbaik, tetapi tanpa ragi yang sedikit jumlahnya itu, adonan tepung terigu tersebut tidak akan khamir (mengembang) dan bisa dibakar menjadi roti. Jadi yang menentukan bisa tidaknya tepung terigu menjadi roti, sesungguhnya adalah ragi. Demikian halnya dengan Kerajaan Allah, yang semula berasal dari yang kelihatannya kecil dan sederhana tetapi mampu mengubah (mentransformasi) sesuatu menjadi besar. Transformasi menyeluruh Kerajaan Allah berlangsung secara diam-diam namun nyata (ay.33). Kata kunci adalah kata menyeluruh. Proses transformasinya tidak kelihatan, tetapi akibatnya terhadap seluruh dunia jelas terlihat. Seluruh alam semesta mengalami transformasi. Kerajaan Allah bekerja dahsyat memperbarui seluruh ciptaan. Pertumbuhan dan perkembangan dari sesuatu yang kecil atau sederhana menjadi sesuatu yang luar biasa, hanya dapat dipahami dan diyakini (diimani) dalam tuntunan hikmat  Tuhan.

3.   Dalam menjalani kehidupan ini, kita seringkali hanya terarah pada hal-hal yang kelihatannya “besar”, “luar biasa” dan mengbaikan hal-hal yang kecil atau sederhana untuk dilakukan. Seolah-olah dengan melakukan hal-hal yang besar (sekalipun hal ini tidak salah dan perlu dilakukan jika memungkinan), maka hidup kita akan lebih bermakna. Menjadikan hidup lebih bermakna tidak selamanya diukur dari sesuatu yang besar, tetapi juga dari hal-hal yang kecil dan sederhana tetapi memberi “dampak” yang luar biasa bagi banyak orang karena dilakukan dengan benar dan dari hati yang tulus. Tidak ada seorang pun yang tidak berguna. Allah memberikan potensi bagi setiap kita (ada yang sama tetapi juga ada yang berbeda) untuk ditumbuh-kembangkan agar bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Yang dituntut dari kita ialah bagaimana memainkan peran dan fungsi kita dengan baik, benar dan bertanggung jawab sesuai dengan talenta (karisma) yang Tuhan anugerahkan bagi kita masing-masing. Peran dan fungsi yang dapat kita mainkan mungkin kelihatan kecil dan sederhana, tetapi dapat berdampak luar biasa ketika kita melaksanakannya dengan baik dan benar dalam ketaatan dan atas tuntunan hikmat Tuhan. Kita menjalani kehidupan dalam suka dan duka, tetapi kitapun percaya bahwa Tuhan yang telah memilih dan memanggil kita, juga tetap setia memelihara dan menjaga kita. Untuk itu, maka kita hendaknya selalu memohon dan meminta tuntunan Tuhan, agar hikmat-Nya senantiasa bersama kita dalam menjalani hidup ini, agar dapat menjadi berkat bagi banyak orang.


Diposting tanggal 20 Jul 2020

Daftar Artikel

Dengan lembut, si pengkhotbah memegang pundak si pemuda, "Saudaraku, Allah kadang-kadang berbis.....

Selengkapnya ..

Lalu pergilah sang ibu. Sang pemuda mengambil kursi dan duduk di depan pintu rumah. Beberapa menit k.....

Selengkapnya ..

Ketika Paulus belum begitu lama berada di Antiokia, ia menerima kabar bahwa ada suatu masalah dalam .....

Selengkapnya ..

Barnabas ingin membawa Yohanes Markus beserta mereka lagi. Namun, Paulus tidak setuju membawa orang .....

Selengkapnya ..

Nama aslinya adalah Saulus (nama yang diambil dari bahasa Ibrani), tetapi setelah bertobat mengambil.....

Selengkapnya ..

Orang tua itu menghela nafas sejenak dan menjawab, "Tidak, mungkin saya tidak akan pernah melih.....

Selengkapnya ..

Dari ilustrasi ini, ditunjukkan bahwa seringkali kita menganggap Tuhan begitu kejam mengijinkan sali.....

Selengkapnya ..

Sang ayah terharu, ia mengangkat anaknya. Dipeluknya, diciumnya. "Putri, Papa belum pernah mene.....

Selengkapnya ..

Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. Demikian seruan murid-muri.....

Selengkapnya ..

St. Agnes hidup saat orang-orang Kristen mengalami penindasan yang kejam dalam pemerintahan Romawi. .....

Selengkapnya ..

Selagi Allah dapat ditemui, temuilah! Jangan biarkan Ia berlalu dan tidak dapat ditemui lagi. Sement.....

Selengkapnya ..

Tepat di sana, di pabrik itu, saya menemukan diri saya seperti ditampar di hadapan Yesus. Manusia ka.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...